<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selama 2015, 10 Gadis Buleleng Dilarikan</title><description>Polres Buleleng di Bali mencatat, selama 2015 ini, 10 gadis Buleleng dilarikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/25/340/1202086/selama-2015-10-gadis-buleleng-dilarikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/25/340/1202086/selama-2015-10-gadis-buleleng-dilarikan"/><item><title>Selama 2015, 10 Gadis Buleleng Dilarikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/25/340/1202086/selama-2015-10-gadis-buleleng-dilarikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/25/340/1202086/selama-2015-10-gadis-buleleng-dilarikan</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2015 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/25/340/1202086/selama-2015-10-gadis-buleleng-dilarikan-PmueTNv28p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/25/340/1202086/selama-2015-10-gadis-buleleng-dilarikan-PmueTNv28p.jpg</image><title>Ilustrasi. (dok.Okezone)</title></images><description>
BULELENG &amp;ndash; Polres Buleleng di Bali menyatakan, jumlah kasus kejahatan di wilayahnya meningkat tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ini sudah tercatat 74 kasus.
Sedangkan selama 2014, jumlahnya mencapai 87 kasus. &quot;Jadi, dapat disimpulkan (selama 2015 ini), dalam sebulan rata-rata terjadi sebanyak sembilan kasus,&quot; ujar Kapolres Buleleng  AKBP Kurniadi, Selasa (25/8/2015).
Ia mencontohkan, sejak Januri hingga Agustus 2015, sudah 10 kali kasus melarikan anak gadis di Buleleng. Namun Kurniadi tidak merinci seperti apa kronologinya.
Kasus lain di antaranya berupa kasus kekerasan fisik sebanyak 30 kasus, kekerasan psikis satu kasus, kekerasan terhadap anak lima kasus, perzinahan tiga kasus, dan perbuatan cabul delapan kasus.
&quot;Sementara untuk persetubuhan anak sebanyak tiga kasus, penghinaan lima kasus, penganiayaan 12 kasus, penelantaran empat kasus, pornografi satu kasus, pengeroyokan satu kasus, pencurian tiga kasus, dan kasus menikah kembali lima kasus&quot; ucap Kurniadi.
Manurut dia, peningkatan kasus secara umum disebabkan karena adanya kesempatan melakukan tindak kekerasan ditambah kurangnya pengawasan orangtua mengawasi anak masing-masing.
Kurniadi menambahkan, pihaknya saat ini gencar melakukan langkah preventif, yakni dengan menyosialisasikan pemahaman hukum terhadap masyarakat Buleleng dengan melibatkan personel Polisi Wanita (Polwan).

</description><content:encoded>
BULELENG &amp;ndash; Polres Buleleng di Bali menyatakan, jumlah kasus kejahatan di wilayahnya meningkat tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun ini sudah tercatat 74 kasus.
Sedangkan selama 2014, jumlahnya mencapai 87 kasus. &quot;Jadi, dapat disimpulkan (selama 2015 ini), dalam sebulan rata-rata terjadi sebanyak sembilan kasus,&quot; ujar Kapolres Buleleng  AKBP Kurniadi, Selasa (25/8/2015).
Ia mencontohkan, sejak Januri hingga Agustus 2015, sudah 10 kali kasus melarikan anak gadis di Buleleng. Namun Kurniadi tidak merinci seperti apa kronologinya.
Kasus lain di antaranya berupa kasus kekerasan fisik sebanyak 30 kasus, kekerasan psikis satu kasus, kekerasan terhadap anak lima kasus, perzinahan tiga kasus, dan perbuatan cabul delapan kasus.
&quot;Sementara untuk persetubuhan anak sebanyak tiga kasus, penghinaan lima kasus, penganiayaan 12 kasus, penelantaran empat kasus, pornografi satu kasus, pengeroyokan satu kasus, pencurian tiga kasus, dan kasus menikah kembali lima kasus&quot; ucap Kurniadi.
Manurut dia, peningkatan kasus secara umum disebabkan karena adanya kesempatan melakukan tindak kekerasan ditambah kurangnya pengawasan orangtua mengawasi anak masing-masing.
Kurniadi menambahkan, pihaknya saat ini gencar melakukan langkah preventif, yakni dengan menyosialisasikan pemahaman hukum terhadap masyarakat Buleleng dengan melibatkan personel Polisi Wanita (Polwan).

</content:encoded></item></channel></rss>
