<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentrok TNI-Polri, Peringatan Keras bagi Panglima &amp; Kapolri</title><description>Bentrokan yang terjadi antara anggota TNI-Polri, peringatan keras bagi Panglima TNI dan Kapolri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205403/bentrok-tni-polri-peringatan-keras-bagi-panglima-kapolri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205403/bentrok-tni-polri-peringatan-keras-bagi-panglima-kapolri"/><item><title>Bentrok TNI-Polri, Peringatan Keras bagi Panglima &amp; Kapolri</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205403/bentrok-tni-polri-peringatan-keras-bagi-panglima-kapolri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205403/bentrok-tni-polri-peringatan-keras-bagi-panglima-kapolri</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2015 12:27 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/31/337/1205403/bentrok-tni-polri-peringatan-keras-bagi-panglima-kapolri-EKgNhU0KRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/31/337/1205403/bentrok-tni-polri-peringatan-keras-bagi-panglima-kapolri-EKgNhU0KRq.jpg</image><title>Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Bentrokan yang terjadi antara anggota TNI-Polri, pecah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada Minggu 30 Agustus kemarin.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin menilai, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.
&quot;Ini masalah leadership, kalau setahun sekali itu kasus, tapi itu setiap bulan dan sering, ini peringatan keras Panglima TNI dan Kapolri. Ini tidak boleh terjadi,&quot; ujar TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8/2015).
Pensiunan TNI AD, itu meminta adanya tinjauan yang menyebabkan jatuhnya moral prajurit. Pasalnya, persenjataan, kata dia dibeli untuk kepentingan negara.
&quot;Apapan itu harus dipelajari dan keputusan terkait jatuhnya moral prajurit, senjata itu alat dan dibeli untuk kepentingan negara, bukan bertempur antar aparat,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/07/20245/126785_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jelang Pelantikan Panglima TNI&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Politikus PDIP itu mengimbau, agar ke depannya dilakukan koreksi terhadap sistem pengawasan senjata terhadap prajurit. Meski instruksi Panglima TNI telah memberi intruksi, ia menyebut kontrol terhadap para perwiranya sangat minim.
&quot;Kendalikan diri, kontrol perwira kurang, walapaun Panglima instruksi sudah sungguh-sungguh. Sistem pembawaan sejata harus dikoreksi. Kalau tidak bertugas seharusnya jangan bawa senjata,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Bentrokan yang terjadi antara anggota TNI-Polri, pecah di Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada Minggu 30 Agustus kemarin.
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin menilai, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.
&quot;Ini masalah leadership, kalau setahun sekali itu kasus, tapi itu setiap bulan dan sering, ini peringatan keras Panglima TNI dan Kapolri. Ini tidak boleh terjadi,&quot; ujar TB Hasanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8/2015).
Pensiunan TNI AD, itu meminta adanya tinjauan yang menyebabkan jatuhnya moral prajurit. Pasalnya, persenjataan, kata dia dibeli untuk kepentingan negara.
&quot;Apapan itu harus dipelajari dan keputusan terkait jatuhnya moral prajurit, senjata itu alat dan dibeli untuk kepentingan negara, bukan bertempur antar aparat,&quot; imbuhnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/07/20245/126785_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jelang Pelantikan Panglima TNI&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Politikus PDIP itu mengimbau, agar ke depannya dilakukan koreksi terhadap sistem pengawasan senjata terhadap prajurit. Meski instruksi Panglima TNI telah memberi intruksi, ia menyebut kontrol terhadap para perwiranya sangat minim.
&quot;Kendalikan diri, kontrol perwira kurang, walapaun Panglima instruksi sudah sungguh-sungguh. Sistem pembawaan sejata harus dikoreksi. Kalau tidak bertugas seharusnya jangan bawa senjata,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
