<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Kali Jokowi Sindir Media saat Pidato Kenegaraan</title><description>Menurut, Jokowi, masyarakat cenderung terjebak pada histeria publik dengan dimensi yang selalu sensansional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196118/dua-kali-jokowi-sindir-media-saat-pidato-kenegaraan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196118/dua-kali-jokowi-sindir-media-saat-pidato-kenegaraan"/><item><title>Dua Kali Jokowi Sindir Media saat Pidato Kenegaraan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196118/dua-kali-jokowi-sindir-media-saat-pidato-kenegaraan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/14/337/1196118/dua-kali-jokowi-sindir-media-saat-pidato-kenegaraan</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2015 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/14/337/1196118/dua-kali-jokowi-sindir-media-saat-pidato-kenegaraan-H7XDzQTxnO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/14/337/1196118/dua-kali-jokowi-sindir-media-saat-pidato-kenegaraan-H7XDzQTxnO.jpg</image><title>Presiden Jokowi (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pada pidato keduanya di sidang gabungan antara DPR-DPD, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir banyaknya pihak yang tidak mengedepankan budaya saling menghargai dan tenggang rasa.
Menurut Jokowi, kebebasan saat ini sudah tak terkontrol. Salah satu yang paling kelihatan adalah perilaku media yang dianggapnya hanya mengejar rating. Bahkan pernyataan ini diulangnya sebanyak dua kali.
&quot;Media juga hanya mengejar rating dibanding memandu publik, sekali lagi hanya mengejar rating dibanding memandu publik,&quot; sindir Jokowi di Ruang Sidang Paripurna, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Akibatnya, lanjut Jokowi, masyarakat cenderung terjebak pada histeria publik dengan dimensi yang selalu sensansional.
&quot;Tanpa kesantunan politik dan kedisiplinan ekonomi maka akan hilang optimisme dan lamban dalam menghadapi persoalan lain,&quot;pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pada pidato keduanya di sidang gabungan antara DPR-DPD, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir banyaknya pihak yang tidak mengedepankan budaya saling menghargai dan tenggang rasa.
Menurut Jokowi, kebebasan saat ini sudah tak terkontrol. Salah satu yang paling kelihatan adalah perilaku media yang dianggapnya hanya mengejar rating. Bahkan pernyataan ini diulangnya sebanyak dua kali.
&quot;Media juga hanya mengejar rating dibanding memandu publik, sekali lagi hanya mengejar rating dibanding memandu publik,&quot; sindir Jokowi di Ruang Sidang Paripurna, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
Akibatnya, lanjut Jokowi, masyarakat cenderung terjebak pada histeria publik dengan dimensi yang selalu sensansional.
&quot;Tanpa kesantunan politik dan kedisiplinan ekonomi maka akan hilang optimisme dan lamban dalam menghadapi persoalan lain,&quot;pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
