<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Haedar Ingatkan Pentingnya Lindungi Kaum Minoritas</title><description>Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terpilih, Haedar Nashir mengingatkan arti penting melindungi kaum minoritas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/06/340/1191943/haedar-ingatkan-pentingnya-lindungi-kaum-minoritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/06/340/1191943/haedar-ingatkan-pentingnya-lindungi-kaum-minoritas"/><item><title>Haedar Ingatkan Pentingnya Lindungi Kaum Minoritas</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/06/340/1191943/haedar-ingatkan-pentingnya-lindungi-kaum-minoritas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/06/340/1191943/haedar-ingatkan-pentingnya-lindungi-kaum-minoritas</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2015 23:37 WIB</pubDate><dc:creator>Salviah Ika Padmasari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/06/340/1191943/haedar-ingatkan-pentingnya-lindungi-kaum-minoritas-cvVBu3jsiv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Haedar Nashir (Foto: Salviah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/06/340/1191943/haedar-ingatkan-pentingnya-lindungi-kaum-minoritas-cvVBu3jsiv.jpg</image><title>Haedar Nashir (Foto: Salviah/Okezone)</title></images><description>
MAKASSAR - Menjawab masalah perlindungan kaum minoritas di Indonesia, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terpilih, Haedar Nashir mengatakan, semua elemen masyarakat termasuk pemerintah harus mampu meredam konflik yang kerap melanda bangsa majemuk, seperti Indonesia.
Sehingga, upaya melindungi kaum minoritas perlu dilakukan di mana saja berada. Kata Haedar, bangsa Indonesia hidup dalam kemajemukan baik dalam agama, etnik, golongan, suku bangsa, daerah dan sebagainya.
Maka harus menjadi platform berkebangsaan bahwa yang besar mengayomi yang kecil dan yang kecil bersinergi dengan yang besar, satu sama lain bisa saling komplementer, dan saling menyangga.
&quot;Dan perlu kita kita ingat, kita punya kultur, punya bangunan kebudayaan yang sesungguhnya harmonis. Ini modal dasar kita,&quot; kata Haedar, Kamis (6/8/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/08/03/20561/128696_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sehingga kata dia, jika terjadi konflik, apakah itu kasus yang melanda minoritas dalam agama maupun suku maka perlu dilokalisir agar tidak meluas.
&quot;Sehingga tidak menjadi satu kondisi yang seakan-akan itu kondisi umum Indonesia,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
MAKASSAR - Menjawab masalah perlindungan kaum minoritas di Indonesia, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terpilih, Haedar Nashir mengatakan, semua elemen masyarakat termasuk pemerintah harus mampu meredam konflik yang kerap melanda bangsa majemuk, seperti Indonesia.
Sehingga, upaya melindungi kaum minoritas perlu dilakukan di mana saja berada. Kata Haedar, bangsa Indonesia hidup dalam kemajemukan baik dalam agama, etnik, golongan, suku bangsa, daerah dan sebagainya.
Maka harus menjadi platform berkebangsaan bahwa yang besar mengayomi yang kecil dan yang kecil bersinergi dengan yang besar, satu sama lain bisa saling komplementer, dan saling menyangga.
&quot;Dan perlu kita kita ingat, kita punya kultur, punya bangunan kebudayaan yang sesungguhnya harmonis. Ini modal dasar kita,&quot; kata Haedar, Kamis (6/8/2015).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/08/03/20561/128696_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sehingga kata dia, jika terjadi konflik, apakah itu kasus yang melanda minoritas dalam agama maupun suku maka perlu dilokalisir agar tidak meluas.
&quot;Sehingga tidak menjadi satu kondisi yang seakan-akan itu kondisi umum Indonesia,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
