<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah Perokok Keliling Kampung untuk Cari Puntung Rokok</title><description>Bocah perokok keliling kampung untuk cari puntung rokok, lalu menyalakan dan mengisapnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/18/512/1216475/bocah-perokok-keliling-kampung-untuk-cari-puntung-rokok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/18/512/1216475/bocah-perokok-keliling-kampung-untuk-cari-puntung-rokok"/><item><title>Bocah Perokok Keliling Kampung untuk Cari Puntung Rokok</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/18/512/1216475/bocah-perokok-keliling-kampung-untuk-cari-puntung-rokok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/18/512/1216475/bocah-perokok-keliling-kampung-untuk-cari-puntung-rokok</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2015 10:08 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/18/512/1216475/bocah-perokok-keliling-kampung-untuk-cari-puntung-rokok-19JfGfvxDR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Taufik Budi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/18/512/1216475/bocah-perokok-keliling-kampung-untuk-cari-puntung-rokok-19JfGfvxDR.jpg</image><title>Foto: Taufik Budi</title></images><description>
SEMARANG &amp;ndash; N, bocah perokok asal Semarang, Jawa Tengah, kerap mencari puntung rokok di jalanan. Ketika mendapatkan puntung rokok, dia langsung menyalakannya dengan korek yang selalu tersimpan dalam sakunya.
&amp;ldquo;Dia (N) tidak saya jatah rokok. Dia tidak berani merokok di rumah karena ada saya dan neneknya. Biasanya dia keluar, mungkin dapat dari orang-orang yang lewat atau mencari puntung-puntung rokok,&amp;rdquo; kata ibu N, Sri Lestari, saat ditemui di rumahnya di Jalan Gajah Barat VI, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Jumat (18/9/2015).
Sri mengaku baru mengetahui kebiasaan buruk anaknya itu dari tetangga sekitar. Mereka menyampaikan, N sering berkeliling mencari puntung rokok di jalanan untuk diisapnya.
&amp;ldquo;Awalnya saya tidak tahu. Malah tetangga-tetangga sekitar yang ngasih tahu bila N seperti itu (mencari puntung rokok),&amp;rdquo; tukasnya.
Seorang warga, Ahmad Sholeh, menambahkan, N mempunyai kebiasaan mencari puntung rokok itu sejak setahun lalu. Bocah perperawakan kecil dan kurus itu berjalan sendirian di kampung-kampung.
&quot;Bila sudah mendapatkan puntung rokok langung dinyalakan. Dia bisa mengisapnya sampai habis. Bahkan, sampai gabusnya itu, sehingga tembakau dalam rokok benar-benar habis,&amp;rdquo; kata Sholeh.

</description><content:encoded>
SEMARANG &amp;ndash; N, bocah perokok asal Semarang, Jawa Tengah, kerap mencari puntung rokok di jalanan. Ketika mendapatkan puntung rokok, dia langsung menyalakannya dengan korek yang selalu tersimpan dalam sakunya.
&amp;ldquo;Dia (N) tidak saya jatah rokok. Dia tidak berani merokok di rumah karena ada saya dan neneknya. Biasanya dia keluar, mungkin dapat dari orang-orang yang lewat atau mencari puntung-puntung rokok,&amp;rdquo; kata ibu N, Sri Lestari, saat ditemui di rumahnya di Jalan Gajah Barat VI, Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Jumat (18/9/2015).
Sri mengaku baru mengetahui kebiasaan buruk anaknya itu dari tetangga sekitar. Mereka menyampaikan, N sering berkeliling mencari puntung rokok di jalanan untuk diisapnya.
&amp;ldquo;Awalnya saya tidak tahu. Malah tetangga-tetangga sekitar yang ngasih tahu bila N seperti itu (mencari puntung rokok),&amp;rdquo; tukasnya.
Seorang warga, Ahmad Sholeh, menambahkan, N mempunyai kebiasaan mencari puntung rokok itu sejak setahun lalu. Bocah perperawakan kecil dan kurus itu berjalan sendirian di kampung-kampung.
&quot;Bila sudah mendapatkan puntung rokok langung dinyalakan. Dia bisa mengisapnya sampai habis. Bahkan, sampai gabusnya itu, sehingga tembakau dalam rokok benar-benar habis,&amp;rdquo; kata Sholeh.

</content:encoded></item></channel></rss>
