<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>127 Hotspot Muncul, Riau Semakin Membara</title><description>Hari ini sebanyak 127 titik panas (hotspot) mengepung wilayah Riau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/19/340/1217287/127-hotspot-muncul-riau-semakin-membara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/19/340/1217287/127-hotspot-muncul-riau-semakin-membara"/><item><title>127 Hotspot Muncul, Riau Semakin Membara</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/19/340/1217287/127-hotspot-muncul-riau-semakin-membara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/19/340/1217287/127-hotspot-muncul-riau-semakin-membara</guid><pubDate>Sabtu 19 September 2015 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/19/340/1217287/127-hotspot-muncul-riau-semakin-membara-pEoA3NziMp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabut Asap di Riau (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/19/340/1217287/127-hotspot-muncul-riau-semakin-membara-pEoA3NziMp.jpg</image><title>Kabut Asap di Riau (foto: Antara)</title></images><description>
PEKANBARU - Kebakaran hutan lahan di Riau semakin luas. Hari ini sebanyak 127 titik panas (hotspot) mengepung berbagai wilayah berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi, menjelaskan, sejumlah hotspot terbanyak di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 53 titik. Jumlah hotspot mengalami peningkatan drastis dibanding kemarin hanya hanya lima titik.

&quot;Kemudian di Kabupaten Inhu ada 49 titik, Kampar 15 titik, Inhil tujuh titik, dan Kuansing tiga titik,&quot; kata Slamet kepada Okezone, Sabtu (19/9/2015).

Akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang berdampak ini hampir semua wilayah di Riau tertutup asap. &quot;Visibiliti (jarak pandang) di berbagai daerah di Riau umumnya hanya 500-1.000 meter. Ini disebabkan kabut asap,&quot; tegasnya.

Sementara di wilayah Sumatera, total titik panas di berjumlah 497 titik. Dengan daerah terbanyak Provinsi Jambi dengan 169 titik, kemudian Provinsi Sumatera Selatan 159 titik dan Riau di posisi ketiga penyumbang kebakaran. Sisanya diberbagai provinsi lain di Sumatera.

&quot;Hujan diprediksi pada awal Oktober. Kita berharap semua pihak tetap waspada karena saat ini lahan masih mudah terbakar,&quot; tuturnya.

Kebakaran di Riau sudah berlangsung lebih dari sebulan. Bencana ini sudah melumpuhkan perenomian warga, dunia penerbangan, melumpuhkan pendidikan dan korban berjatuhan dan sudah puluhan ribu warga terserang penyakit ISPA.
</description><content:encoded>
PEKANBARU - Kebakaran hutan lahan di Riau semakin luas. Hari ini sebanyak 127 titik panas (hotspot) mengepung berbagai wilayah berjuluk Bumi Lancang Kuning tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi, menjelaskan, sejumlah hotspot terbanyak di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 53 titik. Jumlah hotspot mengalami peningkatan drastis dibanding kemarin hanya hanya lima titik.

&quot;Kemudian di Kabupaten Inhu ada 49 titik, Kampar 15 titik, Inhil tujuh titik, dan Kuansing tiga titik,&quot; kata Slamet kepada Okezone, Sabtu (19/9/2015).

Akibat dari kebakaran hutan dan lahan yang berdampak ini hampir semua wilayah di Riau tertutup asap. &quot;Visibiliti (jarak pandang) di berbagai daerah di Riau umumnya hanya 500-1.000 meter. Ini disebabkan kabut asap,&quot; tegasnya.

Sementara di wilayah Sumatera, total titik panas di berjumlah 497 titik. Dengan daerah terbanyak Provinsi Jambi dengan 169 titik, kemudian Provinsi Sumatera Selatan 159 titik dan Riau di posisi ketiga penyumbang kebakaran. Sisanya diberbagai provinsi lain di Sumatera.

&quot;Hujan diprediksi pada awal Oktober. Kita berharap semua pihak tetap waspada karena saat ini lahan masih mudah terbakar,&quot; tuturnya.

Kebakaran di Riau sudah berlangsung lebih dari sebulan. Bencana ini sudah melumpuhkan perenomian warga, dunia penerbangan, melumpuhkan pendidikan dan korban berjatuhan dan sudah puluhan ribu warga terserang penyakit ISPA.
</content:encoded></item></channel></rss>
