<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK: Kesalahan Korporasi Belum Tentu Kriminal</title><description>Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kejahatan korporasi belum tentu kriminal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205802/jk-kesalahan-korporasi-belum-tentu-kriminal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205802/jk-kesalahan-korporasi-belum-tentu-kriminal"/><item><title>JK: Kesalahan Korporasi Belum Tentu Kriminal</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205802/jk-kesalahan-korporasi-belum-tentu-kriminal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/08/31/337/1205802/jk-kesalahan-korporasi-belum-tentu-kriminal</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2015 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/31/337/1205802/jk-kesalahan-korporasi-belum-tentu-kriminal-Fbzbwb8Jep.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Jusuf Kalla (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/31/337/1205802/jk-kesalahan-korporasi-belum-tentu-kriminal-Fbzbwb8Jep.jpg</image><title>Wapres Jusuf Kalla (Foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri telah melakukan  penggeledahan di ruang kerja Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino.
Karenanya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap agar Bareskrim Mabes Polri segera mendapat kepastian hukum kepada RJ Lino, apakah bersalah dalam pengadaan mobil crane itu.
&quot;Kalau ini ada merampok atau mencuri, ya otomatis ini kriminal. Lino harus dilihat seperti itu, masalahnya apa. Kalau hanya masalah kebijakan korporasi ya harus korporasi dong, Kesalahan korporasi belum tentu kriminal,&quot; ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga meminta agar Bareskrim  mengusut tuntas dari kasus yang dihadapi oleh RJ Lino.
Pasalnya, hal itu untuk mengatahui apakah RJ Lino melakukan pelanggaran yang mengakibatkan kerugian negara atau tidak.
&quot;Kalau memang ada katakanlah pelanggaran menurut UU ya diperiksa. Kalau melanggar atau merugikan negara dan juga terbukti ya itu bisa ditindaklanjuti,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT II, RJ Lino&amp;lrm; mengancam ia akan mengundurkan diri karena penggeledahan yang dilakukan oleh polisi pada Jumat, 28 Agustus pekan lalu. Pasalnya, ia tidak diberitahu terlebih dahulu dan sorotan media membuat dirinya terpojok.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wOC8yOC8yMi82MzgyNy80NDQ4NjI0NTY3MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Lino juga mengaku agar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Sofyan Djalil, untuk menyampaikan dan menyelesaikan persoalan penggeledahan ini ke Presiden Joko Widodo&amp;lrm; (Jokowi).
Jika tidak maka ia akan mengundurkan diri dari jabatannya. RJ Lino mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu sama sekali terkait dugaan polisi yang menyatakan perusahaan yang ia jabat melakukan pencucian uang terkait pengadaan mobil crane pada tahun 2012 silam.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri telah melakukan  penggeledahan di ruang kerja Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino.
Karenanya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap agar Bareskrim Mabes Polri segera mendapat kepastian hukum kepada RJ Lino, apakah bersalah dalam pengadaan mobil crane itu.
&quot;Kalau ini ada merampok atau mencuri, ya otomatis ini kriminal. Lino harus dilihat seperti itu, masalahnya apa. Kalau hanya masalah kebijakan korporasi ya harus korporasi dong, Kesalahan korporasi belum tentu kriminal,&quot; ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga meminta agar Bareskrim  mengusut tuntas dari kasus yang dihadapi oleh RJ Lino.
Pasalnya, hal itu untuk mengatahui apakah RJ Lino melakukan pelanggaran yang mengakibatkan kerugian negara atau tidak.
&quot;Kalau memang ada katakanlah pelanggaran menurut UU ya diperiksa. Kalau melanggar atau merugikan negara dan juga terbukti ya itu bisa ditindaklanjuti,&quot; tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT II, RJ Lino&amp;lrm; mengancam ia akan mengundurkan diri karena penggeledahan yang dilakukan oleh polisi pada Jumat, 28 Agustus pekan lalu. Pasalnya, ia tidak diberitahu terlebih dahulu dan sorotan media membuat dirinya terpojok.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wOC8yOC8yMi82MzgyNy80NDQ4NjI0NTY3MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Lino juga mengaku agar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Sofyan Djalil, untuk menyampaikan dan menyelesaikan persoalan penggeledahan ini ke Presiden Joko Widodo&amp;lrm; (Jokowi).
Jika tidak maka ia akan mengundurkan diri dari jabatannya. RJ Lino mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu sama sekali terkait dugaan polisi yang menyatakan perusahaan yang ia jabat melakukan pencucian uang terkait pengadaan mobil crane pada tahun 2012 silam.
</content:encoded></item></channel></rss>
