<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Api di Gunung Merbabu Masih Berkobar</title><description>BNPB menyatakan, kalau kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu belum padam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/21/512/1200504/api-di-gunung-merbabu-masih-berkobar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/21/512/1200504/api-di-gunung-merbabu-masih-berkobar"/><item><title>Api di Gunung Merbabu Masih Berkobar</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/21/512/1200504/api-di-gunung-merbabu-masih-berkobar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/21/512/1200504/api-di-gunung-merbabu-masih-berkobar</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2015 23:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/21/512/1200504/api-di-gunung-merbabu-masih-berkobar-SP441cQkwM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Hutan (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/21/512/1200504/api-di-gunung-merbabu-masih-berkobar-SP441cQkwM.jpg</image><title>Kebakaran Hutan (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>


JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di lereng jalur pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, belum padam.

&quot;Kebakaran terjadi di Dusun Tretes dan Dusun Bentrokan, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Magelang,&quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Menurut Sutopo, pada Kamis 20 Agustus, api membesar setelah sempat padam.  Bahkan, kini kebakaran semakin membesar dan sulit dipadamkan.

&quot;Diduga angin yang agak kencang menyebabkan api yang sudah sempat padam kembali membesar dan menjalar ke sekitarnya,&quot; katanya.

Jarak titik api, sambungnya, kurang lebih empat kilometer dari permukiman warga. &quot;Karena itu pemadaman penting dilakukan agar tidak merambat ke permukiman warga,&quot; ujarnya.

Sebanyak 250 personel BPBD Magelang, Boyolali, Klaten juga tim dari instansi terkait serta relawan dan masyarakat masih berusaha membuat sekat agar api tidak meluas.

&quot;Terbatasnya air, medan yang berat dan angin cukup kencang menyulitkan pemadaman,&quot; ujarnya.

Untuk mendukung logistik, BPBD Kabupaten Magelang mendirikan dua pos dapur umum. Sementara itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran di gunung.

&quot;Kondisi cuaca yang kering mudah sekali terbakar dan sulit dipadamkan. Water bombing dengan helikopter juga sulit dilakukan karena terbatasnya air,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>


JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di lereng jalur pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, belum padam.

&quot;Kebakaran terjadi di Dusun Tretes dan Dusun Bentrokan, Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Magelang,&quot; kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Menurut Sutopo, pada Kamis 20 Agustus, api membesar setelah sempat padam.  Bahkan, kini kebakaran semakin membesar dan sulit dipadamkan.

&quot;Diduga angin yang agak kencang menyebabkan api yang sudah sempat padam kembali membesar dan menjalar ke sekitarnya,&quot; katanya.

Jarak titik api, sambungnya, kurang lebih empat kilometer dari permukiman warga. &quot;Karena itu pemadaman penting dilakukan agar tidak merambat ke permukiman warga,&quot; ujarnya.

Sebanyak 250 personel BPBD Magelang, Boyolali, Klaten juga tim dari instansi terkait serta relawan dan masyarakat masih berusaha membuat sekat agar api tidak meluas.

&quot;Terbatasnya air, medan yang berat dan angin cukup kencang menyulitkan pemadaman,&quot; ujarnya.

Untuk mendukung logistik, BPBD Kabupaten Magelang mendirikan dua pos dapur umum. Sementara itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran di gunung.

&quot;Kondisi cuaca yang kering mudah sekali terbakar dan sulit dipadamkan. Water bombing dengan helikopter juga sulit dilakukan karena terbatasnya air,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
