<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ISIS Klaim Akan &quot;Jual&quot; Sandera Asal Norwegia &amp; China</title><description>ISIS mengklaim memiliki dua sandera asal Norwegia dan China dan akan menjual mereka kepada siapapun yang memenuhi uang tebusan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/10/18/1211594/isis-klaim-akan-jual-sandera-asal-norwegia-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/10/18/1211594/isis-klaim-akan-jual-sandera-asal-norwegia-china"/><item><title>ISIS Klaim Akan &quot;Jual&quot; Sandera Asal Norwegia &amp; China</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/10/18/1211594/isis-klaim-akan-jual-sandera-asal-norwegia-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/10/18/1211594/isis-klaim-akan-jual-sandera-asal-norwegia-china</guid><pubDate>Kamis 10 September 2015 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Jihad Dwidyasa </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/10/18/1211594/isis-klaim-akan-jual-sandera-asal-norwegia-china-zUDA4NLebT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dua pria sandera ISIS asal Norwegia &amp; China (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/10/18/1211594/isis-klaim-akan-jual-sandera-asal-norwegia-china-zUDA4NLebT.jpg</image><title>Dua pria sandera ISIS asal Norwegia &amp; China (Foto: AP)</title></images><description>
KAIRO &amp;ndash; Kelompok ISIS pada Rabu 9 September, kembali berulah melalui media sosialnya. Kali ini, melalui majalah online ISIS bernama Dabiq, kelompok ekstremis itu menampilkan dua foto sandera berbaju kuning.
ISIS mengklaim memiliki dua sandera asal Norwegia dan China dan akan menjual mereka. Dari foto yang ditampilkan di majalah online Dabiq, pria pertama terindentifikasi bernama Ole Johan Grimsgaard (48) asal Oslo, Norwegia.
Sementara pria kedua teridentifikasi bernama Fan Jinghui (50) yang merupakan seorang konsultan lepas asal China. ISIS dikabarkan meminta uang tebusan jika ada pihak-pihak yang ingin melihat sandera ini dilepaskan dan tetap hidup.
&amp;ldquo;Kami telah menyandera dua pria asal Norwegia dan China. Bagi siapapun yang ingin melihat mereka dilepaskan dan masih hidup, maka uang tebusan harus terpenuhi,&amp;rdquo; demikian tulisan yang dipublikasikan Dabiq bersamaan dengan foto dua sandera tersebut, seperti dilansir dari Sputnik, Kamis (10/9/2015).
Dalam publikasi tersebut, tidak dijelaskan secara rinci mengenai kapan dan di mana dua pria itu ditangkap. Mengetahui hal tersebut, Perdana Menteri (PM) Norwegia Erna Solberg telah menyampaikan pernyataannya melalui konferensi pers di Oslo.
&amp;ldquo;Dari foto yang dipublikasi, tim kami telah mengonfirmasi bahwa sandera itu memang warga negara kami yang telah lama menghilang di Suriah. Saya meyakini warga kami ditangkap oleh ISIS sekira Januari lalu,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Para penyandera meminta serangkaian uang tebusan. Kami tentu saja tidak akan menyerah pada tekanan teroris. Norwegia memang tidak bernegosiasi dengan teroris. Namun, tujuan kami tetap memrioritaskan keselamatan warga kami,&amp;rdquo; ucap PM Solberg.
Sementara itu, otoritas China hingga kini belum menyatakan keterangan terkait isu penyanderaan warganya oleh ISIS.

</description><content:encoded>
KAIRO &amp;ndash; Kelompok ISIS pada Rabu 9 September, kembali berulah melalui media sosialnya. Kali ini, melalui majalah online ISIS bernama Dabiq, kelompok ekstremis itu menampilkan dua foto sandera berbaju kuning.
ISIS mengklaim memiliki dua sandera asal Norwegia dan China dan akan menjual mereka. Dari foto yang ditampilkan di majalah online Dabiq, pria pertama terindentifikasi bernama Ole Johan Grimsgaard (48) asal Oslo, Norwegia.
Sementara pria kedua teridentifikasi bernama Fan Jinghui (50) yang merupakan seorang konsultan lepas asal China. ISIS dikabarkan meminta uang tebusan jika ada pihak-pihak yang ingin melihat sandera ini dilepaskan dan tetap hidup.
&amp;ldquo;Kami telah menyandera dua pria asal Norwegia dan China. Bagi siapapun yang ingin melihat mereka dilepaskan dan masih hidup, maka uang tebusan harus terpenuhi,&amp;rdquo; demikian tulisan yang dipublikasikan Dabiq bersamaan dengan foto dua sandera tersebut, seperti dilansir dari Sputnik, Kamis (10/9/2015).
Dalam publikasi tersebut, tidak dijelaskan secara rinci mengenai kapan dan di mana dua pria itu ditangkap. Mengetahui hal tersebut, Perdana Menteri (PM) Norwegia Erna Solberg telah menyampaikan pernyataannya melalui konferensi pers di Oslo.
&amp;ldquo;Dari foto yang dipublikasi, tim kami telah mengonfirmasi bahwa sandera itu memang warga negara kami yang telah lama menghilang di Suriah. Saya meyakini warga kami ditangkap oleh ISIS sekira Januari lalu,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Para penyandera meminta serangkaian uang tebusan. Kami tentu saja tidak akan menyerah pada tekanan teroris. Norwegia memang tidak bernegosiasi dengan teroris. Namun, tujuan kami tetap memrioritaskan keselamatan warga kami,&amp;rdquo; ucap PM Solberg.
Sementara itu, otoritas China hingga kini belum menyatakan keterangan terkait isu penyanderaan warganya oleh ISIS.

</content:encoded></item></channel></rss>
