<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>1 September 1923: Gempa Besar Kanto Telan 142 Ribu Nyawa</title><description>Gempa Besar Kanto mengguncang Jepang pada 1 September 1923</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/01/18/1205897/1-september-1923-gempa-besar-kanto-telan-142-ribu-nyawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/01/18/1205897/1-september-1923-gempa-besar-kanto-telan-142-ribu-nyawa"/><item><title>1 September 1923: Gempa Besar Kanto Telan 142 Ribu Nyawa</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/01/18/1205897/1-september-1923-gempa-besar-kanto-telan-142-ribu-nyawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/01/18/1205897/1-september-1923-gempa-besar-kanto-telan-142-ribu-nyawa</guid><pubDate>Selasa 01 September 2015 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/08/31/18/1205897/1-september-1923-gempa-besar-kanto-telan-142-ribu-nyawa-wxhwpo7jqy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wilayah Kanto mengalami kerusakan parah akibat gempa 1923, yang menelan 142 ribu nyawa. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/08/31/18/1205897/1-september-1923-gempa-besar-kanto-telan-142-ribu-nyawa-wxhwpo7jqy.jpg</image><title>Wilayah Kanto mengalami kerusakan parah akibat gempa 1923, yang menelan 142 ribu nyawa. </title></images><description>GEMPA berkekuatan 7,9 Skala Momen Magnitude (Mw) mengguncang Jepang, tepatnya wilayah Kanto (Prefektur Tokyo, Kanagawa, Chiba, dan Shizuoka) pada 1 September 1923.
Kedahsyatan gempa yang dikenal dengan nama Gempa Besar Kanto itu mengakibatkan kerusakan yang tercatat sebagai kehancuran terbesar akibat bencana alam yang pernah diderita Jepang sebelum Perang Dunia II.  Korban tewas dalam bencana itu mencapai 142.800 orang, termasuk 40 ribu orang yang dinyatakan hilang.
Bencana itu terjadi di waktu makan siang saat warga Kanto memasak makanan mereka. Guncangan gempa mengakibatkan api yang digunakan untuk memasak menyebar, dan mengakibatkan kebakaran. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dilaporkan lebih dari 30 ribu warga Tokyo tewas terpanggang dalam api saat berlindung dari gempa.
Gempa yang berlangsung selama sekira empat menit itu juga menyebabkan terjadinya tsunami dengan gelombang setinggi 10 meter yang menelan ratusan orang dan menghancurkan ribuan rumah hancur diterjang ombak.  Sebanyak 57 gempa susulan dilaporkan terjadi setelah musibah mereda.
Kehancuran luar biasa yang terjadi di Kanto memaksa Kekaisaran Jepang memberlakukan darurat militer di wilayah gempa. Namun, setelah bencana mereda, momen itu digunakan oleh Jepang untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana-bencana yang mungkin muncul di masa mendatang.
Untuk mengenang peristiwa ini, setiap tanggal 1 September Jepang memperingati Hari Pencegahan Bencana (Disaster Prevention Day). Peringatan ini juga bertujuan untuk menekankan betapa pentingnya persiapan menghadapi bencana, terutama karena Jepang terletak di daerah yang rawan bencana. Pada hari itu, sekolah-sekolah di Jepang juga mengheningkan cipta untuk mengenang para korban yang kehilangan nyawanya dalam bencana tersebut.
</description><content:encoded>GEMPA berkekuatan 7,9 Skala Momen Magnitude (Mw) mengguncang Jepang, tepatnya wilayah Kanto (Prefektur Tokyo, Kanagawa, Chiba, dan Shizuoka) pada 1 September 1923.
Kedahsyatan gempa yang dikenal dengan nama Gempa Besar Kanto itu mengakibatkan kerusakan yang tercatat sebagai kehancuran terbesar akibat bencana alam yang pernah diderita Jepang sebelum Perang Dunia II.  Korban tewas dalam bencana itu mencapai 142.800 orang, termasuk 40 ribu orang yang dinyatakan hilang.
Bencana itu terjadi di waktu makan siang saat warga Kanto memasak makanan mereka. Guncangan gempa mengakibatkan api yang digunakan untuk memasak menyebar, dan mengakibatkan kebakaran. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dilaporkan lebih dari 30 ribu warga Tokyo tewas terpanggang dalam api saat berlindung dari gempa.
Gempa yang berlangsung selama sekira empat menit itu juga menyebabkan terjadinya tsunami dengan gelombang setinggi 10 meter yang menelan ratusan orang dan menghancurkan ribuan rumah hancur diterjang ombak.  Sebanyak 57 gempa susulan dilaporkan terjadi setelah musibah mereda.
Kehancuran luar biasa yang terjadi di Kanto memaksa Kekaisaran Jepang memberlakukan darurat militer di wilayah gempa. Namun, setelah bencana mereda, momen itu digunakan oleh Jepang untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana-bencana yang mungkin muncul di masa mendatang.
Untuk mengenang peristiwa ini, setiap tanggal 1 September Jepang memperingati Hari Pencegahan Bencana (Disaster Prevention Day). Peringatan ini juga bertujuan untuk menekankan betapa pentingnya persiapan menghadapi bencana, terutama karena Jepang terletak di daerah yang rawan bencana. Pada hari itu, sekolah-sekolah di Jepang juga mengheningkan cipta untuk mengenang para korban yang kehilangan nyawanya dalam bencana tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
