<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imigran yang Tidak Bisa Beradaptasi Diminta Pergi dari Prancis</title><description>Seorang Politikus Perancis memperingatkan imigran yang tidak bisa beradaptasi untuk pergi dari negaranya</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/28/18/1222165/imigran-yang-tidak-bisa-beradaptasi-diminta-pergi-dari-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/28/18/1222165/imigran-yang-tidak-bisa-beradaptasi-diminta-pergi-dari-prancis"/><item><title>Imigran yang Tidak Bisa Beradaptasi Diminta Pergi dari Prancis</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/28/18/1222165/imigran-yang-tidak-bisa-beradaptasi-diminta-pergi-dari-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/28/18/1222165/imigran-yang-tidak-bisa-beradaptasi-diminta-pergi-dari-prancis</guid><pubDate>Senin 28 September 2015 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/28/18/1222165/imigran-yang-tidak-bisa-beradaptasi-diminta-pergi-dari-prancis-KUjSL7M8Cg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Politikus Perancis dari Partai Republik, Nadine Morano (Foto: Mirror)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/28/18/1222165/imigran-yang-tidak-bisa-beradaptasi-diminta-pergi-dari-prancis-KUjSL7M8Cg.jpg</image><title>Politikus Perancis dari Partai Republik, Nadine Morano (Foto: Mirror)</title></images><description>
PARIS &amp;ndash; Seorang politikus Prancis membuat kontroversi dengan sebuah komentar bernada rasis. Perempuan politikus ini juga mengatakan, jika imigran yang tinggal di Prancis tidak bisa beradaptasi maka lebih baik mereka pergi saja.
&amp;ldquo;Kami adalah negara penganut Yahudi-Kristen berkulit putih. Kami menghormati Prancis. Kalau Anda tidak mau beradaptasi, silakan pergi,&amp;rdquo; ujar Nadine Morano, anggota Partai Republik, seperti dikutip dari Mirror, Senin (28/9/2015).
Perempuan berusia 51 tahun itu melanjutkan pernyataannya dengan menyebut tidak mungkin Prancis menjadi sebuah negara Islam.
Perdana Menteri Prancis Nicolas Sarkozy telah menyerukan anggota parlemen untuk segera menjalankan rencana mereka mengurangi akses para imigran mendapat kewarganegaraan dan kesejahteraan.
Pemimpin Partai Konservatif ini juga mengingatkan bahwa Prancis akan menyimpan bahaya apabila mengizinkan lebih banyak kaum imigran masuk ke negaranya.
Dalam beberapa tahun terakhir Prancis memang menghadapi beberapa kerusuhan yang dipicu aksi para imigran. Selain itu, pada Januari 2015 tragedi penembakan Charlie Hebdo dilakukan oleh orang-orang keturunan dari kalangan imigran.

</description><content:encoded>
PARIS &amp;ndash; Seorang politikus Prancis membuat kontroversi dengan sebuah komentar bernada rasis. Perempuan politikus ini juga mengatakan, jika imigran yang tinggal di Prancis tidak bisa beradaptasi maka lebih baik mereka pergi saja.
&amp;ldquo;Kami adalah negara penganut Yahudi-Kristen berkulit putih. Kami menghormati Prancis. Kalau Anda tidak mau beradaptasi, silakan pergi,&amp;rdquo; ujar Nadine Morano, anggota Partai Republik, seperti dikutip dari Mirror, Senin (28/9/2015).
Perempuan berusia 51 tahun itu melanjutkan pernyataannya dengan menyebut tidak mungkin Prancis menjadi sebuah negara Islam.
Perdana Menteri Prancis Nicolas Sarkozy telah menyerukan anggota parlemen untuk segera menjalankan rencana mereka mengurangi akses para imigran mendapat kewarganegaraan dan kesejahteraan.
Pemimpin Partai Konservatif ini juga mengingatkan bahwa Prancis akan menyimpan bahaya apabila mengizinkan lebih banyak kaum imigran masuk ke negaranya.
Dalam beberapa tahun terakhir Prancis memang menghadapi beberapa kerusuhan yang dipicu aksi para imigran. Selain itu, pada Januari 2015 tragedi penembakan Charlie Hebdo dilakukan oleh orang-orang keturunan dari kalangan imigran.

</content:encoded></item></channel></rss>
