<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Korban Human Trafficking Segera Dipulangkan</title><description>P2TP2A telah berkoordinasi dengan Dinas SosialBali agar memulangkang dua korban human trafficking.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/17/340/1216348/dua-korban-human-trafficking-segera-dipulangkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/17/340/1216348/dua-korban-human-trafficking-segera-dipulangkan"/><item><title>Dua Korban Human Trafficking Segera Dipulangkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/17/340/1216348/dua-korban-human-trafficking-segera-dipulangkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/17/340/1216348/dua-korban-human-trafficking-segera-dipulangkan</guid><pubDate>Kamis 17 September 2015 23:00 WIB</pubDate><dc:creator>Puji Sukiswanti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/17/340/1216348/dua-korban-human-trafficking-segera-dipulangkan-IAExn3nZux.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok.Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/17/340/1216348/dua-korban-human-trafficking-segera-dipulangkan-IAExn3nZux.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok.Okezone)</title></images><description>
DENPASAR - Pendamping Hukum dan Konselor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bali (P2TP2A), Ni Luh Putu Puspa Sari Dewi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali untuk memulangkan dua orang gadis korban human trafficking, agar dipulangkan ke Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, yakni Tita alias Mira (20), dan Nia (22).

&amp;ldquo;Kami sudah menyerahkan keduanya ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan akan diurus kepulangannya,&amp;rdquo;katanya, di Denpasar, Kamis (17/9/2015).

Dia mengaku telah melakukan pendekatan terhadap korban. Termasuk berkoordinasi dengan P2TP2A Jawa Barat untuk turut melakukan pendekatan terhadap tiga gadis lainnya yakni, Muliani Agustini (20) asal Bandung, Gita Nourine (20) asal Cileungi, dan Luna (19) asal Bogor, Jawa Barat, yang memilih untuk tetap bekerja sebagai waitress di kafe tersebut dan tidak ingin dipulangkan.

&amp;ldquo;Kami tetap berupaya melakukan pendekatan, termasuk berkoordinasi dengan P2TP2A Jawa Barat, supaya mereka mau balik kedaerah asalnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Luna, salah satu  pekerja itu mengaku masih ingin tetap bekerja di cafe tersebut dan tidak menyesal melakukan pekerjaan itu. &amp;ldquo;Saya senang kerja disana dan saya menikmati,&amp;rdquo; katanya.

Hingga saat ini, kasus penjualan perempuan masih ditangani oleh Polres Tabanan, bahkan mucikari dan pemiliki kafe sudah diantarkan ke Sukabumi untuk dimintai keterangan.
</description><content:encoded>
DENPASAR - Pendamping Hukum dan Konselor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Bali (P2TP2A), Ni Luh Putu Puspa Sari Dewi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali untuk memulangkan dua orang gadis korban human trafficking, agar dipulangkan ke Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, yakni Tita alias Mira (20), dan Nia (22).

&amp;ldquo;Kami sudah menyerahkan keduanya ke Dinas Sosial Provinsi Bali dan akan diurus kepulangannya,&amp;rdquo;katanya, di Denpasar, Kamis (17/9/2015).

Dia mengaku telah melakukan pendekatan terhadap korban. Termasuk berkoordinasi dengan P2TP2A Jawa Barat untuk turut melakukan pendekatan terhadap tiga gadis lainnya yakni, Muliani Agustini (20) asal Bandung, Gita Nourine (20) asal Cileungi, dan Luna (19) asal Bogor, Jawa Barat, yang memilih untuk tetap bekerja sebagai waitress di kafe tersebut dan tidak ingin dipulangkan.

&amp;ldquo;Kami tetap berupaya melakukan pendekatan, termasuk berkoordinasi dengan P2TP2A Jawa Barat, supaya mereka mau balik kedaerah asalnya,&amp;rdquo; ujarnya.

Luna, salah satu  pekerja itu mengaku masih ingin tetap bekerja di cafe tersebut dan tidak menyesal melakukan pekerjaan itu. &amp;ldquo;Saya senang kerja disana dan saya menikmati,&amp;rdquo; katanya.

Hingga saat ini, kasus penjualan perempuan masih ditangani oleh Polres Tabanan, bahkan mucikari dan pemiliki kafe sudah diantarkan ke Sukabumi untuk dimintai keterangan.
</content:encoded></item></channel></rss>
