<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY: Perwira TNI-Polri Jangan Tergoda Politik Kekuasaan</title><description>SBY mewanti-wanti para perwira TNI-Polri untuk tetap profesional dan tak tergoda politik praktis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/28/337/1222355/sby-perwira-tni-polri-jangan-tergoda-politik-kekuasaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/28/337/1222355/sby-perwira-tni-polri-jangan-tergoda-politik-kekuasaan"/><item><title>SBY: Perwira TNI-Polri Jangan Tergoda Politik Kekuasaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/28/337/1222355/sby-perwira-tni-polri-jangan-tergoda-politik-kekuasaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/28/337/1222355/sby-perwira-tni-polri-jangan-tergoda-politik-kekuasaan</guid><pubDate>Senin 28 September 2015 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/28/337/1222355/sby-perwira-tni-polri-jangan-tergoda-politik-kekuasaan-IJmz1Cxhzz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: SINDO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/28/337/1222355/sby-perwira-tni-polri-jangan-tergoda-politik-kekuasaan-IJmz1Cxhzz.jpg</image><title>Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Foto: SINDO)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, amanat reformasi menegaskan bahwa peranan TNI dan Polri tidak tergoda oleh rayuan politik praktis.
Menurut Presiden keenam RI itu, TNI-Polri harus kembali pada fitrahnya, yakni menjadi kekuatan pertahanan dan keamanan negara.
&quot;Amanah reformasi jangan surut. Berhentinya TNI dan Polri dari politik praktis dan politik kekuasaan adalah amanah. Ini pilihan dan hasil sejarah yang telah kita ukir,&quot; kata SBY usai bedah buku 'Transformasi TNI' di Kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta Pusat, Senin (29/9/2015).
Oleh karenanya, dirinya mewanti-wanti agar para perwira tinggi TNI maupun dari Korps Bhayangkara tidak tergoda dengan persoalan politik praktis.
&quot;Jangan mempermainkan Tuhan. Kepada jenderal, laksamana, tidak boleh tergoda dan memasuki wilayah politik kekuasaan,&quot; cetusnya.
&quot;Kaum politisi jangan pula menggoda, menarik-narik perwira Polisi dan TNI masuk ke wilayah politik praktis, sehingga akhirnya mengingkari sumpah dan ikrar profesionalismenya kepada negara,&quot; tambah SBY.
Agar tidak terjadi seperti itu, SBY sebenarnya sudah mengkhawatirkan hal itu sejak dirinya masih berkuasa. Oleh karena itu, dirinya selalu meminta agar saling mengingatkan kepada para perwira TNI-Polri.
&quot;Itu pula yang saya pikirkan ketika memimpin negeri ini beberapa saat yang lalu. Tidak usah khawatir, teman-teman. Transformasi (TNI) akan terus berjalan. Mari kita saling mengingatkan, agar tidak ada godaan dari kedua belah pihak,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, amanat reformasi menegaskan bahwa peranan TNI dan Polri tidak tergoda oleh rayuan politik praktis.
Menurut Presiden keenam RI itu, TNI-Polri harus kembali pada fitrahnya, yakni menjadi kekuatan pertahanan dan keamanan negara.
&quot;Amanah reformasi jangan surut. Berhentinya TNI dan Polri dari politik praktis dan politik kekuasaan adalah amanah. Ini pilihan dan hasil sejarah yang telah kita ukir,&quot; kata SBY usai bedah buku 'Transformasi TNI' di Kantor Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta Pusat, Senin (29/9/2015).
Oleh karenanya, dirinya mewanti-wanti agar para perwira tinggi TNI maupun dari Korps Bhayangkara tidak tergoda dengan persoalan politik praktis.
&quot;Jangan mempermainkan Tuhan. Kepada jenderal, laksamana, tidak boleh tergoda dan memasuki wilayah politik kekuasaan,&quot; cetusnya.
&quot;Kaum politisi jangan pula menggoda, menarik-narik perwira Polisi dan TNI masuk ke wilayah politik praktis, sehingga akhirnya mengingkari sumpah dan ikrar profesionalismenya kepada negara,&quot; tambah SBY.
Agar tidak terjadi seperti itu, SBY sebenarnya sudah mengkhawatirkan hal itu sejak dirinya masih berkuasa. Oleh karena itu, dirinya selalu meminta agar saling mengingatkan kepada para perwira TNI-Polri.
&quot;Itu pula yang saya pikirkan ketika memimpin negeri ini beberapa saat yang lalu. Tidak usah khawatir, teman-teman. Transformasi (TNI) akan terus berjalan. Mari kita saling mengingatkan, agar tidak ada godaan dari kedua belah pihak,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
