<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Agustus 1945: Bom Atom Dijatuhkan di Hiroshima</title><description>Pada 6 Agustus 1945, bom atom pertama dijatuhkan di Kota Hiroshima, Jepang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/06/18/1191133/6-agustus-1945-bom-atom-dijatuhkan-di-hiroshima</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/06/18/1191133/6-agustus-1945-bom-atom-dijatuhkan-di-hiroshima"/><item><title>6 Agustus 1945: Bom Atom Dijatuhkan di Hiroshima</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/06/18/1191133/6-agustus-1945-bom-atom-dijatuhkan-di-hiroshima</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/06/18/1191133/6-agustus-1945-bom-atom-dijatuhkan-di-hiroshima</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2015 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/05/18/1191133/6-agustus-1945-bom-atom-dijatuhkan-di-hiroshima-pnEC0dZDSU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ledakan bom atom di Kota Hiroshima 6 Agustus 1945. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/05/18/1191133/6-agustus-1945-bom-atom-dijatuhkan-di-hiroshima-pnEC0dZDSU.jpg</image><title>Ledakan bom atom di Kota Hiroshima 6 Agustus 1945. </title></images><description>
LELAH dengan perang yang tidak kunjung usai karena penolakan Jepang untuk menyerah tanpa syarat, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil keputusan untuk menggunakan alternatif terakhir untuk mengakhirinya. Atas perintah Presiden AS Harry S. Truman, pada 5 Agustus 1945, pesawat pengebom B-29 AS yang dipiloti Letnan Kolonel Paul W. Tibbets, bertolak dari Pulau Tinian di Kepulauan Mariana, Samudera Pasifik.
Pesawat yang diberi nama Enola Gay itu, berangkat dengan membawa senjata pemusnah massal, sebuah bom atom berkode nama Little Boy. Lima setengah jam kemudian, pada 6 Agustus 1945, muatan tersebut dijatuhkan dari ketinggian 579 meter di atas Kota Hiroshima, Jepang, meluluhlantakkan wilayah sekitarnya dengan kekuatan setara 12.500 ton bahan peledak Trinitrotoluene (TNT).
Sebanyak 80 ribu penduduk tewas sebagai akibat langsung ledakan tersebut, 60 ribu lainnya menyusul pada akhir tahun akibat radiasi dan efek lainnya dari bom atom pertama yang dijatuhkan itu. Pascaledakan, 35 ribu korban yang terluka hari itu hanya dapat dirawat oleh 20 orang dokter dan 150 orang perawat yang masih hidup dan bisa bekerja.
Kedahsyatan bom atom itu tidak menghentikan AS untuk mengirimkan bom berikutnya yang berkode nama Fat Man ke Kota Nagasaki tiga hari kemudian. Dua bom atom itu akhirnya memaksa Kaisar Jepang mengumumkan penyerahan tanpa syarat Negeri Matahari Terbit itu pada sekutu pada 15 Agustus 1945 dan mengakhiri Perang Dunia II.

</description><content:encoded>
LELAH dengan perang yang tidak kunjung usai karena penolakan Jepang untuk menyerah tanpa syarat, Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil keputusan untuk menggunakan alternatif terakhir untuk mengakhirinya. Atas perintah Presiden AS Harry S. Truman, pada 5 Agustus 1945, pesawat pengebom B-29 AS yang dipiloti Letnan Kolonel Paul W. Tibbets, bertolak dari Pulau Tinian di Kepulauan Mariana, Samudera Pasifik.
Pesawat yang diberi nama Enola Gay itu, berangkat dengan membawa senjata pemusnah massal, sebuah bom atom berkode nama Little Boy. Lima setengah jam kemudian, pada 6 Agustus 1945, muatan tersebut dijatuhkan dari ketinggian 579 meter di atas Kota Hiroshima, Jepang, meluluhlantakkan wilayah sekitarnya dengan kekuatan setara 12.500 ton bahan peledak Trinitrotoluene (TNT).
Sebanyak 80 ribu penduduk tewas sebagai akibat langsung ledakan tersebut, 60 ribu lainnya menyusul pada akhir tahun akibat radiasi dan efek lainnya dari bom atom pertama yang dijatuhkan itu. Pascaledakan, 35 ribu korban yang terluka hari itu hanya dapat dirawat oleh 20 orang dokter dan 150 orang perawat yang masih hidup dan bisa bekerja.
Kedahsyatan bom atom itu tidak menghentikan AS untuk mengirimkan bom berikutnya yang berkode nama Fat Man ke Kota Nagasaki tiga hari kemudian. Dua bom atom itu akhirnya memaksa Kaisar Jepang mengumumkan penyerahan tanpa syarat Negeri Matahari Terbit itu pada sekutu pada 15 Agustus 1945 dan mengakhiri Perang Dunia II.

</content:encoded></item></channel></rss>
