<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Penuh Asap, Warga Bingung Harus Berlindung di Mana</title><description>Warga Pekanbaru, Riau benar-benar sudah kelabakan menghadapi kabut asap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/13/340/1213365/rumah-penuh-asap-warga-bingung-harus-berlindung-di-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/13/340/1213365/rumah-penuh-asap-warga-bingung-harus-berlindung-di-mana"/><item><title>Rumah Penuh Asap, Warga Bingung Harus Berlindung di Mana</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/13/340/1213365/rumah-penuh-asap-warga-bingung-harus-berlindung-di-mana</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/13/340/1213365/rumah-penuh-asap-warga-bingung-harus-berlindung-di-mana</guid><pubDate>Minggu 13 September 2015 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/13/340/1213365/rumah-penuh-asap-warga-bingung-harus-berlindung-di-mana-4lfcYSTyFa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/13/340/1213365/rumah-penuh-asap-warga-bingung-harus-berlindung-di-mana-4lfcYSTyFa.jpg</image><title>foto: Antara</title></images><description>
PEKANBARU - Warga Pekanbaru, Riau benar-benar sudah kelabakan menghadapi kabut asap. Mereka mengaku sudah tidak tau kemana harus berlindung untuk bisa terhindar dari kabut asap yang sudah sangat menyesakan dada.

Bahkan, rumah yang seharusnya aman dari kabut asap kini sudah penuh sesak oleh asap hitam yang membuat hidung terasa sakit bila terhirup.

&quot;Saat ini rumah sudah pengap dengan asap. Sekarang kita sudah susah, mau keluar banyak asap di rumah juga sudah masuk. Mau asapnya pun sudah sangat menyegak di hidung. Kasihan anak-anak sudah pada batuk,&quot; ucap Yuli Rahmawati Ritonga, warga Pekanbaru kepada Okezone, Minggu (13/9/2015).

Menurut ibu dua anak ini, kondisi asap saat ini membuat imbauan pemerintah agar masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah, sudah tidak ada artinya. Hal yang harusnya dilakukan pemerintah, sambungnya, adalah mengevakuasi warga.

&quot;Sudah tidak ada tempat lagi kita bisa mengihirup udara sehat. Semua sudah penuh asap. Seharusnya pemerintah sudah mengavakuasi kita ke tempat yang sehat. Kebakaran ini salah pemerintah karena tidak serius untuk menanggulangi asap,&quot; kritis Khairil Amri warga Marpoyan Pekanbaru.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hari ini terdapat 14 titik api di Riau. Rinciannya, delapan terdapat di Kabupaten Pelalawan, lima di Kabupaten Kuansing lima titik panas, dan sisanya di Indragiri Hilir.

Akibat dari kondisi ini, jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya 200 meter. Sementara Indeks Starndar Pencemaran Udara (ISPU) saat ini berada di posisi terburuk yakni level berbahaya.
</description><content:encoded>
PEKANBARU - Warga Pekanbaru, Riau benar-benar sudah kelabakan menghadapi kabut asap. Mereka mengaku sudah tidak tau kemana harus berlindung untuk bisa terhindar dari kabut asap yang sudah sangat menyesakan dada.

Bahkan, rumah yang seharusnya aman dari kabut asap kini sudah penuh sesak oleh asap hitam yang membuat hidung terasa sakit bila terhirup.

&quot;Saat ini rumah sudah pengap dengan asap. Sekarang kita sudah susah, mau keluar banyak asap di rumah juga sudah masuk. Mau asapnya pun sudah sangat menyegak di hidung. Kasihan anak-anak sudah pada batuk,&quot; ucap Yuli Rahmawati Ritonga, warga Pekanbaru kepada Okezone, Minggu (13/9/2015).

Menurut ibu dua anak ini, kondisi asap saat ini membuat imbauan pemerintah agar masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah, sudah tidak ada artinya. Hal yang harusnya dilakukan pemerintah, sambungnya, adalah mengevakuasi warga.

&quot;Sudah tidak ada tempat lagi kita bisa mengihirup udara sehat. Semua sudah penuh asap. Seharusnya pemerintah sudah mengavakuasi kita ke tempat yang sehat. Kebakaran ini salah pemerintah karena tidak serius untuk menanggulangi asap,&quot; kritis Khairil Amri warga Marpoyan Pekanbaru.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hari ini terdapat 14 titik api di Riau. Rinciannya, delapan terdapat di Kabupaten Pelalawan, lima di Kabupaten Kuansing lima titik panas, dan sisanya di Indragiri Hilir.

Akibat dari kondisi ini, jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya 200 meter. Sementara Indeks Starndar Pencemaran Udara (ISPU) saat ini berada di posisi terburuk yakni level berbahaya.
</content:encoded></item></channel></rss>
