<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden: Media Hanya Kejar Rating!</title><description>Presiden menyesalkan sikap insan media yang  kerap menyudutkan pemerintah dalam menjalankan kebijakan hanya untuk  meningkatkan rating.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196105/presiden-media-hanya-kejar-rating</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196105/presiden-media-hanya-kejar-rating"/><item><title>Presiden: Media Hanya Kejar Rating!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196105/presiden-media-hanya-kejar-rating</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196105/presiden-media-hanya-kejar-rating</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2015 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fransiskus Dasa Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/14/337/1196105/presiden-media-hanya-kejar-rating-EQcobhvI88.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI Joko Widodo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/14/337/1196105/presiden-media-hanya-kejar-rating-EQcobhvI88.jpg</image><title>Presiden RI Joko Widodo</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo menyesalkan sikap insan media di Indonesia yang kerap menyudutkan pemerintah dalam menjalankan kebijakan hanya untuk meningkatkan rating.
Hal tersebut tertuang dalam pidato kenegaraan Presiden dalam sidang bersama DPR-DPD RI. Menurut Presiden, seharusnya media memandu masyarakat untuk meneguhkan nilai-nilai keutamaan dalam meningkatkan budaya kerja produktif.
&amp;ldquo;Saat ini, ada kecenderungan semua orang bebas dalam berperilaku dan menyuarakan kepentingan masing-masing. Keadaan ini menjadi tidak produktif. Hal ini tentu saja menghambat semangat kerja,&amp;rdquo; katanya.
Menurut Presiden Jokowi, menipisnya budaya saling menghargai serta mengeringnya kultur tenggang rasa, tidak hanya terjadi di masyarakat, namun juga terjadi pada institusi tinggi negara.
&amp;ldquo;Hal tersebut menyebabkan bangsa ini terjebak dalam ego masing-masing,&amp;rdquo; ujarnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo menyesalkan sikap insan media di Indonesia yang kerap menyudutkan pemerintah dalam menjalankan kebijakan hanya untuk meningkatkan rating.
Hal tersebut tertuang dalam pidato kenegaraan Presiden dalam sidang bersama DPR-DPD RI. Menurut Presiden, seharusnya media memandu masyarakat untuk meneguhkan nilai-nilai keutamaan dalam meningkatkan budaya kerja produktif.
&amp;ldquo;Saat ini, ada kecenderungan semua orang bebas dalam berperilaku dan menyuarakan kepentingan masing-masing. Keadaan ini menjadi tidak produktif. Hal ini tentu saja menghambat semangat kerja,&amp;rdquo; katanya.
Menurut Presiden Jokowi, menipisnya budaya saling menghargai serta mengeringnya kultur tenggang rasa, tidak hanya terjadi di masyarakat, namun juga terjadi pada institusi tinggi negara.
&amp;ldquo;Hal tersebut menyebabkan bangsa ini terjebak dalam ego masing-masing,&amp;rdquo; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
