<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Melemah, Amien Rais: Jangan Sampai seperti Irak &amp; Suriah!</title><description>Amien Rais menyebut NKRI lebih rapuh dari Uni Soviet dahulu kala yang digdaya dan kini Indonesia berpotensi seperti Irak dan Suriah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/29/337/1204792/ekonomi-melemah-amien-rais-jangan-sampai-seperti-irak-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/29/337/1204792/ekonomi-melemah-amien-rais-jangan-sampai-seperti-irak-suriah"/><item><title>Ekonomi Melemah, Amien Rais: Jangan Sampai seperti Irak &amp; Suriah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/29/337/1204792/ekonomi-melemah-amien-rais-jangan-sampai-seperti-irak-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/29/337/1204792/ekonomi-melemah-amien-rais-jangan-sampai-seperti-irak-suriah</guid><pubDate>Sabtu 29 Agustus 2015 21:50 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/29/337/1204792/ekonomi-melemah-amien-rais-jangan-sampai-seperti-irak-suriah-05LCe2GfCi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Amien Rais (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/29/337/1204792/ekonomi-melemah-amien-rais-jangan-sampai-seperti-irak-suriah-05LCe2GfCi.jpg</image><title>Amien Rais (Foto: Antara)</title></images><description>
SEMARANG - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, berseru kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk segera menggelar pertemuan dengan seluruh tokoh-tokoh nasional, membicarakan kondisi perekonomian Indonesia yang terus melemah.
Amien menyatakan Indonesia terancam disintegrasi, apabila kondisi ini terus-terusan didiamkan. &quot;Jangan sampai kita seperti Irak, Suriah, atau Afganistan,&quot; seru Amien, Sabtu (29/8/2015).
&quot;There is only one solution (hanya ada satu solusi). Undang mereka semua (tokoh-tokoh nasional),&quot; lanjutnya saat memberi sambutan kepada kader PAN se-Jawa Tengah di Semarang.
Menurut Amien, Jokowi merupakan Presiden terpilih, panglima tertinggi,kKepala negara, dan kepala pemerintahan. &quot;Jadi Pak Jokowi ini Bapak Bangsa untuk sipil, militer, dan segenap bangsa yang menghuni wilayah Indonesia,&quot; sambung Amien menegaskan.
Amien menyatakan, neo-kolonialisme sedang mengancam keutuhan Indonesia. Untuk menjaga keutuhan Indonesia, kata Amien, Jokowi harus mengajak semua tokoh nasional berbicara kondisi bangsa.
Menurut Amien, Pertama, Jokowi harus mengundang Ketua-Ketua lembaga tinggi negara seperti Ketua MPR/DPR dan wakil-wakilnya, Ketua Mahkamah Agung, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, dan lain-lain.
&quot;Kemudian, panggil semua pimpinan tertinggi Polri dan TNI. TNI bertugas menjaga pertahanan, jadi harus diajak bersama-sama,&quot; tegas Amien lagi
Selain itu, kata Amien, Jokowi juga harus mengundang seluruh pentolan partai politik dari Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. &quot;Undang juga tokoh-tokoh keagamaan. Ada Majelis Katolik, MUI, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama,&quot; ungkapnya.
Di luar mereka, Amien melanjutkan, Jokowi juga harus mengundang wartawan-wartawan senior yang menjadi Pemimpin Redaksi media top, sejumlah tokoh intelektual berkaliber top, sejumlah pentolan Non-goverment Organisation (LSM) yang masih merah-putih, dan pengusaha-pengusaha dari lintas unsur.
Amien mengingatkan agar Bapak Bangsa seperti Tri Sutrisno, BJ Habibie, dan lain-lain juga turut diundang. &quot;Ajak mereka duduk bersama. (Jelaskan), ini lho situasi negara kita, yang mungkin akan mengalami nasib seperti negara-negara lain kalau tidak hati-hati,&quot; imbuh Amien.
Amien menyatakan pertemuan tokoh-tokoh nasional begitu penting. Seraya berkelakar, Amien menuturkan pertemuan itu harus dilaksanakan, meskipun dirinya tak diundang.
&quot;Amien Rais tidak diundang, tidak apa-apa. Saya sekarang cukup jadi Begawan saja,&quot; papar Amien lagi.
Menurut Amien Rais, Indonesia memiliki sindrom separatis berdarah. Ia khawatir sindrom itu bakal bersemi kembali saat kondisi ekonomi dan politik nasional melemah.
&quot;Saya ingatkan, tahun 1980-an, Uni Soviet sama digdayanya sebagai Adi Kuasa. Tapi bisa hancur dalam sekejap. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), itu lebih rapuh dari Uni Soviet,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
SEMARANG - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, berseru kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk segera menggelar pertemuan dengan seluruh tokoh-tokoh nasional, membicarakan kondisi perekonomian Indonesia yang terus melemah.
Amien menyatakan Indonesia terancam disintegrasi, apabila kondisi ini terus-terusan didiamkan. &quot;Jangan sampai kita seperti Irak, Suriah, atau Afganistan,&quot; seru Amien, Sabtu (29/8/2015).
&quot;There is only one solution (hanya ada satu solusi). Undang mereka semua (tokoh-tokoh nasional),&quot; lanjutnya saat memberi sambutan kepada kader PAN se-Jawa Tengah di Semarang.
Menurut Amien, Jokowi merupakan Presiden terpilih, panglima tertinggi,kKepala negara, dan kepala pemerintahan. &quot;Jadi Pak Jokowi ini Bapak Bangsa untuk sipil, militer, dan segenap bangsa yang menghuni wilayah Indonesia,&quot; sambung Amien menegaskan.
Amien menyatakan, neo-kolonialisme sedang mengancam keutuhan Indonesia. Untuk menjaga keutuhan Indonesia, kata Amien, Jokowi harus mengajak semua tokoh nasional berbicara kondisi bangsa.
Menurut Amien, Pertama, Jokowi harus mengundang Ketua-Ketua lembaga tinggi negara seperti Ketua MPR/DPR dan wakil-wakilnya, Ketua Mahkamah Agung, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, dan lain-lain.
&quot;Kemudian, panggil semua pimpinan tertinggi Polri dan TNI. TNI bertugas menjaga pertahanan, jadi harus diajak bersama-sama,&quot; tegas Amien lagi
Selain itu, kata Amien, Jokowi juga harus mengundang seluruh pentolan partai politik dari Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. &quot;Undang juga tokoh-tokoh keagamaan. Ada Majelis Katolik, MUI, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama,&quot; ungkapnya.
Di luar mereka, Amien melanjutkan, Jokowi juga harus mengundang wartawan-wartawan senior yang menjadi Pemimpin Redaksi media top, sejumlah tokoh intelektual berkaliber top, sejumlah pentolan Non-goverment Organisation (LSM) yang masih merah-putih, dan pengusaha-pengusaha dari lintas unsur.
Amien mengingatkan agar Bapak Bangsa seperti Tri Sutrisno, BJ Habibie, dan lain-lain juga turut diundang. &quot;Ajak mereka duduk bersama. (Jelaskan), ini lho situasi negara kita, yang mungkin akan mengalami nasib seperti negara-negara lain kalau tidak hati-hati,&quot; imbuh Amien.
Amien menyatakan pertemuan tokoh-tokoh nasional begitu penting. Seraya berkelakar, Amien menuturkan pertemuan itu harus dilaksanakan, meskipun dirinya tak diundang.
&quot;Amien Rais tidak diundang, tidak apa-apa. Saya sekarang cukup jadi Begawan saja,&quot; papar Amien lagi.
Menurut Amien Rais, Indonesia memiliki sindrom separatis berdarah. Ia khawatir sindrom itu bakal bersemi kembali saat kondisi ekonomi dan politik nasional melemah.
&quot;Saya ingatkan, tahun 1980-an, Uni Soviet sama digdayanya sebagai Adi Kuasa. Tapi bisa hancur dalam sekejap. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), itu lebih rapuh dari Uni Soviet,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
