<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Akui Pernah Disogok Sohibnya</title><description>Ahok meyakini, pemberian tersebut ada hubungannya dengan jabatan yang ia duduki saat itu. Karenanya, ia memutuskan untuk tak menerimanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/15/338/1214595/ahok-akui-pernah-disogok-sohibnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/15/338/1214595/ahok-akui-pernah-disogok-sohibnya"/><item><title>Ahok Akui Pernah Disogok Sohibnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/15/338/1214595/ahok-akui-pernah-disogok-sohibnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/15/338/1214595/ahok-akui-pernah-disogok-sohibnya</guid><pubDate>Selasa 15 September 2015 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/15/338/1214595/ahok-akui-pernah-disogok-sohibnya-c7pVEJA1wU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto:  Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/15/338/1214595/ahok-akui-pernah-disogok-sohibnya-c7pVEJA1wU.jpg</image><title>Foto:  Okezone</title></images><description>JAKARTA - Praktik korupsi di Indonesia seolah sudah mendarah daging dalam kehidupan bernegara. Umumnya korupsi dilakukan oleh pejabat publik yang menerima suap untuk memperkaya diri dan golongan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memiliki cerita menarik tentang praktik suap-menyuap ini saat menjabat Bupati Belitung Timur.

Hal tersebut diutarakan Ahok saat membuka seminar bertajuk &quot;Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan&quot; yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Balai Kota Jakarta.
Ahok menceritakan pengalamannya saat disuap teman lama. Saat masih memimpin Belitung Timur, Ahok pernah tiba-tiba dikirimi sebuah kulkas. Ternyata pengirimnya adalah teman lama yang dulunya terhitung pelit.
&quot;Saya di Bupati Belitung Timur, teman saya usaha, dia kirim saya satu kulkas besar ke rumah. Saya telefon, eh ada apa nih kirim kulkas, ga ada angin ga ada badai. Dasar lu, gua nikah butuh kulkas kecil lu kagak kasih. Waktu bapak gua meninggal gua lagi ngutang, bangkrut, cek belum ditebus, lu kasih ke gua 100 doang, kok sekarang kasih gua kulkas jutaan ini. Saya balikin,&quot; jelas Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Ahok meyakini, pemberian tersebut ada hubungannya dengan jabatan yang ia duduki saat itu. Karenanya, ia memutuskan untuk tak menerima barang tersebut.
Ada pula pengusaha kamera yang dulu selalu menawarkan pada Ahok dan teman-temannya kamera kualitas rendah yang sudah tak laku dijual. Ketika terpilih sebagai bupati, tiba-tiba teman tersebut menawarkan kamera canggih keluaran terbaru untuk Ahok.
&quot;Pas saya jadi bupati, saya main, dia bilang, 'Hok ada kamera paling canggih, paling tipis, lu ambil aja!' Terus saya jawab, enggak bisa, dulu lu enggak pernah tawarin gua, dulu lu tawarin yang paling ga laku,&quot; kata dia diikuti gelak tawa peserta seminar.
Target suap juga tak berhenti pada dirinya, tetapi juga sang istri. Veronica Tan seringkali menerima paket kiriman berupa makanan atau bingkisan. Jika sudah begitu, biasanya Ahok ikut turun tangan mengembalikan barang-barang serupa kepada si pengirim.
&quot;Sekarang ada yang ngantar makanan, kita antar balik.  Merepotkan banget. Lama-lama bangkrut nih. Tolong ya kalau pulang jangan anterin (barang-barang) ke rumah istri saya, nanti saya repot nganter balik ke rumah Anda,&quot; ujar dia.
Karenanya, ibu rumah tangga juga bisa menjadi salah satu celah pintu masuk praktik suap di kalangan pejabat. Ahok menganggap seminar yang diikuti pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI ini menjadi sangat relevan.
&quot;Saya berharap, dengan seminar ini ibu-ibu dan anak-anak mulai mengerti mana yang boleh mana yang nggak boleh,&quot; pungkas Ahok.

</description><content:encoded>JAKARTA - Praktik korupsi di Indonesia seolah sudah mendarah daging dalam kehidupan bernegara. Umumnya korupsi dilakukan oleh pejabat publik yang menerima suap untuk memperkaya diri dan golongan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) memiliki cerita menarik tentang praktik suap-menyuap ini saat menjabat Bupati Belitung Timur.

Hal tersebut diutarakan Ahok saat membuka seminar bertajuk &quot;Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan&quot; yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Balai Kota Jakarta.
Ahok menceritakan pengalamannya saat disuap teman lama. Saat masih memimpin Belitung Timur, Ahok pernah tiba-tiba dikirimi sebuah kulkas. Ternyata pengirimnya adalah teman lama yang dulunya terhitung pelit.
&quot;Saya di Bupati Belitung Timur, teman saya usaha, dia kirim saya satu kulkas besar ke rumah. Saya telefon, eh ada apa nih kirim kulkas, ga ada angin ga ada badai. Dasar lu, gua nikah butuh kulkas kecil lu kagak kasih. Waktu bapak gua meninggal gua lagi ngutang, bangkrut, cek belum ditebus, lu kasih ke gua 100 doang, kok sekarang kasih gua kulkas jutaan ini. Saya balikin,&quot; jelas Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Ahok meyakini, pemberian tersebut ada hubungannya dengan jabatan yang ia duduki saat itu. Karenanya, ia memutuskan untuk tak menerima barang tersebut.
Ada pula pengusaha kamera yang dulu selalu menawarkan pada Ahok dan teman-temannya kamera kualitas rendah yang sudah tak laku dijual. Ketika terpilih sebagai bupati, tiba-tiba teman tersebut menawarkan kamera canggih keluaran terbaru untuk Ahok.
&quot;Pas saya jadi bupati, saya main, dia bilang, 'Hok ada kamera paling canggih, paling tipis, lu ambil aja!' Terus saya jawab, enggak bisa, dulu lu enggak pernah tawarin gua, dulu lu tawarin yang paling ga laku,&quot; kata dia diikuti gelak tawa peserta seminar.
Target suap juga tak berhenti pada dirinya, tetapi juga sang istri. Veronica Tan seringkali menerima paket kiriman berupa makanan atau bingkisan. Jika sudah begitu, biasanya Ahok ikut turun tangan mengembalikan barang-barang serupa kepada si pengirim.
&quot;Sekarang ada yang ngantar makanan, kita antar balik.  Merepotkan banget. Lama-lama bangkrut nih. Tolong ya kalau pulang jangan anterin (barang-barang) ke rumah istri saya, nanti saya repot nganter balik ke rumah Anda,&quot; ujar dia.
Karenanya, ibu rumah tangga juga bisa menjadi salah satu celah pintu masuk praktik suap di kalangan pejabat. Ahok menganggap seminar yang diikuti pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI ini menjadi sangat relevan.
&quot;Saya berharap, dengan seminar ini ibu-ibu dan anak-anak mulai mengerti mana yang boleh mana yang nggak boleh,&quot; pungkas Ahok.

</content:encoded></item></channel></rss>
