<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua WNI Penebang Kayu Dijadikan Sandera di PNG</title><description>Dua orang warga negara Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata di Papua New Guinea (PNG),</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/13/18/1213432/dua-wni-penebang-kayu-dijadikan-sandera-di-png</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/13/18/1213432/dua-wni-penebang-kayu-dijadikan-sandera-di-png"/><item><title>Dua WNI Penebang Kayu Dijadikan Sandera di PNG</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/13/18/1213432/dua-wni-penebang-kayu-dijadikan-sandera-di-png</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/13/18/1213432/dua-wni-penebang-kayu-dijadikan-sandera-di-png</guid><pubDate>Minggu 13 September 2015 17:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/13/18/1213432/dua-wni-penebang-kayu-dijadikan-sandera-di-png-1jgoe3j0Zj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/13/18/1213432/dua-wni-penebang-kayu-dijadikan-sandera-di-png-1jgoe3j0Zj.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Dua orang warga negara Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata di Papua New Guinea (PNG), seorang WNI lainnya dirawat di rumah sakit akibat luka tembak. Angkatan Bersenjata PNG (AB-PNG) telah membenarkan adanya insiden yang terjadi pada Sabtu 12 September 2015 itu.
Kedua WNI yang disandera adalah Sudirman (28) dan Badar (20) yang bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skofro, distrik Kerom, PNG. Dalam insiden tersebut, seorang WNI lainnya, Kuba tertembak dan saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura.
&amp;ldquo;Menurut AB PNG kedua WNI ada dalam kondisi baik. AB PNG juga terus mengupayakan penyelamatan kedua WNI. Karena itu, kami meminta keselamatan kedua WNI menjadi prioritas utama,&amp;rdquo; jelas Konsul RI di Vanimo Elmar Lubis dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (13/9/2015).
Ada beberapa dugaan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, kebenaran dugaan-dugaan tersebut belum dapat dipastikan.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan menyerahkan penanganan situasi ini kepada AB PNG. Sampai hari ini, upaya pembebasan keduanya masih terus dilakukan dan Iqbal berharap akan ada perkembangan positif dalam beberapa hari mendatang.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Dua orang warga negara Indonesia (WNI) disandera kelompok bersenjata di Papua New Guinea (PNG), seorang WNI lainnya dirawat di rumah sakit akibat luka tembak. Angkatan Bersenjata PNG (AB-PNG) telah membenarkan adanya insiden yang terjadi pada Sabtu 12 September 2015 itu.
Kedua WNI yang disandera adalah Sudirman (28) dan Badar (20) yang bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skofro, distrik Kerom, PNG. Dalam insiden tersebut, seorang WNI lainnya, Kuba tertembak dan saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura.
&amp;ldquo;Menurut AB PNG kedua WNI ada dalam kondisi baik. AB PNG juga terus mengupayakan penyelamatan kedua WNI. Karena itu, kami meminta keselamatan kedua WNI menjadi prioritas utama,&amp;rdquo; jelas Konsul RI di Vanimo Elmar Lubis dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (13/9/2015).
Ada beberapa dugaan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, kebenaran dugaan-dugaan tersebut belum dapat dipastikan.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan menyerahkan penanganan situasi ini kepada AB PNG. Sampai hari ini, upaya pembebasan keduanya masih terus dilakukan dan Iqbal berharap akan ada perkembangan positif dalam beberapa hari mendatang.

</content:encoded></item></channel></rss>
