<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Sebut Kebakaran Hotel di Makkah Tak Besar</title><description>Kebakaran yang terjadi hanya skala kecil dan terjadi di satu lantai. Api pun berhasil dipadamkan petugas dalam waktu cepat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/18/337/1216693/dpr-sebut-kebakaran-hotel-di-makkah-tak-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/18/337/1216693/dpr-sebut-kebakaran-hotel-di-makkah-tak-besar"/><item><title>DPR Sebut Kebakaran Hotel di Makkah Tak Besar</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/18/337/1216693/dpr-sebut-kebakaran-hotel-di-makkah-tak-besar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/18/337/1216693/dpr-sebut-kebakaran-hotel-di-makkah-tak-besar</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2015 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/18/337/1216693/dpr-sebut-kebakaran-hotel-di-makkah-tak-besar-NReGsn6p8T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ilustasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/18/337/1216693/dpr-sebut-kebakaran-hotel-di-makkah-tak-besar-NReGsn6p8T.jpg</image><title>foto: ilustasi Okezone</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang berada di Makkah mengatakan, kebakaran yang terjadi di sektor 4, rumah 403 lantai 8 Hotel Sakaf al Barakah di Wilayah Aziziyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis 17 September 2015 tak seheboh seperti yang diberitakan media.
&quot;Kebakaran tidak besar seperti yang diberitakan, di lantai itu saja dan segera ditangani,&quot; ungkap Saleh saat berbincang dengan Okezone, Jumat (18/9/2015).
Saleh menduga, hebohnya pemberitaan karena yang terbakar itu adalah kasur yang mengeluarkan banyak asap. Ditambah, ada beberapa pintu kamar hotel yang didobrak oleh petugas guna memadamkan api.
&quot;Itu segera dipadamkan, mungkin ada beberapa pintu didobrak, prosedur yang wajar demi keamanan,&quot; tegasnya.
Menurutnya, insiden itu terjadi karena ada jamaah yang lalai dengan menghidupkan penanak nasi (rice cooker) dan ditinggalkan begitu saja di atas tempat tidur.
&quot;Awal sudah diingatkan, pembinaan di Indonesia dilakukan. Cuma memang penggunaan fasilitas modern bagi orang awam menjadi sesuatu yang baru,&quot; sebutnya.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan agar Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan pembinaan bagi jamaah haji, terutama tentang perbedaan fasilitas yang digunakan di Makkah dengan Indonesia.
&quot;Pertama tentang tentang keadaan di sini, ke masjid bagaimana, listrik bagaimana, ada air panas dan ada dingin. Coba kalau salah tekan. Jangankan orangtua, kita saja sering lupa. Itu yang perlu diajarkan teknis seperti itu, terutama kepada Ketua Rombongan,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang berada di Makkah mengatakan, kebakaran yang terjadi di sektor 4, rumah 403 lantai 8 Hotel Sakaf al Barakah di Wilayah Aziziyah, Makkah, Arab Saudi, Kamis 17 September 2015 tak seheboh seperti yang diberitakan media.
&quot;Kebakaran tidak besar seperti yang diberitakan, di lantai itu saja dan segera ditangani,&quot; ungkap Saleh saat berbincang dengan Okezone, Jumat (18/9/2015).
Saleh menduga, hebohnya pemberitaan karena yang terbakar itu adalah kasur yang mengeluarkan banyak asap. Ditambah, ada beberapa pintu kamar hotel yang didobrak oleh petugas guna memadamkan api.
&quot;Itu segera dipadamkan, mungkin ada beberapa pintu didobrak, prosedur yang wajar demi keamanan,&quot; tegasnya.
Menurutnya, insiden itu terjadi karena ada jamaah yang lalai dengan menghidupkan penanak nasi (rice cooker) dan ditinggalkan begitu saja di atas tempat tidur.
&quot;Awal sudah diingatkan, pembinaan di Indonesia dilakukan. Cuma memang penggunaan fasilitas modern bagi orang awam menjadi sesuatu yang baru,&quot; sebutnya.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan agar Kementerian Agama (Kemenag) meningkatkan pembinaan bagi jamaah haji, terutama tentang perbedaan fasilitas yang digunakan di Makkah dengan Indonesia.
&quot;Pertama tentang tentang keadaan di sini, ke masjid bagaimana, listrik bagaimana, ada air panas dan ada dingin. Coba kalau salah tekan. Jangankan orangtua, kita saja sering lupa. Itu yang perlu diajarkan teknis seperti itu, terutama kepada Ketua Rombongan,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
