<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Said Aqil: Nama Tuhan Tidak Musyrik</title><description>Said Aqil mengatakan nama Tuhan tidak musyrik namun sebaiknya diganti dengan nama lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/27/338/1203406/said-aqil-nama-tuhan-tidak-musyrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/27/338/1203406/said-aqil-nama-tuhan-tidak-musyrik"/><item><title>Said Aqil: Nama Tuhan Tidak Musyrik</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/27/338/1203406/said-aqil-nama-tuhan-tidak-musyrik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/27/338/1203406/said-aqil-nama-tuhan-tidak-musyrik</guid><pubDate>Kamis 27 Agustus 2015 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/27/338/1203406/said-aqil-nama-tuhan-tidak-musyrik-AzMIBPJAvR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Said Aqil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/27/338/1203406/said-aqil-nama-tuhan-tidak-musyrik-AzMIBPJAvR.jpg</image><title>KH Said Aqil (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj angkat bicara soal Tuhan dan Saiton yang disematkan pada nama orang di Banyuwangi dan Palembang.
Ia mengatakan sebaiknya memberi nama anak dengan memilih kata-kata yang baik.
&quot;Berilah nama anakmu dengan nama-nama yang baik, jangan nama Harb, artinya perang. Saidina Ali (Sahabat Rasul Muhammad SAW) mau namakan anaknya Harb, perang. Enggak boleh, diganti Hasan. Nama Tuhan itu tidak etis lah,&quot; kata Said Aqil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Karena itu, Said mengatakan alangkah lebih baik jika nama Tuhan diganti walaupun nama tersebut merupakan pemberian orang tuanya.
&quot;Iya, iya (walau nama pemberian orang tua). Nabi katakan begitu, berilah nama pada anak-anak mu sekalian dengan nama yang baik. Secara etika itu saja, tapi enggak sampai musyirik atau apa. Cuma anjurannya diganti aja,&quot; tandasnya.
Senada dengan Said Aqil, Rais Aam PBNU, KH. Makruf Amin mengatakan sebaiknya mereka mengganti nama lantaran dinilai tidak etis nama Tuhan dijadikan nama orang.
&quot;Itu etisnya diganti dengan nama sesuai, misalnya Hamba Tuhan.  (Tuhan) Itu terlalu berlebihan, nama itu enggak boleh terlalu besar, tapi enggak boleh juga direndahkan,&quot; kata Makruf Amin.


</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj angkat bicara soal Tuhan dan Saiton yang disematkan pada nama orang di Banyuwangi dan Palembang.
Ia mengatakan sebaiknya memberi nama anak dengan memilih kata-kata yang baik.
&quot;Berilah nama anakmu dengan nama-nama yang baik, jangan nama Harb, artinya perang. Saidina Ali (Sahabat Rasul Muhammad SAW) mau namakan anaknya Harb, perang. Enggak boleh, diganti Hasan. Nama Tuhan itu tidak etis lah,&quot; kata Said Aqil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).
Karena itu, Said mengatakan alangkah lebih baik jika nama Tuhan diganti walaupun nama tersebut merupakan pemberian orang tuanya.
&quot;Iya, iya (walau nama pemberian orang tua). Nabi katakan begitu, berilah nama pada anak-anak mu sekalian dengan nama yang baik. Secara etika itu saja, tapi enggak sampai musyirik atau apa. Cuma anjurannya diganti aja,&quot; tandasnya.
Senada dengan Said Aqil, Rais Aam PBNU, KH. Makruf Amin mengatakan sebaiknya mereka mengganti nama lantaran dinilai tidak etis nama Tuhan dijadikan nama orang.
&quot;Itu etisnya diganti dengan nama sesuai, misalnya Hamba Tuhan.  (Tuhan) Itu terlalu berlebihan, nama itu enggak boleh terlalu besar, tapi enggak boleh juga direndahkan,&quot; kata Makruf Amin.


</content:encoded></item></channel></rss>
