<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Bocah Sederhana dari India Jadi CEO Google</title><description>Sundar Pichai berubah dari seorang bocah yang dahulu tinggal di apartemen sempit menjadi tokoh berpengaruh dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/30/18/1204720/kisah-bocah-sederhana-dari-india-jadi-ceo-google</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/30/18/1204720/kisah-bocah-sederhana-dari-india-jadi-ceo-google"/><item><title>Kisah Bocah Sederhana dari India Jadi CEO Google</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/30/18/1204720/kisah-bocah-sederhana-dari-india-jadi-ceo-google</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/30/18/1204720/kisah-bocah-sederhana-dari-india-jadi-ceo-google</guid><pubDate>Minggu 30 Agustus 2015 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/29/18/1204720/kisah-bocah-sederhana-dari-india-jadi-ceo-google-rmfqjI5gLV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sundar Pichai yang berasal dari keluarga sederhana di India, berhasil menjadi CEO salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/29/18/1204720/kisah-bocah-sederhana-dari-india-jadi-ceo-google-rmfqjI5gLV.jpg</image><title>Sundar Pichai yang berasal dari keluarga sederhana di India, berhasil menjadi CEO salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia. (Foto: Reuters)</title></images><description>AWAL bulan ini salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia, Google, menunjuk seorang chief executive officer (CEO) baru untuk menakhodai badan bisnis yang terkenal dengan mesin pencarinya tersebut. Nama Sundar Pichai dipilih sebagai orang nomor satu produsen browser bernama Chrome itu.
Tidak banyak yang pernah mendengar nama Sundar sebelumnya. Tidak mengherankan, pria kelahiran Chennai, India, ini memang bukan sosok yang menonjol. Meski begitu, dia adalah orang yang berada di balik kesuksesan nama-nama yang sering kita dengar seperti Google Chrome, Android, dan Google Apps.
Sundar berasal dari sebuah keluarga sederhana di Chennai. Dia tumbuh di sebuah apartemen dengan dua kamar di Chennai bersama keluarga dan saudaranya.
Berasal dari keluarga sederhana, keadaan ekonomi keluarga Pichai termasuk sulit. Ayahnya seorang insinyur yang bekerja untuk perusahaan Inggris, General Electric, membutuhkan waktu tiga tahun menabung untuk membeli sebuah skuter yang digunakan seluruh keluarga untuk bepergian bersama. Dari sang ayahlah ketertarikan Sundar pada teknologi bermula.
&amp;ldquo;Pada usia dini, dia selalu penasaran dengan pekerjaan saya. Saya pikir pekerjaan saya membuatnya tertarik pada teknologi,&amp;rdquo; kenang sang ayah, Regunatha, sebagaimana dilansir Daily Mail, Minggu (30/8/2015).
Saat keluarganya mendapat telefon untuk pertama kali, kemampuan khusus Sundar yang saat itu berusia 12 tahun mulai terungkap. Dia memiliki kemampuan fotografis untuk angka-angka.
&amp;ldquo;Dalam sebuah percakapan, seorang teman memberi saya nomor telefonnya. Saya meminta istri saya untuk menuliskan nomor itu, tetapi dia lupa. Setelah beberapa bulan, saya bertanya kepada Sundar mengenai nomor itu, dan dia langsung menyebutkannya,&amp;rdquo; lanjut sang ayah.
Sundar kecil begitu menyukai kuis dan teka-teki ilmiah, dia bahkan menolak ajakan untuk bermain di luar demi belajar. Sikap itu membuat Sundar kurang dikenal, bahkan teman sekelasnya mengatakan pria yang kini berusia 43 tahun tersebut tidak memiliki teman.
Semua itu terbayar dengan prestasinya pada masa sekolah. Dia dikenal sebagai murid pintar, bahkan menjadi yang terbaik selama masa kuliah.
Sikapnya yang jarang bergaul pun sedikit demi sedikit berkurang, terutama setelah bertemu perempuan yang saat ini menjadi istrinya, Anjali, saat belajar bersama di Indian Institute of Technology Kharagpur (IIT KGP).
&amp;ldquo;Sekarang saat dia telah menjadi seorang CEO yang paling dicari. Saya selalu bergurau dengan teman-teman saya bahwa hal itu lebih mudah dicapai daripada dia menyatakan perasaan ke Anjali,&amp;rdquo; canda Phani Bushan, salah satu teman kuliah Sundar.
Prestasinya selama belajar di IIT KGP membawanya meraih beasiswa di salah satu universitas terkemuka dunia, Stanford University, di Amerika Serikat (AS). Akan tetapi untuk mengirimnya ke sana, orangtuanya harus berjuang keras.
Ayahnya terpaksa mengambil uang sebesar 1.000 poundsterling, yang pada saat itu jauh lebih besar dari pada uang yang ia hasilkan selama satu tahun, untuk mengirimnya ke AS.
&amp;ldquo;Ayah dan ibu saya melakukan apa yang akan dilakukan kebanyakan orangtua saat seperti itu. Mereka mengorbankan sebagian besar hidup mereka dan menggunakan pendapatan yang dapat mereka gunakan untuk memastikan anak mereka mendapatkan pendidikan,&amp;rdquo; kata Sundar dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.
Sejak saat itu, pendidikan dan kariernya berjalan mulus. Ayah dari dua anak tersebut mendapat gelar master of business administration (MBA) dari Wharton School of the University of Pennsylvania sebelum dipekerjakan oleh Google pada 2004.
Di Google, Sundar membidani lahirnya Google Chrome pada 2008 dan ditunjuk untuk mengepalai divisi sistem operasi telefon genggam Android, sampai akhirnya menjadi wakil presiden Google pada 2012. Sundar saat ini telah berubah dari seorang bocah yang dahulu tinggal di apartemen sempit menjadi tokoh berpengaruh yang ditaksir memiliki nilai USD150 juta.
</description><content:encoded>AWAL bulan ini salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia, Google, menunjuk seorang chief executive officer (CEO) baru untuk menakhodai badan bisnis yang terkenal dengan mesin pencarinya tersebut. Nama Sundar Pichai dipilih sebagai orang nomor satu produsen browser bernama Chrome itu.
Tidak banyak yang pernah mendengar nama Sundar sebelumnya. Tidak mengherankan, pria kelahiran Chennai, India, ini memang bukan sosok yang menonjol. Meski begitu, dia adalah orang yang berada di balik kesuksesan nama-nama yang sering kita dengar seperti Google Chrome, Android, dan Google Apps.
Sundar berasal dari sebuah keluarga sederhana di Chennai. Dia tumbuh di sebuah apartemen dengan dua kamar di Chennai bersama keluarga dan saudaranya.
Berasal dari keluarga sederhana, keadaan ekonomi keluarga Pichai termasuk sulit. Ayahnya seorang insinyur yang bekerja untuk perusahaan Inggris, General Electric, membutuhkan waktu tiga tahun menabung untuk membeli sebuah skuter yang digunakan seluruh keluarga untuk bepergian bersama. Dari sang ayahlah ketertarikan Sundar pada teknologi bermula.
&amp;ldquo;Pada usia dini, dia selalu penasaran dengan pekerjaan saya. Saya pikir pekerjaan saya membuatnya tertarik pada teknologi,&amp;rdquo; kenang sang ayah, Regunatha, sebagaimana dilansir Daily Mail, Minggu (30/8/2015).
Saat keluarganya mendapat telefon untuk pertama kali, kemampuan khusus Sundar yang saat itu berusia 12 tahun mulai terungkap. Dia memiliki kemampuan fotografis untuk angka-angka.
&amp;ldquo;Dalam sebuah percakapan, seorang teman memberi saya nomor telefonnya. Saya meminta istri saya untuk menuliskan nomor itu, tetapi dia lupa. Setelah beberapa bulan, saya bertanya kepada Sundar mengenai nomor itu, dan dia langsung menyebutkannya,&amp;rdquo; lanjut sang ayah.
Sundar kecil begitu menyukai kuis dan teka-teki ilmiah, dia bahkan menolak ajakan untuk bermain di luar demi belajar. Sikap itu membuat Sundar kurang dikenal, bahkan teman sekelasnya mengatakan pria yang kini berusia 43 tahun tersebut tidak memiliki teman.
Semua itu terbayar dengan prestasinya pada masa sekolah. Dia dikenal sebagai murid pintar, bahkan menjadi yang terbaik selama masa kuliah.
Sikapnya yang jarang bergaul pun sedikit demi sedikit berkurang, terutama setelah bertemu perempuan yang saat ini menjadi istrinya, Anjali, saat belajar bersama di Indian Institute of Technology Kharagpur (IIT KGP).
&amp;ldquo;Sekarang saat dia telah menjadi seorang CEO yang paling dicari. Saya selalu bergurau dengan teman-teman saya bahwa hal itu lebih mudah dicapai daripada dia menyatakan perasaan ke Anjali,&amp;rdquo; canda Phani Bushan, salah satu teman kuliah Sundar.
Prestasinya selama belajar di IIT KGP membawanya meraih beasiswa di salah satu universitas terkemuka dunia, Stanford University, di Amerika Serikat (AS). Akan tetapi untuk mengirimnya ke sana, orangtuanya harus berjuang keras.
Ayahnya terpaksa mengambil uang sebesar 1.000 poundsterling, yang pada saat itu jauh lebih besar dari pada uang yang ia hasilkan selama satu tahun, untuk mengirimnya ke AS.
&amp;ldquo;Ayah dan ibu saya melakukan apa yang akan dilakukan kebanyakan orangtua saat seperti itu. Mereka mengorbankan sebagian besar hidup mereka dan menggunakan pendapatan yang dapat mereka gunakan untuk memastikan anak mereka mendapatkan pendidikan,&amp;rdquo; kata Sundar dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.
Sejak saat itu, pendidikan dan kariernya berjalan mulus. Ayah dari dua anak tersebut mendapat gelar master of business administration (MBA) dari Wharton School of the University of Pennsylvania sebelum dipekerjakan oleh Google pada 2004.
Di Google, Sundar membidani lahirnya Google Chrome pada 2008 dan ditunjuk untuk mengepalai divisi sistem operasi telefon genggam Android, sampai akhirnya menjadi wakil presiden Google pada 2012. Sundar saat ini telah berubah dari seorang bocah yang dahulu tinggal di apartemen sempit menjadi tokoh berpengaruh yang ditaksir memiliki nilai USD150 juta.
</content:encoded></item></channel></rss>
