<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI AL Tangkap Otak Pembajakan Kapal MT Orkim Harmony</title><description>TNI AL berhasl menangkap seorang pria yang diduga menjadi otak pembajakan kapal MT Orkim Harmony.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/28/18/1204391/tni-al-tangkap-otak-pembajakan-kapal-mt-orkim-harmony</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/28/18/1204391/tni-al-tangkap-otak-pembajakan-kapal-mt-orkim-harmony"/><item><title>TNI AL Tangkap Otak Pembajakan Kapal MT Orkim Harmony</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/28/18/1204391/tni-al-tangkap-otak-pembajakan-kapal-mt-orkim-harmony</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/28/18/1204391/tni-al-tangkap-otak-pembajakan-kapal-mt-orkim-harmony</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2015 19:49 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/28/18/1204391/tni-al-tangkap-otak-pembajakan-kapal-mt-orkim-harmony-p3fjq9WpL4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penangkapan. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/28/18/1204391/tni-al-tangkap-otak-pembajakan-kapal-mt-orkim-harmony-p3fjq9WpL4.jpg</image><title>Ilustrasi penangkapan. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA - Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Koarmabar  berhasil membekuk otak pelaku pembajakan kapal MT Orkim Harmony, Kamis 27 Agustus 2015. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana M Zainudin memaparkan, tersangka Albert Yohanes (AY) ditangkap di Apartemen Mediterania 1 Kavling 5-9, Jalan Duren Raya, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

&quot;Ia diduga sebagai aktor intelektual di balik drama pembajakan kapal berbendera Malaysia, sempat DPO sekira 1,5 bulan,&quot; ujar Zainudin saat dikonfirmsi awak media di Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Seperti diketahui, kapal tanker  MT Orkim Harmony yang membawa 6.000 mega ton bahan bakar minyak  itu hilang kontak pada  11 Juni 2015. Koordinat terakhir kapal berberndera Malaysia itu berada pada titik 02&amp;ordm; 08,9 Utara - 104&amp;ordm; 27,3 Timur  atau sekira 17 neutical mile barat daya Pulau Alur,  Malaysia.

Dalam pencarian kapal tersebut, pihak Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) melakukan kerjasama dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan TNI Angkatan Laut.

&quot;Nah, dalam hal ini Koarmabar karena dikhawatirkan kapal itu akan dibawa menuju ke wilayah perairan Republik Indonesia,&quot; imbuhnya.

Selanjutnya, sejak pertengahanJuni 2015, lanjut Zainudin, Koarmabar telah  mengerahkan enam KRI dan satu pesawat udara (Pesud) yakni, KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385, KRI Parang-647, KRI Surik-645, KRI Clurit-641, KRI  Kujang-642 dan Pesud Cassa U-618.

Kapal MT Orkim Harmony akhirnya ditemukan oleh kapal TLDM pada 18 Juni 2015 di perairan Malaysia.

&quot;Meskipun demikian, atas permintaan TLDM unsur-unsur Koarmabar diminta untuk tetap melakukan penyekatan. Delapan orang pelaku perompakan berhasil ditangkap di perairan Pulau Tho Chu, Vietnam,&quot; sambungnya.

Sementara, tim WFQR IV Koarmabar pada 20 Juni 2015 menggunakan Sea Raider Batalyon 10 Marinir berhasil menemukan Tug Boat TB Malabo bendera Indonesia yang diduga sebagai sarana untuk melakukan perompakan MT Orkim Harmony di Perairan Tanjung Riau, Batam.

&quot;Sampai saat ini, para pelaku pembajakan MT Orkim Harmony masih ditahan otoritas keamanan Vietnam, sedangkan ABK Tug Boat TB Malabo yang kemudian berhasil ditangkap telah diamankan di Lanal Batam,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Koarmabar  berhasil membekuk otak pelaku pembajakan kapal MT Orkim Harmony, Kamis 27 Agustus 2015. Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksamana M Zainudin memaparkan, tersangka Albert Yohanes (AY) ditangkap di Apartemen Mediterania 1 Kavling 5-9, Jalan Duren Raya, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

&quot;Ia diduga sebagai aktor intelektual di balik drama pembajakan kapal berbendera Malaysia, sempat DPO sekira 1,5 bulan,&quot; ujar Zainudin saat dikonfirmsi awak media di Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Seperti diketahui, kapal tanker  MT Orkim Harmony yang membawa 6.000 mega ton bahan bakar minyak  itu hilang kontak pada  11 Juni 2015. Koordinat terakhir kapal berberndera Malaysia itu berada pada titik 02&amp;ordm; 08,9 Utara - 104&amp;ordm; 27,3 Timur  atau sekira 17 neutical mile barat daya Pulau Alur,  Malaysia.

Dalam pencarian kapal tersebut, pihak Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) melakukan kerjasama dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan TNI Angkatan Laut.

&quot;Nah, dalam hal ini Koarmabar karena dikhawatirkan kapal itu akan dibawa menuju ke wilayah perairan Republik Indonesia,&quot; imbuhnya.

Selanjutnya, sejak pertengahanJuni 2015, lanjut Zainudin, Koarmabar telah  mengerahkan enam KRI dan satu pesawat udara (Pesud) yakni, KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385, KRI Parang-647, KRI Surik-645, KRI Clurit-641, KRI  Kujang-642 dan Pesud Cassa U-618.

Kapal MT Orkim Harmony akhirnya ditemukan oleh kapal TLDM pada 18 Juni 2015 di perairan Malaysia.

&quot;Meskipun demikian, atas permintaan TLDM unsur-unsur Koarmabar diminta untuk tetap melakukan penyekatan. Delapan orang pelaku perompakan berhasil ditangkap di perairan Pulau Tho Chu, Vietnam,&quot; sambungnya.

Sementara, tim WFQR IV Koarmabar pada 20 Juni 2015 menggunakan Sea Raider Batalyon 10 Marinir berhasil menemukan Tug Boat TB Malabo bendera Indonesia yang diduga sebagai sarana untuk melakukan perompakan MT Orkim Harmony di Perairan Tanjung Riau, Batam.

&quot;Sampai saat ini, para pelaku pembajakan MT Orkim Harmony masih ditahan otoritas keamanan Vietnam, sedangkan ABK Tug Boat TB Malabo yang kemudian berhasil ditangkap telah diamankan di Lanal Batam,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
