<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usulan Rano Karno soal Perubahan Pelat Kendaraan Ditentang </title><description>
Rano Karno mengiginkan agar warga Tangerang pemilik kendaraan  berpelat B merubah pelat kendaraan A tanda nomor kendaraan di Banten.
&amp;nbsp;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/27/338/1221601/usulan-rano-karno-soal-perubahan-pelat-kendaraan-ditentang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/27/338/1221601/usulan-rano-karno-soal-perubahan-pelat-kendaraan-ditentang"/><item><title>Usulan Rano Karno soal Perubahan Pelat Kendaraan Ditentang </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/27/338/1221601/usulan-rano-karno-soal-perubahan-pelat-kendaraan-ditentang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/27/338/1221601/usulan-rano-karno-soal-perubahan-pelat-kendaraan-ditentang</guid><pubDate>Minggu 27 September 2015 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Denny Irawan (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/27/338/1221601/usulan-rano-karno-soal-perubahan-plat-kendaraan-ditentang-KeBXo2PKZr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Banten Rano Karno (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/27/338/1221601/usulan-rano-karno-soal-perubahan-plat-kendaraan-ditentang-KeBXo2PKZr.jpg</image><title>Gubernur Banten Rano Karno (foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Gubernur Banten, Rano Karno, mengusulkan kepada Polri agar seluruh kendaraan di Tangerang di bawah garis komando Polda Banten. Artinya, kendaraan berpelat B yang digunakan warga Tangerang diubah menjadi pelat A tanda nomor kendaraan di Banten.
Selama ini masyarakat Tangerang penguna kendaraan sudah terbiasa mengunakan pelat B ketimbang mengunakan pelat A meskipun Tangerang merupakan wilayah Provinsi Banten.
Rano Karno menyampaikan pendapatnya karena Banten, khususnya Tangerang, selama ini tidak masuk wilayah Jakarta. Usulan tersebut saat ini diseriusi Kapolri Badrodin Haiti yang tengah mengkaji permintaan Rano Karno itu.
Komentar pun datang dari tokoh masyarakat Tangerang, H Mohammad Ues Nawawi. Dia menyatakan keberatannya atas rencana Si Doel tersebut. Menurutnya, selama ini Tangerang sudah terjalin komunikasi yang bagus dan jarak lebih dekat dengan Polda Metro Jaya dibandingkan dengan Polda Banten.
&quot;Kalau ingin dimaksimalkan pelayanan bukan seperti itu, tetapi tambah saja personelnya. Di Kabupaten Tangerang contohnya ada 29 Kecamatan, tetapi baru ada 19 Polsek, idealnya satu kecamatan satu Polsek,&quot; kata Ues, Minggu (27/9/2015).
Dia mengusulkan, agar Rano memprioritaskan program yang lebih utama terlebih dahulu ketimbang persoalan pendapatan dari pajak kendaraan. Sebab, menurut Ues, lebih banyak warga Tangerang bekerja atau beraktivitas ke Jakarta daripada ke Serang, Banten. &quot;Selama ini kan sudah bagus tak ada masalah, lalu kenapa diubah. Tangerang itu dari sisi sosial, budaya, ekonomi dan bisnis lebih masuk Jakarta. Keamanan juga lebih dekat Polda,&quot; terangnya.
Sementara itu, pemilik showroom mobil bekas di Tangerang, Budi Setiawan, menyatakan usulan Rano Karno soal perubahan pelat A (Banten) ke pelat B (Jakarta) akan merepotkan pemilik kendaraan. Sebab selama ini warga Tangerang, Banten sudah nyaman mengunakan pelat B ketimbang mengunakan kendaraan berpelat A.
&quot;Nilai jual mobil pelat A lebih rendah dari B, kita sih keberatan. Pelat B mau dijual ke daerah mana pun lebih tinggi,&quot; kata pemilik showroom mobil di Plaza Shinta Tangerang ini.
</description><content:encoded>TANGERANG - Gubernur Banten, Rano Karno, mengusulkan kepada Polri agar seluruh kendaraan di Tangerang di bawah garis komando Polda Banten. Artinya, kendaraan berpelat B yang digunakan warga Tangerang diubah menjadi pelat A tanda nomor kendaraan di Banten.
Selama ini masyarakat Tangerang penguna kendaraan sudah terbiasa mengunakan pelat B ketimbang mengunakan pelat A meskipun Tangerang merupakan wilayah Provinsi Banten.
Rano Karno menyampaikan pendapatnya karena Banten, khususnya Tangerang, selama ini tidak masuk wilayah Jakarta. Usulan tersebut saat ini diseriusi Kapolri Badrodin Haiti yang tengah mengkaji permintaan Rano Karno itu.
Komentar pun datang dari tokoh masyarakat Tangerang, H Mohammad Ues Nawawi. Dia menyatakan keberatannya atas rencana Si Doel tersebut. Menurutnya, selama ini Tangerang sudah terjalin komunikasi yang bagus dan jarak lebih dekat dengan Polda Metro Jaya dibandingkan dengan Polda Banten.
&quot;Kalau ingin dimaksimalkan pelayanan bukan seperti itu, tetapi tambah saja personelnya. Di Kabupaten Tangerang contohnya ada 29 Kecamatan, tetapi baru ada 19 Polsek, idealnya satu kecamatan satu Polsek,&quot; kata Ues, Minggu (27/9/2015).
Dia mengusulkan, agar Rano memprioritaskan program yang lebih utama terlebih dahulu ketimbang persoalan pendapatan dari pajak kendaraan. Sebab, menurut Ues, lebih banyak warga Tangerang bekerja atau beraktivitas ke Jakarta daripada ke Serang, Banten. &quot;Selama ini kan sudah bagus tak ada masalah, lalu kenapa diubah. Tangerang itu dari sisi sosial, budaya, ekonomi dan bisnis lebih masuk Jakarta. Keamanan juga lebih dekat Polda,&quot; terangnya.
Sementara itu, pemilik showroom mobil bekas di Tangerang, Budi Setiawan, menyatakan usulan Rano Karno soal perubahan pelat A (Banten) ke pelat B (Jakarta) akan merepotkan pemilik kendaraan. Sebab selama ini warga Tangerang, Banten sudah nyaman mengunakan pelat B ketimbang mengunakan kendaraan berpelat A.
&quot;Nilai jual mobil pelat A lebih rendah dari B, kita sih keberatan. Pelat B mau dijual ke daerah mana pun lebih tinggi,&quot; kata pemilik showroom mobil di Plaza Shinta Tangerang ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
