<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri: Benar, Saya Ditelefon Menteri Rini!</title><description>Badrodin Haiti membenarkan bahwa Menteri Rini sempat meneleponnya terkait penggeledahan ruangan RJ Lino.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/30/337/1204973/kapolri-benar-saya-ditelefon-menteri-rini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/30/337/1204973/kapolri-benar-saya-ditelefon-menteri-rini"/><item><title>Kapolri: Benar, Saya Ditelefon Menteri Rini!</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/30/337/1204973/kapolri-benar-saya-ditelefon-menteri-rini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/30/337/1204973/kapolri-benar-saya-ditelefon-menteri-rini</guid><pubDate>Minggu 30 Agustus 2015 13:20 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/30/337/1204973/kapolri-benar-saya-ditelefon-menteri-rini-M5M8SDLaX6.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/30/337/1204973/kapolri-benar-saya-ditelefon-menteri-rini-M5M8SDLaX6.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membenarkan informasi yang menyatakan bahwa Menteri Negara BUMN Rini Soemarno sempat meneleponnya terkait penggeledahan yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di ruangan Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, Jumat 28 Agustus 2015.

Informasi ini sendiri terkuak setelah beredarnya transkrip percakapan via telefon antara RJ Lino dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Percakapan itu menyebutkan bahwa Rini sudah menelefon Kapolri terkait penggeledahan atas kasus dugaan korupsi ketidaksesuaian pengadaaan 10 unit mobil crane.

&quot;Benar, saya ditelefon Ibu Rini dan hanya menanyakan penggeledahan dari Bareskrim terkait kasus apa? Saya jawab 'itu bukan kasus dweling time tapi kasus pengadaan barang di Pelindo',&quot; jelas Badrodin saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Minggu (30/8/2015).

Badrodin menegaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait dengan penggeledahan itu. &quot;Sudah saya koordinasikan semuanya, dan semua minta kasus ini segera diusut dengan baik,&quot; ungkap Badrodin.

Seperti diketahui, dalam percakapan tersebut, RJ Lino tak terima kantornya digeledah dan ia mengancam mundur dari jabatannya sebagai Dirut Pelindo II. Dia bahkan meminta Sofyan menyampaikan pesanmya itu kepada Presiden Joko Widodo.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/04/21/19349/121108_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kapolri Tinjau Pengamanan KAA&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edi Simanjuntak sebelumnya menjelaskan, penggeledahan itu berkaitan dengan pengadaan 10 unit mobil crane bagi sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Diproyeksikan sejak tahun 2013, namun mobil crane itu masih mangkal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi pun menyegel 10 unit mobil crane tersebut dalam penggeledahan Jumat kemarin. (day)
</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti membenarkan informasi yang menyatakan bahwa Menteri Negara BUMN Rini Soemarno sempat meneleponnya terkait penggeledahan yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di ruangan Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, Jumat 28 Agustus 2015.

Informasi ini sendiri terkuak setelah beredarnya transkrip percakapan via telefon antara RJ Lino dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil. Percakapan itu menyebutkan bahwa Rini sudah menelefon Kapolri terkait penggeledahan atas kasus dugaan korupsi ketidaksesuaian pengadaaan 10 unit mobil crane.

&quot;Benar, saya ditelefon Ibu Rini dan hanya menanyakan penggeledahan dari Bareskrim terkait kasus apa? Saya jawab 'itu bukan kasus dweling time tapi kasus pengadaan barang di Pelindo',&quot; jelas Badrodin saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Minggu (30/8/2015).

Badrodin menegaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait dengan penggeledahan itu. &quot;Sudah saya koordinasikan semuanya, dan semua minta kasus ini segera diusut dengan baik,&quot; ungkap Badrodin.

Seperti diketahui, dalam percakapan tersebut, RJ Lino tak terima kantornya digeledah dan ia mengancam mundur dari jabatannya sebagai Dirut Pelindo II. Dia bahkan meminta Sofyan menyampaikan pesanmya itu kepada Presiden Joko Widodo.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/04/21/19349/121108_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kapolri Tinjau Pengamanan KAA&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edi Simanjuntak sebelumnya menjelaskan, penggeledahan itu berkaitan dengan pengadaan 10 unit mobil crane bagi sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Diproyeksikan sejak tahun 2013, namun mobil crane itu masih mangkal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Polisi pun menyegel 10 unit mobil crane tersebut dalam penggeledahan Jumat kemarin. (day)
</content:encoded></item></channel></rss>
