<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Muhammadiyah Serahkan Hasil Muktamar ke Jokowi</title><description>Jajaran pimpinan ormas Muhammadiyah menyampaikan hasil Muktamar ke-47 ke Presiden Jokowi hari ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/22/337/1218751/muhammadiyah-serahkan-hasil-muktamar-ke-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/22/337/1218751/muhammadiyah-serahkan-hasil-muktamar-ke-jokowi"/><item><title>Muhammadiyah Serahkan Hasil Muktamar ke Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/22/337/1218751/muhammadiyah-serahkan-hasil-muktamar-ke-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/22/337/1218751/muhammadiyah-serahkan-hasil-muktamar-ke-jokowi</guid><pubDate>Selasa 22 September 2015 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/22/337/1218751/muhammadiyah-serahkan-hasil-muktamar-ke-jokowi-B29PZ61db1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PP Muhammadiyah serahkan hasil muktamar ke Jokowi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/22/337/1218751/muhammadiyah-serahkan-hasil-muktamar-ke-jokowi-B29PZ61db1.jpg</image><title>Ketum PP Muhammadiyah serahkan hasil muktamar ke Jokowi (Foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Jajaran pimpinan ormas Muhammadiyah menyampaikan hasil Muktamar ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden hari ini.
Selain menyerahkan hasil muktamar, Muhammadiyah juga menyampaikan komitmennya dalam mengawal kebijakan pemerintah.
&quot;Kemudian menyampaikan komitmen Muhammadiyah terhadap negara Indonesia yang kami sebut sebagai negara hasil kesepakatan bersama,&quot; kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Dengan semangat Islam berkemajuan, Muhammadiyah ingin NKRI tidak statis, tetapi harus ada ikhtiar yang sifatnya membangun.
&quot;Poin pentingnya ada pada pentingnya berdinamisasi dalam berkebangsaan yang menjadikan negara ini maju,&quot; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/09/19/21269/132942_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sambutan Jokowi di Sail Tomini 2015&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, mereka juga menyampaikan hasil kajian tim ekonomi mereka kepada Kepala Negara. Dirinya mengaku menghargai paket kebijakan I yang dikeluarkan pemerintah.
&quot;Dengan perlambatan ekonomi saat ini memang belum termasuk krisis, tapi bisa berpotensi krisis jika tidak ada kebijakan yang strategis komprehensif dan melakukan langkah berani,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Jajaran pimpinan ormas Muhammadiyah menyampaikan hasil Muktamar ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden hari ini.
Selain menyerahkan hasil muktamar, Muhammadiyah juga menyampaikan komitmennya dalam mengawal kebijakan pemerintah.
&quot;Kemudian menyampaikan komitmen Muhammadiyah terhadap negara Indonesia yang kami sebut sebagai negara hasil kesepakatan bersama,&quot; kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2015).
Dengan semangat Islam berkemajuan, Muhammadiyah ingin NKRI tidak statis, tetapi harus ada ikhtiar yang sifatnya membangun.
&quot;Poin pentingnya ada pada pentingnya berdinamisasi dalam berkebangsaan yang menjadikan negara ini maju,&quot; tuturnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/09/19/21269/132942_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sambutan Jokowi di Sail Tomini 2015&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, mereka juga menyampaikan hasil kajian tim ekonomi mereka kepada Kepala Negara. Dirinya mengaku menghargai paket kebijakan I yang dikeluarkan pemerintah.
&quot;Dengan perlambatan ekonomi saat ini memang belum termasuk krisis, tapi bisa berpotensi krisis jika tidak ada kebijakan yang strategis komprehensif dan melakukan langkah berani,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
