<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Mus Sambut Hangat Rencana Paus ke Indonesia</title><description>Meski mengaku belum dengar, tapi Gus Mus menyambut hangat rencana kedatangan pemimpin besar Katolik dunia, Paus Fransiskus ke Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/15/337/1196864/gus-mus-sambut-hangat-rencana-paus-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/15/337/1196864/gus-mus-sambut-hangat-rencana-paus-ke-indonesia"/><item><title>Gus Mus Sambut Hangat Rencana Paus ke Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/15/337/1196864/gus-mus-sambut-hangat-rencana-paus-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/15/337/1196864/gus-mus-sambut-hangat-rencana-paus-ke-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 15 Agustus 2015 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/15/337/1196864/gus-mus-sambut-hangat-rencana-paus-ke-indonesia-fSvMq52LFe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Mustofa Bisri (Gus Mus) (Foto: SINDO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/15/337/1196864/gus-mus-sambut-hangat-rencana-paus-ke-indonesia-fSvMq52LFe.jpg</image><title>KH Mustofa Bisri (Gus Mus) (Foto: SINDO)</title></images><description>
DEPOK - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, disebut-sebut berencana datang ke Indonesia. Menanggapi hal itu, Tokoh Nahdatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, mengaku belum mendengar hal itu.
&amp;ldquo;Saya belum dengar. Kalau saya yang dengar ada Presiden Mesir mau ke sini. Ya baguslah jika Paus akan datang,&amp;rdquo; papar Gus Mus, Sabtu (15/8/2015).
Menurutnya, saat ini masyarakat dunia melihat Indonesia sebagai bangsa yang sejuk dalam toleransi beragama berlandaskan Pancasila. Ia menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus, jika ingin mengambil nilai-nilai positif dari Indonesia.
&amp;ldquo;Orang di dunia melihat Indonesia merupakan negara yang mempunyai patokan, yang membuat masyarakatnya itu adem, sejuk dengan berdasar Pancasila dan saling menghormati,&quot; tambahnya.
Paus Fransiskus disebut berencana ke Indonesia (Foto: Reuters)
&quot;Di luar negeri itu kalau teringat Indonesia, kok adem ayem, ada apa di sini? Paus mau datang ya mau belajar mungkin,&amp;rdquo; lanjut Gus Mus.
Saat ditanya kekhawatiran kondisi pasca-insiden Tolikara dengan kedatangan Paus, Gus Mus meminta masyarakat memandang kasus Tolikara tidak secara parsial. Sebab secara umum, Gus Mus melihat Indonesia bangsa yang saling menghargai.
&amp;ldquo;Enggak juga. Anda melihat jangan parsial kecil-kecil. Lihat secara keseluruhan bangsa kita luar biasa bukan main,&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>
DEPOK - Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, disebut-sebut berencana datang ke Indonesia. Menanggapi hal itu, Tokoh Nahdatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, mengaku belum mendengar hal itu.
&amp;ldquo;Saya belum dengar. Kalau saya yang dengar ada Presiden Mesir mau ke sini. Ya baguslah jika Paus akan datang,&amp;rdquo; papar Gus Mus, Sabtu (15/8/2015).
Menurutnya, saat ini masyarakat dunia melihat Indonesia sebagai bangsa yang sejuk dalam toleransi beragama berlandaskan Pancasila. Ia menyambut baik kedatangan Paus Fransiskus, jika ingin mengambil nilai-nilai positif dari Indonesia.
&amp;ldquo;Orang di dunia melihat Indonesia merupakan negara yang mempunyai patokan, yang membuat masyarakatnya itu adem, sejuk dengan berdasar Pancasila dan saling menghormati,&quot; tambahnya.
Paus Fransiskus disebut berencana ke Indonesia (Foto: Reuters)
&quot;Di luar negeri itu kalau teringat Indonesia, kok adem ayem, ada apa di sini? Paus mau datang ya mau belajar mungkin,&amp;rdquo; lanjut Gus Mus.
Saat ditanya kekhawatiran kondisi pasca-insiden Tolikara dengan kedatangan Paus, Gus Mus meminta masyarakat memandang kasus Tolikara tidak secara parsial. Sebab secara umum, Gus Mus melihat Indonesia bangsa yang saling menghargai.
&amp;ldquo;Enggak juga. Anda melihat jangan parsial kecil-kecil. Lihat secara keseluruhan bangsa kita luar biasa bukan main,&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
