<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien BPJS Kembali Dipaksa Hengkang dari RSMH </title><description>Setelah dipaksa pulang pada Senin 14 September 2015. Pasien BPJS di Palembang kembali dipaksa pulang untuk menjalani rawat jalan</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/16/340/1214857/pasien-bpjs-kembali-dipaksa-hengkang-dari-rsmh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/16/340/1214857/pasien-bpjs-kembali-dipaksa-hengkang-dari-rsmh"/><item><title>Pasien BPJS Kembali Dipaksa Hengkang dari RSMH </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/16/340/1214857/pasien-bpjs-kembali-dipaksa-hengkang-dari-rsmh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/16/340/1214857/pasien-bpjs-kembali-dipaksa-hengkang-dari-rsmh</guid><pubDate>Rabu 16 September 2015 01:40 WIB</pubDate><dc:creator>Mewan Haqulana </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/16/340/1214857/pasien-bpjs-kembali-dipaksa-hengkang-dari-rsmh-lDsd45cqIf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ilustasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/16/340/1214857/pasien-bpjs-kembali-dipaksa-hengkang-dari-rsmh-lDsd45cqIf.jpg</image><title>foto: ilustasi Okezone</title></images><description>
PALEMBANG - Pihak Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang, kembali menganjurkan agar Masyta Dewi (50) pasien jalur BPJS untuk keluar dari rumah sakit tersebut dan menjalani rawat jalan.
Syaiful Haq kakak dari Masyta Dewi menolak usulan RSMH Palembang agar adik kandungnya menjalani rawat jalan karena takut keselamatan Masyta Dewi terancam.  Apalagi sebelumnya, Masyta Dewi pernah dipaksa pulang oleh pihak RSMH Palembang  pada Senin 14 September 2015 di mana saat itu kondisinya sedang kritis.
&quot;Pihak RSMH datang lagi menyodorkan berkas agar Masyta keluar dari sini, tapi saya tidak mau tanda tangan. Sangat berbahaya bagi jiwanya, bila dalam kondisi seperti ini dipaksakan pulang,&quot; tegas Syaiful saat dihubungi Okezone, Rabu (17/9/2015).
Akhirnya pihak RSMH melunak dan hingga berita ini ditulis, pasien tersebut tetap dirawat di ruang Lematang Indah 1 nomor 2. Kondisi pasien sudah ada kemajuan,  dosen teknik sipil Poltek Unsri tersebut sudah sadar meski hanya beberapa menit.
&quot;Biasanya pagi, paling sekitar dua menit dia sadar, tapi hal itu sangat membantu,&quot; jelasnya.
Saat sadar, pasien BPJS tersebut sering berteriak kesakitan, kadang menangis dan pernah menanyakan karungnya yang hilang, kemudian menangis lagi selanjutnya kembali tergolek tak berdaya.
&quot;Kalau dengan kondisi seperti ini, kami belum sanggup membawanya pulang, takutnya terjadi sesuatu,&quot; katanya.
Sesekali Masyta sudah bisa dilatih makan lewat mulut layaknya orang normal, tidak harus pakai selang infus. Namun hal itu sangat jarang dilakukan.
&quot;Karena menurut dokter ahli saraf yang menanganinya, pemberian makan langsung hanya boleh dilakukan bila pasien ini benar-benar sadar. Dia sadarnya hanya beberapa menit di pagi hari, jadi bagaimana mau menyuapinya,&quot; ujarnya.
Sementara itu Direktur Medik dan Keperawatan RSMH Palembang, M Alsen Arlan, menerangkan kondisi pasien sudah stabil. &quot;Rawat jalan juga bisa, tapi kami tidak memaksa untuk itu,&quot; singkatnya. (MSR)
</description><content:encoded>
PALEMBANG - Pihak Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang, kembali menganjurkan agar Masyta Dewi (50) pasien jalur BPJS untuk keluar dari rumah sakit tersebut dan menjalani rawat jalan.
Syaiful Haq kakak dari Masyta Dewi menolak usulan RSMH Palembang agar adik kandungnya menjalani rawat jalan karena takut keselamatan Masyta Dewi terancam.  Apalagi sebelumnya, Masyta Dewi pernah dipaksa pulang oleh pihak RSMH Palembang  pada Senin 14 September 2015 di mana saat itu kondisinya sedang kritis.
&quot;Pihak RSMH datang lagi menyodorkan berkas agar Masyta keluar dari sini, tapi saya tidak mau tanda tangan. Sangat berbahaya bagi jiwanya, bila dalam kondisi seperti ini dipaksakan pulang,&quot; tegas Syaiful saat dihubungi Okezone, Rabu (17/9/2015).
Akhirnya pihak RSMH melunak dan hingga berita ini ditulis, pasien tersebut tetap dirawat di ruang Lematang Indah 1 nomor 2. Kondisi pasien sudah ada kemajuan,  dosen teknik sipil Poltek Unsri tersebut sudah sadar meski hanya beberapa menit.
&quot;Biasanya pagi, paling sekitar dua menit dia sadar, tapi hal itu sangat membantu,&quot; jelasnya.
Saat sadar, pasien BPJS tersebut sering berteriak kesakitan, kadang menangis dan pernah menanyakan karungnya yang hilang, kemudian menangis lagi selanjutnya kembali tergolek tak berdaya.
&quot;Kalau dengan kondisi seperti ini, kami belum sanggup membawanya pulang, takutnya terjadi sesuatu,&quot; katanya.
Sesekali Masyta sudah bisa dilatih makan lewat mulut layaknya orang normal, tidak harus pakai selang infus. Namun hal itu sangat jarang dilakukan.
&quot;Karena menurut dokter ahli saraf yang menanganinya, pemberian makan langsung hanya boleh dilakukan bila pasien ini benar-benar sadar. Dia sadarnya hanya beberapa menit di pagi hari, jadi bagaimana mau menyuapinya,&quot; ujarnya.
Sementara itu Direktur Medik dan Keperawatan RSMH Palembang, M Alsen Arlan, menerangkan kondisi pasien sudah stabil. &quot;Rawat jalan juga bisa, tapi kami tidak memaksa untuk itu,&quot; singkatnya. (MSR)
</content:encoded></item></channel></rss>
