<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Pembangunan Gedung Baru Masih Dikaji</title><description>Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, meminta kepada semua pihak untuk tidak terlebih dahulu berandai-andai dengan wacana gedung baru DPR.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/20/337/1199610/dpr-pembangunan-gedung-baru-masih-dikaji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/20/337/1199610/dpr-pembangunan-gedung-baru-masih-dikaji"/><item><title>DPR: Pembangunan Gedung Baru Masih Dikaji</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/20/337/1199610/dpr-pembangunan-gedung-baru-masih-dikaji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/20/337/1199610/dpr-pembangunan-gedung-baru-masih-dikaji</guid><pubDate>Kamis 20 Agustus 2015 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/20/337/1199610/dpr-pembangunan-gedung-baru-masih-dikaji-6AOcbVnnIj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/20/337/1199610/dpr-pembangunan-gedung-baru-masih-dikaji-6AOcbVnnIj.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Rencana pelaksanaan tujuh megaproyek pembangunan Gedung DPR RI menuai kritikan, karena harus merogoh dana mencapai Rp1,6 triliun.
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, meminta kepada semua pihak untuk tidak terlebih dahulu berandai-andai dengan wacana tersebut, termasuk soal besaran anggaran yang dibutuhkan.
&quot;Sekarang enggak usah berandai-andai, melihat dari versi mana-mana,&quot; ungkap Taufik usai rapat paripurna soal APBNP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Ia mengatakan, seluruh fraksi sudah menyampaikan pandangan umum dalam rapat paripurna membahas nota keuangan. Pembahasannya terkait berbagai hal, termasuk pengembangan DPR RI.
&quot;Namun Badan Anggaran (Banggar) belum bahas, tapi sempat mengingatkan kembali ini menyangkut keterbatasan ruang. Dikembalikan lagi ke Banggar,&quot; ungkapnya.
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi rencana tersebut. Namun, keputusan memang belum dibuat lantaran pembahasan baru masuk pada pandangan umum fraksi.
&quot;Nanti ada kajian mendetail yang mencakupi aspek transparansi, sampai sekarang Banggar sama pemerintah belum pada posisi membahas anggaran. Sudah ada wacana pengembangan tapi on positioning baru tahapan pandangan umum,&quot; simpulnya. (awl)
</description><content:encoded>
JAKARTA - Rencana pelaksanaan tujuh megaproyek pembangunan Gedung DPR RI menuai kritikan, karena harus merogoh dana mencapai Rp1,6 triliun.
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, meminta kepada semua pihak untuk tidak terlebih dahulu berandai-andai dengan wacana tersebut, termasuk soal besaran anggaran yang dibutuhkan.
&quot;Sekarang enggak usah berandai-andai, melihat dari versi mana-mana,&quot; ungkap Taufik usai rapat paripurna soal APBNP di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2015).
Ia mengatakan, seluruh fraksi sudah menyampaikan pandangan umum dalam rapat paripurna membahas nota keuangan. Pembahasannya terkait berbagai hal, termasuk pengembangan DPR RI.
&quot;Namun Badan Anggaran (Banggar) belum bahas, tapi sempat mengingatkan kembali ini menyangkut keterbatasan ruang. Dikembalikan lagi ke Banggar,&quot; ungkapnya.
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi rencana tersebut. Namun, keputusan memang belum dibuat lantaran pembahasan baru masuk pada pandangan umum fraksi.
&quot;Nanti ada kajian mendetail yang mencakupi aspek transparansi, sampai sekarang Banggar sama pemerintah belum pada posisi membahas anggaran. Sudah ada wacana pengembangan tapi on positioning baru tahapan pandangan umum,&quot; simpulnya. (awl)
</content:encoded></item></channel></rss>
