<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia Bisa Jadi Katalisator Perangi ISIS di Suriah</title><description>Menlu Suriah Walid Muallem memprediksi keterlibatan Rusia di negaranya akan menjadi katalisator dalam perang melawan kelompok militan ISIS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/21/18/1218115/rusia-bisa-jadi-katalisator-perangi-isis-di-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/21/18/1218115/rusia-bisa-jadi-katalisator-perangi-isis-di-suriah"/><item><title>Rusia Bisa Jadi Katalisator Perangi ISIS di Suriah</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/21/18/1218115/rusia-bisa-jadi-katalisator-perangi-isis-di-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/21/18/1218115/rusia-bisa-jadi-katalisator-perangi-isis-di-suriah</guid><pubDate>Senin 21 September 2015 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/21/18/1218115/rusia-bisa-jadi-katalisator-perangi-isis-di-suriah-V5QNjG1f0k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/21/18/1218115/rusia-bisa-jadi-katalisator-perangi-isis-di-suriah-V5QNjG1f0k.jpg</image><title>Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem. (Foto: Reuters)</title></images><description>
DAMASKUS &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem memprediksi keterlibatan lebih jauh Rusia di negaranya akan menjadi katalisator dalam perang melawan kelompok militan ISIS.
&amp;ldquo;Partisipasi Rusia dalam perang melawan Daesh dan Front Al Nusra jauh lebih penting daripada sekadar bantuan senjata,&amp;rdquo; ujar Muallem dalam sebuah wawancara yang dilansir Middle East Online, Senin (21/9/2015).
Muallem mengatakan bahwa keterlibatan Rusia yang lebih jauh akan merusak alur rencana kelompok teroris untuk melawan Suriah dan sekaligus menunjukkan kelemahan strategi Amerika melawan kelompok jihad.
&amp;ldquo;Rusia menunjukkan keinginan kuat mereka untuk memerangi terorisme, dan Suriah percaya sepenuhnya kepada mereka,&amp;rdquo; tambah Muallem.
Damaskus melabeli semua yang terlibat perang melawan Presiden Bashar al Assad  sebagai gerakan terorisme, termasuk semua gerakan pemberontakan yang dibantu negara-negara Barat.
Pria berambut putih itu juga menambahkan bahwa tindakan Rusia masih berada dalam koridor hukum internasional dan masih berkoordinasi dengan Suriah. Hal tersebut berbeda dengan tindakan Amerika Serikat (AS) yang terkesan tidak efektif.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan bantuan yang penting kepada mitra mereka Suriah semenjak pemberontakan bersenjata melawan rezim Al Assad pecah pada 2011.
Moskow boleh saja berpendapat bahwa bantuan mereka pada Suriah sebatas kerjasama pertahanan militer. Akan tetapi, muncul berita yang menyatakan bahwa Rusia sudah menyebar pasukan militernya di Suriah yang menjadi basis angkatan laut Rusia pada era Uni Soviet.
Pihak AS menyatakan sudah berulang kali memperingatkan Rusia bahwa tindakan mereka untuk memperkuat Assad hanya akan memperkeruh suasana.

</description><content:encoded>
DAMASKUS &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem memprediksi keterlibatan lebih jauh Rusia di negaranya akan menjadi katalisator dalam perang melawan kelompok militan ISIS.
&amp;ldquo;Partisipasi Rusia dalam perang melawan Daesh dan Front Al Nusra jauh lebih penting daripada sekadar bantuan senjata,&amp;rdquo; ujar Muallem dalam sebuah wawancara yang dilansir Middle East Online, Senin (21/9/2015).
Muallem mengatakan bahwa keterlibatan Rusia yang lebih jauh akan merusak alur rencana kelompok teroris untuk melawan Suriah dan sekaligus menunjukkan kelemahan strategi Amerika melawan kelompok jihad.
&amp;ldquo;Rusia menunjukkan keinginan kuat mereka untuk memerangi terorisme, dan Suriah percaya sepenuhnya kepada mereka,&amp;rdquo; tambah Muallem.
Damaskus melabeli semua yang terlibat perang melawan Presiden Bashar al Assad  sebagai gerakan terorisme, termasuk semua gerakan pemberontakan yang dibantu negara-negara Barat.
Pria berambut putih itu juga menambahkan bahwa tindakan Rusia masih berada dalam koridor hukum internasional dan masih berkoordinasi dengan Suriah. Hal tersebut berbeda dengan tindakan Amerika Serikat (AS) yang terkesan tidak efektif.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan bantuan yang penting kepada mitra mereka Suriah semenjak pemberontakan bersenjata melawan rezim Al Assad pecah pada 2011.
Moskow boleh saja berpendapat bahwa bantuan mereka pada Suriah sebatas kerjasama pertahanan militer. Akan tetapi, muncul berita yang menyatakan bahwa Rusia sudah menyebar pasukan militernya di Suriah yang menjadi basis angkatan laut Rusia pada era Uni Soviet.
Pihak AS menyatakan sudah berulang kali memperingatkan Rusia bahwa tindakan mereka untuk memperkuat Assad hanya akan memperkeruh suasana.

</content:encoded></item></channel></rss>
