<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov Riau Harus Pastikan Lokasi Evakuasi Bebas Asap</title><description>Jangan sampai, lokasi evakuasi korban kabut asap, malah dipenuhi asap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/15/340/1214431/pemprov-riau-harus-pastikan-lokasi-evakuasi-bebas-asap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/15/340/1214431/pemprov-riau-harus-pastikan-lokasi-evakuasi-bebas-asap"/><item><title>Pemprov Riau Harus Pastikan Lokasi Evakuasi Bebas Asap</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/15/340/1214431/pemprov-riau-harus-pastikan-lokasi-evakuasi-bebas-asap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/15/340/1214431/pemprov-riau-harus-pastikan-lokasi-evakuasi-bebas-asap</guid><pubDate>Selasa 15 September 2015 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/15/340/1214431/lokasi-evakuasi-warga-harus-dipastikan-bebas-asap-8i2AS7fi0M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/15/340/1214431/lokasi-evakuasi-warga-harus-dipastikan-bebas-asap-8i2AS7fi0M.jpg</image><title>foto: Antara</title></images><description>
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Gelanggang Olahraga (Gor) Tribuana di Jalan Diponegoro, sebagai lokasi evakuasi warga, menyusul ditetapkanya status Darurat Kabut Asap.
Menanggapi hal itu, Ketua Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al Azhar mengatakan, Pemprov harus serius dalam mempersiapkan tempat evaukasi warga. Lokasi harus bebas dari asap dan tersedia tim medis. [Kabut Menggila, Asap Masuk ke Rumah Warga]
 
&amp;nbsp;
&quot;Tempat penampungan untuk warga yang terserang penyakit asap ini sangat urgent. Jadi Pemprov harus serius. Tempat evauasi harus benar-benar nyaman dan bebas asap,&quot; ujarnya kepada Okezone, Selasa (15/9/2015).
Dia berharap, lokasi evakuasi tidak hanya ada di Pekanbaru, tapi juga wilayah lain di provinsi itu. &quot;Tempat evakuasi seharusnya merata di semua kabupaten dan kota. Karena Riau bukan Pekanbaru saja,&quot; ketusnya.
Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera menyebabkan kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Pekanbaru. Selain bersumber dari hutan dan lahan yang terbakar di Riau, asap di Pekanbaru merupakan kiriman dari Sumsel dan Jambi.
Berdasarkan data Tim Satgas Darurat Bencana Asap Riau, lahan terbakar di provinsi itu sejak 24 Juni hingga 2 September 2015 seluas 3,043 hektare. Dari jumlah itu, hampir 2.900 hektare di antaranya sudah dipadamkan.
</description><content:encoded>
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan Gelanggang Olahraga (Gor) Tribuana di Jalan Diponegoro, sebagai lokasi evakuasi warga, menyusul ditetapkanya status Darurat Kabut Asap.
Menanggapi hal itu, Ketua Ketua Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al Azhar mengatakan, Pemprov harus serius dalam mempersiapkan tempat evaukasi warga. Lokasi harus bebas dari asap dan tersedia tim medis. [Kabut Menggila, Asap Masuk ke Rumah Warga]
 
&amp;nbsp;
&quot;Tempat penampungan untuk warga yang terserang penyakit asap ini sangat urgent. Jadi Pemprov harus serius. Tempat evauasi harus benar-benar nyaman dan bebas asap,&quot; ujarnya kepada Okezone, Selasa (15/9/2015).
Dia berharap, lokasi evakuasi tidak hanya ada di Pekanbaru, tapi juga wilayah lain di provinsi itu. &quot;Tempat evakuasi seharusnya merata di semua kabupaten dan kota. Karena Riau bukan Pekanbaru saja,&quot; ketusnya.
Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera menyebabkan kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Pekanbaru. Selain bersumber dari hutan dan lahan yang terbakar di Riau, asap di Pekanbaru merupakan kiriman dari Sumsel dan Jambi.
Berdasarkan data Tim Satgas Darurat Bencana Asap Riau, lahan terbakar di provinsi itu sejak 24 Juni hingga 2 September 2015 seluas 3,043 hektare. Dari jumlah itu, hampir 2.900 hektare di antaranya sudah dipadamkan.
</content:encoded></item></channel></rss>
