<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa Pembuat Jam &quot;Bom&quot; Tolak Bujukan Sekolah McArthur</title><description>Setelah melaporkan Ahmed ke Kepolisian Texas karena tudingan membuat jam &quot;bom&quot;, pihak Sekolah McArthur kini mengajak Ahmed untuk kembali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/20/18/1217590/siswa-pembuat-jam-bom-tolak-bujukan-sekolah-mcarthur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/20/18/1217590/siswa-pembuat-jam-bom-tolak-bujukan-sekolah-mcarthur"/><item><title>Siswa Pembuat Jam &quot;Bom&quot; Tolak Bujukan Sekolah McArthur</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/20/18/1217590/siswa-pembuat-jam-bom-tolak-bujukan-sekolah-mcarthur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/20/18/1217590/siswa-pembuat-jam-bom-tolak-bujukan-sekolah-mcarthur</guid><pubDate>Minggu 20 September 2015 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Mico Desrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/20/18/1217590/siswa-pembuat-jam-bom-tolak-kembali-ke-sekolah-lama-RL4i09nbdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmed Mohammed (Foto: Daily Mail)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/20/18/1217590/siswa-pembuat-jam-bom-tolak-kembali-ke-sekolah-lama-RL4i09nbdQ.jpg</image><title>Ahmed Mohammed (Foto: Daily Mail)</title></images><description>IRVING - Pihak Sekolah McArthur di Irving, Texas, Amerika Serikat (AS), membujuk siswanya yang dituding membuat jam &amp;ldquo;bom&amp;rdquo;, Ahmed Mohammed, untuk kembali ke sekolah.
&amp;ldquo;Kami yakin bahwa pihak Sekolah McArthur dapat terus memberikan Ahmed pendidikan yang sangat baik di sini,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Sekolah McArthur kepada ABC News, seperti dikutip Huffington Post, Minggu (20/9/2015).
Namun, keinginan Sekolah McArthur ditangggapi dingin oleh Ahmed Mohamed. Hal itu diperjelas oleh pernyataan keluarga yang menyebutkan kini Ahmed tak lagi tertarik untuk kembali lagi ke McArthur.
Ayahnya, Mohamed Elhassan Mohamed, mengatakan bahwa anaknya akan pindah dari sekolah tersebut namun masih belum diputuskan sekolah mana yang akan ia pilih untuk melanjutkan pendidikan.
Sebagaimana diberitakan, Ahmed ditangkap pada Kamis 17 September, lantaran guru di sekolahnya curiga bahwa anak muridnya sering melakukan kegiatan tersembunyi.
Sang guru kemudian melaporkan Ahmed kepada polisi. Saat ditangkap dan diborgol, Ahmed sempat panik dan kebingungan. Berkali-kali ia menjelaskan kepada pihak Kepolisian bahwa benda ciptaannya bukanlah bom seperti yang dituduhkan.
&amp;ldquo;Saya membuat jam supaya guru saya terkesan, tapi ketika saya menunjukkan padanya, dia pikir itu adalah ancaman baginya. Saya benar-benar sedih bahwa dia mengambil kesan yang salah dari hal yang saya lakukan,&amp;rdquo; ujar Ahmed dalam sebuah wawancara dengan media AS pekan ini.
Meski demikian, Sekolah MacArthur dikabarkan belum juga meminta maaf kepada Ahmed dan keluarga perihal penangkapan dirinya, dan malah membela tindakan stafnya.
</description><content:encoded>IRVING - Pihak Sekolah McArthur di Irving, Texas, Amerika Serikat (AS), membujuk siswanya yang dituding membuat jam &amp;ldquo;bom&amp;rdquo;, Ahmed Mohammed, untuk kembali ke sekolah.
&amp;ldquo;Kami yakin bahwa pihak Sekolah McArthur dapat terus memberikan Ahmed pendidikan yang sangat baik di sini,&amp;rdquo; kata Juru Bicara Sekolah McArthur kepada ABC News, seperti dikutip Huffington Post, Minggu (20/9/2015).
Namun, keinginan Sekolah McArthur ditangggapi dingin oleh Ahmed Mohamed. Hal itu diperjelas oleh pernyataan keluarga yang menyebutkan kini Ahmed tak lagi tertarik untuk kembali lagi ke McArthur.
Ayahnya, Mohamed Elhassan Mohamed, mengatakan bahwa anaknya akan pindah dari sekolah tersebut namun masih belum diputuskan sekolah mana yang akan ia pilih untuk melanjutkan pendidikan.
Sebagaimana diberitakan, Ahmed ditangkap pada Kamis 17 September, lantaran guru di sekolahnya curiga bahwa anak muridnya sering melakukan kegiatan tersembunyi.
Sang guru kemudian melaporkan Ahmed kepada polisi. Saat ditangkap dan diborgol, Ahmed sempat panik dan kebingungan. Berkali-kali ia menjelaskan kepada pihak Kepolisian bahwa benda ciptaannya bukanlah bom seperti yang dituduhkan.
&amp;ldquo;Saya membuat jam supaya guru saya terkesan, tapi ketika saya menunjukkan padanya, dia pikir itu adalah ancaman baginya. Saya benar-benar sedih bahwa dia mengambil kesan yang salah dari hal yang saya lakukan,&amp;rdquo; ujar Ahmed dalam sebuah wawancara dengan media AS pekan ini.
Meski demikian, Sekolah MacArthur dikabarkan belum juga meminta maaf kepada Ahmed dan keluarga perihal penangkapan dirinya, dan malah membela tindakan stafnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
