<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekeringan Ancam Ratusan Hektar Sawah di NTT</title><description>Kekeringan terus mengusik kenyamanan petani di Desa Oesoko, Timor Tengah Utara (TTU), NTT.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/09/340/1193182/kekeringan-ancam-ratusan-hektar-sawah-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/09/340/1193182/kekeringan-ancam-ratusan-hektar-sawah-di-ntt"/><item><title>Kekeringan Ancam Ratusan Hektar Sawah di NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/09/340/1193182/kekeringan-ancam-ratusan-hektar-sawah-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/09/340/1193182/kekeringan-ancam-ratusan-hektar-sawah-di-ntt</guid><pubDate>Minggu 09 Agustus 2015 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Sefnat Besie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/09/340/1193182/kekeringan-ancam-ratusan-hektar-sawah-di-ntt-gVHjmRWDzl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto:  Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/09/340/1193182/kekeringan-ancam-ratusan-hektar-sawah-di-ntt-gVHjmRWDzl.jpg</image><title>Foto:  Okezone</title></images><description>
KEFAMENANU - Kekeringan terus mengusik kenyamanan petani di Desa Oesoko, Timor Tengah Utara (TTU), NTT. Ratusan hektar lahan sawah yang sudah ditanami padi mulai retak-retak, karena kekurangan aliran air.
Salah satu bendungan air yang menjadi harapan warga mulai mengering, termasuk irigasi menuju areal persawahan mulai rusak. Kondisi ini menjadi pemicu petani bisa gagal panen.
&quot;Sekarang padi mulai kering, air yang mengalir ke sawah mulai berkurang, tanah dalam sawah sudah retak-retak,&quot; ujar petani, Oktofianus Bini di Desa Oesoko, minggu, (9/8/2015).
Selain debit air yang menurun, kata dia, saluran irigasi mulai rusak sehingga tidak bisa dialiri air dari bendungan, menuju areal persawahan.
Para petani mulai pasrah, sebab terancaman gagal panen yang sudah didepan mata. Kerugian materi yang petani keluarkan untuk biaya operasional, mencapai puluhan jutaan rupiah. (awl)
</description><content:encoded>
KEFAMENANU - Kekeringan terus mengusik kenyamanan petani di Desa Oesoko, Timor Tengah Utara (TTU), NTT. Ratusan hektar lahan sawah yang sudah ditanami padi mulai retak-retak, karena kekurangan aliran air.
Salah satu bendungan air yang menjadi harapan warga mulai mengering, termasuk irigasi menuju areal persawahan mulai rusak. Kondisi ini menjadi pemicu petani bisa gagal panen.
&quot;Sekarang padi mulai kering, air yang mengalir ke sawah mulai berkurang, tanah dalam sawah sudah retak-retak,&quot; ujar petani, Oktofianus Bini di Desa Oesoko, minggu, (9/8/2015).
Selain debit air yang menurun, kata dia, saluran irigasi mulai rusak sehingga tidak bisa dialiri air dari bendungan, menuju areal persawahan.
Para petani mulai pasrah, sebab terancaman gagal panen yang sudah didepan mata. Kerugian materi yang petani keluarkan untuk biaya operasional, mencapai puluhan jutaan rupiah. (awl)
</content:encoded></item></channel></rss>
