<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua MPR Angkat Bicara soal Bentrok TNI vs Warga</title><description>Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyesalkan anggota TNI tak bisa menahan diri dan warga yang anarkis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/30/512/1204924/ketua-mpr-angkat-bicara-soal-bentrok-tni-vs-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/30/512/1204924/ketua-mpr-angkat-bicara-soal-bentrok-tni-vs-warga"/><item><title>Ketua MPR Angkat Bicara soal Bentrok TNI vs Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/30/512/1204924/ketua-mpr-angkat-bicara-soal-bentrok-tni-vs-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/30/512/1204924/ketua-mpr-angkat-bicara-soal-bentrok-tni-vs-warga</guid><pubDate>Minggu 30 Agustus 2015 09:29 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/30/512/1204924/ketua-mpr-angkat-bicara-soal-bentrok-tni-vs-warga-PhuVrJYAT7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) sesalkan kejadian bentrokan antara warga dengan anggota TNI (Foto: SINDO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/30/512/1204924/ketua-mpr-angkat-bicara-soal-bentrok-tni-vs-warga-PhuVrJYAT7.jpg</image><title>Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) sesalkan kejadian bentrokan antara warga dengan anggota TNI (Foto: SINDO)</title></images><description>
SEMARANG - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, turut berkomentar soal bentrokan antara warga Urutsewu, Kebumen, dengan anggota TNI. Zulkifli menyatakan, antara warga Urutsewu dan TNI sudah saatnya duduk bersama bermusyawarah menyelesaikan soal sengketa lahan.
&quot;Diajak berembuk, bagaimana baiknya. Kita sudah tidak saatnya lagi konflik, tawuran, bertengkar, apalagi rakyat dengan TNI,&quot; kata Zulkifli di Semarang, Jawa Tengah.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta aparat TNI harus bisa menahan diri saat menghadapi warga. &quot;TNI jangan bersikap otoriter. Jangan main hakim sendiri,&quot; tegas Zulkifli.
Namun, kata Zulkifli, warga Urutsewu, Kebumen, juga dilarang bertindak anarkis dalam mempertahankan lahan mereka. &quot;Rakyat juga karena sudah demokratis terus anarkis ya tidak betul. Musyawarah, itulah sejatinya kita. Karena kita itu keluarga besar,&quot; tambahnya.
Seperti diketahui, pada Sabtu, 22 Agustus lalu pecah bentrokan anggota TNI dengan warga di Urutsewu, Kebumen, Jawa Tengah. Kisruh tersebut terjadi setelah pihak militer memagari lahan pertanian.
Warga menolak dan bentrokan pun pecah. Akibatnya, sejumlah korban dari pihak warga mengalami luka-luka.
</description><content:encoded>
SEMARANG - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, turut berkomentar soal bentrokan antara warga Urutsewu, Kebumen, dengan anggota TNI. Zulkifli menyatakan, antara warga Urutsewu dan TNI sudah saatnya duduk bersama bermusyawarah menyelesaikan soal sengketa lahan.
&quot;Diajak berembuk, bagaimana baiknya. Kita sudah tidak saatnya lagi konflik, tawuran, bertengkar, apalagi rakyat dengan TNI,&quot; kata Zulkifli di Semarang, Jawa Tengah.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu meminta aparat TNI harus bisa menahan diri saat menghadapi warga. &quot;TNI jangan bersikap otoriter. Jangan main hakim sendiri,&quot; tegas Zulkifli.
Namun, kata Zulkifli, warga Urutsewu, Kebumen, juga dilarang bertindak anarkis dalam mempertahankan lahan mereka. &quot;Rakyat juga karena sudah demokratis terus anarkis ya tidak betul. Musyawarah, itulah sejatinya kita. Karena kita itu keluarga besar,&quot; tambahnya.
Seperti diketahui, pada Sabtu, 22 Agustus lalu pecah bentrokan anggota TNI dengan warga di Urutsewu, Kebumen, Jawa Tengah. Kisruh tersebut terjadi setelah pihak militer memagari lahan pertanian.
Warga menolak dan bentrokan pun pecah. Akibatnya, sejumlah korban dari pihak warga mengalami luka-luka.
</content:encoded></item></channel></rss>
