<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Tolak Lahan Kuburan Dibangun Rumah </title><description>Tanah kuburan hibah dari pemerintah itu, akan dibangun menjadi rumah sakit. Warga pun menolaknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/21/519/1218230/warga-tolak-lahan-kuburan-dibangun-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/21/519/1218230/warga-tolak-lahan-kuburan-dibangun-rumah"/><item><title>Warga Tolak Lahan Kuburan Dibangun Rumah </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/21/519/1218230/warga-tolak-lahan-kuburan-dibangun-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/21/519/1218230/warga-tolak-lahan-kuburan-dibangun-rumah</guid><pubDate>Senin 21 September 2015 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/21/519/1218230/warga-tolak-lahan-kuburan-dibangun-rumah-sakit-IzXIz5Wlzb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ilustasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/21/519/1218230/warga-tolak-lahan-kuburan-dibangun-rumah-sakit-IzXIz5Wlzb.jpg</image><title>foto: ilustasi Okezone</title></images><description>
SAMPANG-Puluhan warga menolak rencana pembangunan rumah di atas lahan kuburan di Kampung Banyu Benger, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, Senin (21/9/2015).
Bahkan, warga menutup paksa galian pondasi yang rencananya dibuat pagar warga lain yang mengklaim tanah tersebut miliknya. Beruntung tidak sampai terjadi bentrok antara pekerja dengan warga. Sebab, pekerja memilih meninggalkan puluhan warga yang sedang emosi.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Kodim setempat. Setelah puas menutup lubang galian pondasi tersebut, puluhan warga meninggalkan lahan kuburan itu.
Informasinya tanah seluas 2 hektare tersebut merupakan tanah negara, yang dihibahkan menjadi areal kuburan umum. Selanjutnya ada warga yang mengajukan hak pakai dan menyertifikat sebagian tanah makam tersebut.
&amp;ldquo;Ada tiga orang yang mengklaim tanah makam ini lalu dipagari, rencananya akan dibangun sebuah rumah di sini,&amp;rdquo; terang salah seorang warga setempat Mutholib (40) pada wartawan ketika dikonfirmasi.
Menurut Mutholib, pihaknya akan melakukan aksi protes terus terkait rencana pembangunan rumah dan pagar. Sebab, lahan yang akan dibangun adalah tanah kuburan umum.
&amp;ldquo;Masak tanah kuburan dijadikan rumah,&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>
SAMPANG-Puluhan warga menolak rencana pembangunan rumah di atas lahan kuburan di Kampung Banyu Benger, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, Senin (21/9/2015).
Bahkan, warga menutup paksa galian pondasi yang rencananya dibuat pagar warga lain yang mengklaim tanah tersebut miliknya. Beruntung tidak sampai terjadi bentrok antara pekerja dengan warga. Sebab, pekerja memilih meninggalkan puluhan warga yang sedang emosi.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Kodim setempat. Setelah puas menutup lubang galian pondasi tersebut, puluhan warga meninggalkan lahan kuburan itu.
Informasinya tanah seluas 2 hektare tersebut merupakan tanah negara, yang dihibahkan menjadi areal kuburan umum. Selanjutnya ada warga yang mengajukan hak pakai dan menyertifikat sebagian tanah makam tersebut.
&amp;ldquo;Ada tiga orang yang mengklaim tanah makam ini lalu dipagari, rencananya akan dibangun sebuah rumah di sini,&amp;rdquo; terang salah seorang warga setempat Mutholib (40) pada wartawan ketika dikonfirmasi.
Menurut Mutholib, pihaknya akan melakukan aksi protes terus terkait rencana pembangunan rumah dan pagar. Sebab, lahan yang akan dibangun adalah tanah kuburan umum.
&amp;ldquo;Masak tanah kuburan dijadikan rumah,&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
