<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kategori Capim KPK Tak Berguna</title><description>Empat kategori kelompok buatan Pansel KPK untuk delapan calon  pimpinan yang lulus menuai kontroversi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/02/337/1206588/kategori-capim-kpk-tak-berguna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/02/337/1206588/kategori-capim-kpk-tak-berguna"/><item><title>Kategori Capim KPK Tak Berguna</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/02/337/1206588/kategori-capim-kpk-tak-berguna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/02/337/1206588/kategori-capim-kpk-tak-berguna</guid><pubDate>Rabu 02 September 2015 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/01/337/1206588/kategori-capim-kpk-tak-berguna-Ie8NrNXLnF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Pansel KPK Destry Damayanti Menyerahkan Delapan Nama Capim KPK ke Presiden Jokowi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/01/337/1206588/kategori-capim-kpk-tak-berguna-Ie8NrNXLnF.jpg</image><title>Ketua Pansel KPK Destry Damayanti Menyerahkan Delapan Nama Capim KPK ke Presiden Jokowi (Foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Empat kategori kelompok buatan Pansel KPK untuk delapan calon pimpinan yang lulus dan sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai kontroversi.

Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar mengatakan, sah-sah saja Pansel KPK membuat kategori bagi delapan capim, namun sebenarnya dalam praktiknya tidak berguna.

&quot;Itu tindakan yang sia-sia. DPR tidak pernah menggunakan itu sebagai ukuran,&quot; tegas Erwin kepada Okezone, Rabu (2/9/2015).

Ia pun meyakini, capim yang lulus fit and proper test di Komisi III DPR tak akan bekerja sesuai kategori yang dibuat oleh Pansel.

&quot;Jika terpilih mereka juga tidak akan digunakan pula oleh komisioner terpilih untuk menentukan tugas dan fokus kerjanya,&quot; tuturnya.

Berikut empat kategori untuk delapan Capim KPK yang diumumkan Jokowi:

A. Bidang Pencegahan:

- Saud Situmorang (staf ahli BIN),

- Surya Chandra (dosen FH Universitas Atma Jaya)

B. Bidang Penindakan:

- Alexander Marwata (Hakim Tipikor),

- Basariah Panjaitan (Sespimti Polri)

C. Bidang Manajemen:

- Agus Rahardjo (Mantan Kepala LKPP),

- Sudjanarko (Direktur pembinaan kerjasama antar komisi dan instansi KPK).

D. Bidang Supervisi:

- Johan Budi Sapto Prabowo (Plt Pimpinan KPK)

- Laode Mohamad Syarif (Rektor FH Universitas Hassanudin).
</description><content:encoded>
JAKARTA - Empat kategori kelompok buatan Pansel KPK untuk delapan calon pimpinan yang lulus dan sudah diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai kontroversi.

Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar mengatakan, sah-sah saja Pansel KPK membuat kategori bagi delapan capim, namun sebenarnya dalam praktiknya tidak berguna.

&quot;Itu tindakan yang sia-sia. DPR tidak pernah menggunakan itu sebagai ukuran,&quot; tegas Erwin kepada Okezone, Rabu (2/9/2015).

Ia pun meyakini, capim yang lulus fit and proper test di Komisi III DPR tak akan bekerja sesuai kategori yang dibuat oleh Pansel.

&quot;Jika terpilih mereka juga tidak akan digunakan pula oleh komisioner terpilih untuk menentukan tugas dan fokus kerjanya,&quot; tuturnya.

Berikut empat kategori untuk delapan Capim KPK yang diumumkan Jokowi:

A. Bidang Pencegahan:

- Saud Situmorang (staf ahli BIN),

- Surya Chandra (dosen FH Universitas Atma Jaya)

B. Bidang Penindakan:

- Alexander Marwata (Hakim Tipikor),

- Basariah Panjaitan (Sespimti Polri)

C. Bidang Manajemen:

- Agus Rahardjo (Mantan Kepala LKPP),

- Sudjanarko (Direktur pembinaan kerjasama antar komisi dan instansi KPK).

D. Bidang Supervisi:

- Johan Budi Sapto Prabowo (Plt Pimpinan KPK)

- Laode Mohamad Syarif (Rektor FH Universitas Hassanudin).
</content:encoded></item></channel></rss>
