<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Akan Perjuangkan Nasib Guru Honorer</title><description>Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menemui langsung para  guru honorer yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/15/337/1214309/dpr-akan-perjuangkan-nasib-guru-honorer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/15/337/1214309/dpr-akan-perjuangkan-nasib-guru-honorer"/><item><title>DPR Akan Perjuangkan Nasib Guru Honorer</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/15/337/1214309/dpr-akan-perjuangkan-nasib-guru-honorer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/15/337/1214309/dpr-akan-perjuangkan-nasib-guru-honorer</guid><pubDate>Selasa 15 September 2015 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Zubaidi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/15/337/1214309/dpr-akan-perjuangkan-nasib-guru-honorer-0M00bqlZvx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Demo Guru (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/15/337/1214309/dpr-akan-perjuangkan-nasib-guru-honorer-0M00bqlZvx.jpg</image><title>Ilustrasi Demo Guru (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menemui langsung para guru honorer yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

Menurut Dahlan, dirinya juga merasa kecewa kepada pemerintah yang hingga saat ini masih menggantung status para guru honorer yang telah bekerja bertahun-tahun.

&quot;Kami juga tidak terima. Kami juga akan tagih janji Menpan untuk terakhir kalinya,&quot; kata Dahlan di podium aksi guru honorer, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

Dahlan, yang juga anggota Komisi II DPR RI, menambahkan bahwa jasa guru honorer selayaknya diapresiasi oleh pemerintah serta diprioritaskan dibanding guru-guru PNS yang kebanyakan baru mendaftar.

&quot;Kalau bicara soal rakyat, mereka (pemerintah) banyak pertimbangan dan pikir-pikir. Itu juga kita sayangkan,&quot; terangnya.

Bahkan, lanjut Dahlan, Menpan-RB Yuddy Chrisnandi pernah menyatakan akan mengangkat minimal 100 ribu guru honorer menjadi PNS. &quot;Tapi kok mikirnya THR (tunjangan hari raya) untuk PNS, itu pun menghabiskan Rp6 triliun,&quot; lanjutnya.

Kemudian, Dahlan juga siap mendampingi para guru honorer yang melakukan demonstrasi ke beberapa kementerian hingga Istana Kepresidenan.

&quot;Waktunya mendesak, kita bersama-sama datang ke kantor Menpan, bukan untuk minta tapi untuk nuntut hak,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menemui langsung para guru honorer yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

Menurut Dahlan, dirinya juga merasa kecewa kepada pemerintah yang hingga saat ini masih menggantung status para guru honorer yang telah bekerja bertahun-tahun.

&quot;Kami juga tidak terima. Kami juga akan tagih janji Menpan untuk terakhir kalinya,&quot; kata Dahlan di podium aksi guru honorer, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

Dahlan, yang juga anggota Komisi II DPR RI, menambahkan bahwa jasa guru honorer selayaknya diapresiasi oleh pemerintah serta diprioritaskan dibanding guru-guru PNS yang kebanyakan baru mendaftar.

&quot;Kalau bicara soal rakyat, mereka (pemerintah) banyak pertimbangan dan pikir-pikir. Itu juga kita sayangkan,&quot; terangnya.

Bahkan, lanjut Dahlan, Menpan-RB Yuddy Chrisnandi pernah menyatakan akan mengangkat minimal 100 ribu guru honorer menjadi PNS. &quot;Tapi kok mikirnya THR (tunjangan hari raya) untuk PNS, itu pun menghabiskan Rp6 triliun,&quot; lanjutnya.

Kemudian, Dahlan juga siap mendampingi para guru honorer yang melakukan demonstrasi ke beberapa kementerian hingga Istana Kepresidenan.

&quot;Waktunya mendesak, kita bersama-sama datang ke kantor Menpan, bukan untuk minta tapi untuk nuntut hak,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
