<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Kampung Pulo, Fadli Zon: Jangan Bikin Masyarakat Tambah Susah!</title><description>Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mengkritik cara Pemprof DKI mengeksekusi warga Kampung Pulo yang membuat masyarakat menderita.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/21/338/1200186/soal-kampung-pulo-fadli-zon-jangan-bikin-masyarakat-tambah-susah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/21/338/1200186/soal-kampung-pulo-fadli-zon-jangan-bikin-masyarakat-tambah-susah"/><item><title>Soal Kampung Pulo, Fadli Zon: Jangan Bikin Masyarakat Tambah Susah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/21/338/1200186/soal-kampung-pulo-fadli-zon-jangan-bikin-masyarakat-tambah-susah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/21/338/1200186/soal-kampung-pulo-fadli-zon-jangan-bikin-masyarakat-tambah-susah</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2015 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/21/338/1200186/soal-kampung-pulo-fadli-zon-jangan-bikin-masyarakat-tambah-susah-qz2T5MhJmI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPR Fadli Zon (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/21/338/1200186/soal-kampung-pulo-fadli-zon-jangan-bikin-masyarakat-tambah-susah-qz2T5MhJmI.jpg</image><title>Wakil Ketua DPR Fadli Zon (foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mendukung upaya pemerintah untuk menertibkan kawasan Kampung Pulo. Hanya, dia mengkritik cara eksekusi yang semakin membuat masyarakat menderita.
Belum lagi dengan buruknya kondisi perekonomian saat ini yang semakin mempersulit hidup masyarakat.
&quot;Tetapi jangan sampai terjadi penolakan seperti itu, karena situasi ekonomi kita sedang anjlok. Kita harus bisa merasakan penderitaan masyarakat yang hidup di bantaran kali itu. Memang perlu kita tata, tapi tak begitu caranya,&quot; ungkap Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
&amp;nbsp;
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan pendekatan dengan cara kekerasan saat mengeksekusi warga Kampung Pulo.
&quot;Jangan sampai terjadi konflik di masyarakat. Jadi, harus dipastikan juga ke masyarakat apa menerima (untuk digusur). Jangan melakukan pendekatan dengan kekuasaan,&quot; ungkapnya.
Selain itu, Fadli menyarankan eksekusi dilakukan setelah semua rusunawa siap ditempati. &quot;Kalau belum jalan (siap) seharusnya jangan dieksekusi dulu, ditunda kalau belum dibangun. Mereka mau tinggal di mana?&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, mendukung upaya pemerintah untuk menertibkan kawasan Kampung Pulo. Hanya, dia mengkritik cara eksekusi yang semakin membuat masyarakat menderita.
Belum lagi dengan buruknya kondisi perekonomian saat ini yang semakin mempersulit hidup masyarakat.
&quot;Tetapi jangan sampai terjadi penolakan seperti itu, karena situasi ekonomi kita sedang anjlok. Kita harus bisa merasakan penderitaan masyarakat yang hidup di bantaran kali itu. Memang perlu kita tata, tapi tak begitu caranya,&quot; ungkap Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).
&amp;nbsp;
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan pendekatan dengan cara kekerasan saat mengeksekusi warga Kampung Pulo.
&quot;Jangan sampai terjadi konflik di masyarakat. Jadi, harus dipastikan juga ke masyarakat apa menerima (untuk digusur). Jangan melakukan pendekatan dengan kekuasaan,&quot; ungkapnya.
Selain itu, Fadli menyarankan eksekusi dilakukan setelah semua rusunawa siap ditempati. &quot;Kalau belum jalan (siap) seharusnya jangan dieksekusi dulu, ditunda kalau belum dibangun. Mereka mau tinggal di mana?&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
