<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taman Nasional Sembilang Terbakar, Habitat Satwa Terancam</title><description>Sampai saat ini sekira 5 hektar kawasan TNS sudah terbakar. Ada kemungkinan kebakaran akan meluas lagi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/11/340/1212185/taman-nasional-sembilang-terbakar-habitat-satwa-terancam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/11/340/1212185/taman-nasional-sembilang-terbakar-habitat-satwa-terancam"/><item><title>Taman Nasional Sembilang Terbakar, Habitat Satwa Terancam</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/11/340/1212185/taman-nasional-sembilang-terbakar-habitat-satwa-terancam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/11/340/1212185/taman-nasional-sembilang-terbakar-habitat-satwa-terancam</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2015 02:24 WIB</pubDate><dc:creator>Mewan Haqulana </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/11/340/1212185/taman-nasional-sembilang-terbakar-habitat-satwa-terancam-7wP0CTAnwN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/11/340/1212185/taman-nasional-sembilang-terbakar-habitat-satwa-terancam-7wP0CTAnwN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Antara)</title></images><description>
BANYUASIN - Kebakaran hutan yang telah memasuki kawasan hutan lindung Taman Nasional Sembilang (TNS) Banyuasin II mengancam keberadaan satwa di dalamnya.
Kepala Balai TNS Syahimin mengatakan, sampai saat ini sekira 5 hektar kawasan TNS sudah terbakar. Ada kemungkinan kebakaran akan meluas lagi, tepatnya disekitar sungai Benu dan perbatasan dengan HTI.
&quot;Perambahan hutan yang semakin marak ditambah kebakaran lahan, membuat habitat satwa di kawasan TNS makin terancam,&quot; katanya, Jumat (11/9/2015).
Seperti diketahui kawasan TNS merupakan habitat sejumlah hewan dilindungi. Diantaranya harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris), dan berbagai jenis burung.
&quot;Juga sejumlah spesies tanaman dan ratusan hektar hutan mangrov,&quot; jelasnya.
Menurut Syahimin, pihaknya sejak dua minggu lalu sudah berada di lokasi, berjibaku memadamkan api dan mencegah agar tidak meluas. Namun, keterbatasan personil dan peralatan, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.
&quot;Total anggota ada 29 orang, untuk menjaga 205.750 hektar TNS. Memang tergolong sedikit, tapi kami berupaya maksimal,&quot; kata dia.
Peralatan yang dimiliki TNS hanya berupa pemadam tabung. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan di sekitar TNS untuk meminjam peralatan mesin pompa.
&quot;Kendalanya sumber air harus ditempuh sejauh 2 km lebih dari lokasi kebakaran. Itupun tidak bisa menggunakan mobil, motorpun sulit melewati jalan setapak yang kecil,&quot; keluhnya.
Sementara ini, mereka membuat pos-pos penampungan air yang diangkut manual dari kanal. Bila sudah mendekati lokasi baru disambung pakai selang untuk pemadaman.
&quot;Idealnya memang pakai helikopter super puma, seperti yang dipakai Pemprov Sumsel. Namun, kita harus ngantri dulu, karena helikopternya sekarang masih dipakai untuk pemadaman hutan di Ogan Komering Ilir (OKI),&quot; ungkapnya.



</description><content:encoded>
BANYUASIN - Kebakaran hutan yang telah memasuki kawasan hutan lindung Taman Nasional Sembilang (TNS) Banyuasin II mengancam keberadaan satwa di dalamnya.
Kepala Balai TNS Syahimin mengatakan, sampai saat ini sekira 5 hektar kawasan TNS sudah terbakar. Ada kemungkinan kebakaran akan meluas lagi, tepatnya disekitar sungai Benu dan perbatasan dengan HTI.
&quot;Perambahan hutan yang semakin marak ditambah kebakaran lahan, membuat habitat satwa di kawasan TNS makin terancam,&quot; katanya, Jumat (11/9/2015).
Seperti diketahui kawasan TNS merupakan habitat sejumlah hewan dilindungi. Diantaranya harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris), dan berbagai jenis burung.
&quot;Juga sejumlah spesies tanaman dan ratusan hektar hutan mangrov,&quot; jelasnya.
Menurut Syahimin, pihaknya sejak dua minggu lalu sudah berada di lokasi, berjibaku memadamkan api dan mencegah agar tidak meluas. Namun, keterbatasan personil dan peralatan, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.
&quot;Total anggota ada 29 orang, untuk menjaga 205.750 hektar TNS. Memang tergolong sedikit, tapi kami berupaya maksimal,&quot; kata dia.
Peralatan yang dimiliki TNS hanya berupa pemadam tabung. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan di sekitar TNS untuk meminjam peralatan mesin pompa.
&quot;Kendalanya sumber air harus ditempuh sejauh 2 km lebih dari lokasi kebakaran. Itupun tidak bisa menggunakan mobil, motorpun sulit melewati jalan setapak yang kecil,&quot; keluhnya.
Sementara ini, mereka membuat pos-pos penampungan air yang diangkut manual dari kanal. Bila sudah mendekati lokasi baru disambung pakai selang untuk pemadaman.
&quot;Idealnya memang pakai helikopter super puma, seperti yang dipakai Pemprov Sumsel. Namun, kita harus ngantri dulu, karena helikopternya sekarang masih dipakai untuk pemadaman hutan di Ogan Komering Ilir (OKI),&quot; ungkapnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
