<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reshuffle Tak Menjamin Kinerja Pemerintahan Membaik</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menjawab teka teki ihwal siapa saja menteri yang diganti dalam Kabinet Kerja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/12/337/1194971/reshuffle-tak-menjamin-kinerja-pemerintahan-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/12/337/1194971/reshuffle-tak-menjamin-kinerja-pemerintahan-membaik"/><item><title>Reshuffle Tak Menjamin Kinerja Pemerintahan Membaik</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/12/337/1194971/reshuffle-tak-menjamin-kinerja-pemerintahan-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/12/337/1194971/reshuffle-tak-menjamin-kinerja-pemerintahan-membaik</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2015 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/12/337/1194971/reshuffle-tak-menjamin-kinerja-pemerintahan-membaik-OGmayD6JQl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">lima menteri dan seskab baru dilantik Presiden Jokowi (Foto: Angkasa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/12/337/1194971/reshuffle-tak-menjamin-kinerja-pemerintahan-membaik-OGmayD6JQl.jpg</image><title>lima menteri dan seskab baru dilantik Presiden Jokowi (Foto: Angkasa/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menjawab teka teki ihwal siapa saja menteri yang diganti demi memperbaiki kinerja Kabinet Kerja ke depan. Sebanyak lima menteri dan Sekretaris Kabinet (Seskab) dicopot lantaran dianggap kinerjanya jauh dari ekspektasi.
Peneliti The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Arya Fernandes mengatakan, perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi setidaknya harus mempertimbangkan tiga hal.
&quot;Pertama yaitu penerimaan publik, kedua penerimaan koalisi dan yang ketiga penerimaan pasar,&quot; ujar Arya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, bila reshuffle hanya mempertimbangkan aspek penerimaan elite dan koalisi saja, niscaya reshuflle tidak akan memengaruhi kinerja pemerintahan.
&quot;Pasar juga jelas berkepentingan terhadap reshuffle, bila tidak ada kejutan dalam reshuffle atau bila tidak ada figur baru di bidang ekonomi yang sesuai selera pasar, penerimaan pasar saya kira akan lemah,&quot; jelasnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/17/17663/110059_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Pimpin Rapat Kabinet Ekonomi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain pasar, lanjut Arya, faktor penerimaan publik juga harus diperhitungkan secara matang. Menteri baru kata dia, jelas dituntut memperoleh tingkat penerimaan publik serta mempunyai track record atau rekam jejak yang baik.
&quot;Saya kira bila reshuffle tidak memenuhi tiga variabel di atas, reshuffle tidak akan memberikan efek bagi peningkatan kinerja pemerintahan,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menjawab teka teki ihwal siapa saja menteri yang diganti demi memperbaiki kinerja Kabinet Kerja ke depan. Sebanyak lima menteri dan Sekretaris Kabinet (Seskab) dicopot lantaran dianggap kinerjanya jauh dari ekspektasi.
Peneliti The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Arya Fernandes mengatakan, perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi setidaknya harus mempertimbangkan tiga hal.
&quot;Pertama yaitu penerimaan publik, kedua penerimaan koalisi dan yang ketiga penerimaan pasar,&quot; ujar Arya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Rabu (12/8/2015).
Menurutnya, bila reshuffle hanya mempertimbangkan aspek penerimaan elite dan koalisi saja, niscaya reshuflle tidak akan memengaruhi kinerja pemerintahan.
&quot;Pasar juga jelas berkepentingan terhadap reshuffle, bila tidak ada kejutan dalam reshuffle atau bila tidak ada figur baru di bidang ekonomi yang sesuai selera pasar, penerimaan pasar saya kira akan lemah,&quot; jelasnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/17/17663/110059_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Pimpin Rapat Kabinet Ekonomi&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain pasar, lanjut Arya, faktor penerimaan publik juga harus diperhitungkan secara matang. Menteri baru kata dia, jelas dituntut memperoleh tingkat penerimaan publik serta mempunyai track record atau rekam jejak yang baik.
&quot;Saya kira bila reshuffle tidak memenuhi tiga variabel di atas, reshuffle tidak akan memberikan efek bagi peningkatan kinerja pemerintahan,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
