<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Bagi Kiat Cegah Kabut Asap yang Berulang</title><description>Kabut asap disinyalir karena  pembakaran hutan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membagi  kiat untuk mencegah kejadian serupa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/10/337/1211639/panglima-tni-bagi-kiat-cegah-kabut-asap-yang-berulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/10/337/1211639/panglima-tni-bagi-kiat-cegah-kabut-asap-yang-berulang"/><item><title>Panglima TNI Bagi Kiat Cegah Kabut Asap yang Berulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/10/337/1211639/panglima-tni-bagi-kiat-cegah-kabut-asap-yang-berulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/10/337/1211639/panglima-tni-bagi-kiat-cegah-kabut-asap-yang-berulang</guid><pubDate>Kamis 10 September 2015 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Syamsul Anwar Khoemaeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/10/337/1211639/panglima-tni-bagi-kiat-cegah-kabut-asap-yang-berulang-kC085w1Jyx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/10/337/1211639/panglima-tni-bagi-kiat-cegah-kabut-asap-yang-berulang-kC085w1Jyx.jpg</image><title>Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kabut asap yang melanda sebagian wilayah Sumatera, disinyalir karena pembakaran kawasan hutan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membagi kiat untuk mencegah peristiwa yang terjadi secara berulang tersebut.
&quot;Seharusnya musim kemarau melakukan penjagaan hutan yang kebakaran atau dibakar,&quot; ujarnya usai melepas satgas penanganan kabut asap Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2015).
Mantan KSAD itu berharap, ke depannya dilakukan pemetaan kawasan rawan terbakar sejak musim penghujan. Sehingga, penanganannya lebih cepat.
&quot;Mudah-mudahan tahun depan, saya yakin saat musim hujan pemerintah bisa memetakan daerah mana yang akan dijaga, yang bakal berpotensi terbakar atau dibakar. Tapi (dipastikan) lebih banyak dibakarnya daripada terbakar,&quot; ucapnya.
Saat ini, lanjut Gatot, prajurit TNU juga telah melakukan upaya pemadaman melalui jalur udara. Memanfaatkan teknik modifikasi cuaca, jajaran personil matra udara menyiapkan pesawat Hercules di wilayah Palembang.
&quot;Sudah berlangsung, kami siapkan Hercules untuk rekayasa cuaca. Ini bisa berangkat kalau di atas ada awannya,&quot; katanya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Kabut asap yang melanda sebagian wilayah Sumatera, disinyalir karena pembakaran kawasan hutan. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membagi kiat untuk mencegah peristiwa yang terjadi secara berulang tersebut.
&quot;Seharusnya musim kemarau melakukan penjagaan hutan yang kebakaran atau dibakar,&quot; ujarnya usai melepas satgas penanganan kabut asap Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2015).
Mantan KSAD itu berharap, ke depannya dilakukan pemetaan kawasan rawan terbakar sejak musim penghujan. Sehingga, penanganannya lebih cepat.
&quot;Mudah-mudahan tahun depan, saya yakin saat musim hujan pemerintah bisa memetakan daerah mana yang akan dijaga, yang bakal berpotensi terbakar atau dibakar. Tapi (dipastikan) lebih banyak dibakarnya daripada terbakar,&quot; ucapnya.
Saat ini, lanjut Gatot, prajurit TNU juga telah melakukan upaya pemadaman melalui jalur udara. Memanfaatkan teknik modifikasi cuaca, jajaran personil matra udara menyiapkan pesawat Hercules di wilayah Palembang.
&quot;Sudah berlangsung, kami siapkan Hercules untuk rekayasa cuaca. Ini bisa berangkat kalau di atas ada awannya,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
