<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswi SMAN 1 Batam Antar Adiknya Sebelum Tewas</title><description>Sebelum menuju ke sekolahnya di SMAN 1 Sekupang, Batam gadis itu sempat antar adiknya ke SMPN 26 Kecamatan Batuaji.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/27/340/1221682/siswi-sman-1-batam-antar-adiknya-sebelum-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/27/340/1221682/siswi-sman-1-batam-antar-adiknya-sebelum-tewas"/><item><title>Siswi SMAN 1 Batam Antar Adiknya Sebelum Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/27/340/1221682/siswi-sman-1-batam-antar-adiknya-sebelum-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/27/340/1221682/siswi-sman-1-batam-antar-adiknya-sebelum-tewas</guid><pubDate>Minggu 27 September 2015 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Bunga Ashab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/27/340/1221682/siswi-sman-1-batam-antar-adiknya-sebelum-tewas-nFi6W8f8P1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga saat berkumpul di rumah siswi SMAN 1 Batam yang menjadi korban pembunuhan (foto: Muhammad Bunga Ashab-Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/27/340/1221682/siswi-sman-1-batam-antar-adiknya-sebelum-tewas-nFi6W8f8P1.jpg</image><title>Warga saat berkumpul di rumah siswi SMAN 1 Batam yang menjadi korban pembunuhan (foto: Muhammad Bunga Ashab-Okezone) </title></images><description>
SAGULUNG &amp;ndash; Dian Milenia Trisna Afiefa (16) alias Nia, siswi kelas I SMA Negeri 1 Sekupang, Batam sempat mengantarkan adiknya ke sekolah sebelum akhir ia ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak hutan Dam Seiladi, Jalan Gajah Mada, Minggu (27/9/2015).
&quot;Sebelum berangkat sekolah Nia mengatarkan adiknya ke SMPN 26 Kecamatan Batuaji. Sesudah mengantar adiknya, dia lalu pergi ke sekolahnya,&amp;rdquo; kata Paman korban, Noven di rumah duka.
Pada Sabtu 26 September 2015 pagi, siswi SMAN 1 Batam itu masih terlihat berangkat ke sekolahnya mengunakan  motor Honda Beat warna orange. Namun pada sore hingga malam hari, Nia begitu sapaan gadis itu tidak diketahui keberadaaannya hingga kemudian ditemukan tewas mengenaskan pada Minggu hari ini.
&amp;ldquo;Dia tak kunjung pulang biasanya kasih kabar, tapi kemarin tak ada kabarnya. Memang telefonnya aktif, tapi setiap kami telefon Nia tidak mengangkat,&quot; kata Noven.
Tak hanya itu, keluarga Nia juga melakukan pencarian di daerah Tiban dan berhasil menemukan sepeda motor korban sekitar GOR Tiban, sementara korban tak ditemukan. Pencarian terus dilakukan dan menanyakan kepada pihak sekolah, kepolisian, serta teman-temannya, tapi diketahui keberadaan Nia.
&quot;Kami menemukan motornya di sekitaran Tiban, tapi dia tidak ada. Kami sudah tanyakan kepada teman-temannya tapi tak ada yang tahu,&quot; ungkap Noven.
Saat didatangi ke rumah korban, ayah kandung Nia sedang berada di rumah sakit. Kemudian ibu kandung korban tiada henti menangis dan dikabarkan pingsan setelah mendapat informasi adanya penemuan mayat di Dam Seiladi yang ternyata adalah anaknya.
&quot;Nia selama ini tak mempunyai musuh dan tak punya masalah. Namun kami tak tahu apa yang terjadi kepadanya,&quot; ujarnya Noven.

</description><content:encoded>
SAGULUNG &amp;ndash; Dian Milenia Trisna Afiefa (16) alias Nia, siswi kelas I SMA Negeri 1 Sekupang, Batam sempat mengantarkan adiknya ke sekolah sebelum akhir ia ditemukan tewas mengenaskan di semak-semak hutan Dam Seiladi, Jalan Gajah Mada, Minggu (27/9/2015).
&quot;Sebelum berangkat sekolah Nia mengatarkan adiknya ke SMPN 26 Kecamatan Batuaji. Sesudah mengantar adiknya, dia lalu pergi ke sekolahnya,&amp;rdquo; kata Paman korban, Noven di rumah duka.
Pada Sabtu 26 September 2015 pagi, siswi SMAN 1 Batam itu masih terlihat berangkat ke sekolahnya mengunakan  motor Honda Beat warna orange. Namun pada sore hingga malam hari, Nia begitu sapaan gadis itu tidak diketahui keberadaaannya hingga kemudian ditemukan tewas mengenaskan pada Minggu hari ini.
&amp;ldquo;Dia tak kunjung pulang biasanya kasih kabar, tapi kemarin tak ada kabarnya. Memang telefonnya aktif, tapi setiap kami telefon Nia tidak mengangkat,&quot; kata Noven.
Tak hanya itu, keluarga Nia juga melakukan pencarian di daerah Tiban dan berhasil menemukan sepeda motor korban sekitar GOR Tiban, sementara korban tak ditemukan. Pencarian terus dilakukan dan menanyakan kepada pihak sekolah, kepolisian, serta teman-temannya, tapi diketahui keberadaan Nia.
&quot;Kami menemukan motornya di sekitaran Tiban, tapi dia tidak ada. Kami sudah tanyakan kepada teman-temannya tapi tak ada yang tahu,&quot; ungkap Noven.
Saat didatangi ke rumah korban, ayah kandung Nia sedang berada di rumah sakit. Kemudian ibu kandung korban tiada henti menangis dan dikabarkan pingsan setelah mendapat informasi adanya penemuan mayat di Dam Seiladi yang ternyata adalah anaknya.
&quot;Nia selama ini tak mempunyai musuh dan tak punya masalah. Namun kami tak tahu apa yang terjadi kepadanya,&quot; ujarnya Noven.

</content:encoded></item></channel></rss>
