<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Diminta Investigasi Pembunuhan Aktivis di Lumajang</title><description>Komnas HAM diminta membentuk satu tim untuk menyelidiki kasus pembunuhan aktivis di Lumajang, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/28/519/1222019/komnas-ham-diminta-investigasi-pembunuhan-aktivis-di-lumajang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/28/519/1222019/komnas-ham-diminta-investigasi-pembunuhan-aktivis-di-lumajang"/><item><title>Komnas HAM Diminta Investigasi Pembunuhan Aktivis di Lumajang</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/28/519/1222019/komnas-ham-diminta-investigasi-pembunuhan-aktivis-di-lumajang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/28/519/1222019/komnas-ham-diminta-investigasi-pembunuhan-aktivis-di-lumajang</guid><pubDate>Senin 28 September 2015 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/28/519/1222019/komnas-ham-diminta-investigasi-pembunuhan-aktivis-di-lumajang-ccfKYltGME.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penggiat lingkungan menuntut kasus pembunuhan aktivis petani Salim Kancil, diungkap. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/28/519/1222019/komnas-ham-diminta-investigasi-pembunuhan-aktivis-di-lumajang-ccfKYltGME.jpg</image><title>Penggiat lingkungan menuntut kasus pembunuhan aktivis petani Salim Kancil, diungkap. (Foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Aktivis petani Salim Kancil (46), dibunuh oleh orang tak dikenal akibat menyuarakan penolakan operasi pertambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Menyikapi hal itu, Manejer Kebijakan dan Pembelaan Hukum Wahana Lingkungan Hidup Walhi, Muhnur Satyahaprabu meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk satu tim untuk menyelidiki kasus tersebut.
&quot;Ini pembunuhan dan kasus pertambangan ilegal ini, kami minta kepada Komnas HAM membuat satu tim untuk terjun ke lapangan (Lumajang) untuk menyelidiki beberapa pelanggaran yang terjadi,&quot; ujarnya, Senin (28/9/2015).
Komnas HAM juga diminta menginvestigasi izin tambang tersebut. Sebab, berdasarkan aduan yang diperoleh, perusahaan tambang tersebut tidak mengantogi izin.
&quot;Kami juga minta Komnas HAM jangan berhenti sampai ke kasus pembunuhan. Menngenai kasus hak lingkungan, yang lahan para petani telah dirampas, apalagi masalah perizinan (juga diinvestigasi),&quot; kata Munhur.
Selain itu, pihaknya juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi warga sekitar daerah pertambangan  yang mendapat ancaman. Ancaman itu diduga berasal dari oknum pertambangan pasir tersebut. &quot;Kami juga meminta LPSK melindungi saksi,&quot; tutur Munhur.
Sebelumnya dikabarkan, Salim dijemput oleh sejumlah preman yang disinyalir suruhan seseorang. Kemuian Salim dibunuh dan mayatnya dibuang di tepi jalan dekat area perkebunan milik warga.
&amp;lrm;Sementara korban penganiayaan lainnya, Tosan, juga mengalami luka parah. Ia yang kritis sedang dirawat di rumah sakit di Malang.
Informasi yang dihimpun Okezine, sebelum dipukuli, ia dijemput paksa dari rumahnya. Kemudian Tosan dihajar beramai-ramai di dekat rumahnya sebelum diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Aktivis petani Salim Kancil (46), dibunuh oleh orang tak dikenal akibat menyuarakan penolakan operasi pertambangan pasir di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Menyikapi hal itu, Manejer Kebijakan dan Pembelaan Hukum Wahana Lingkungan Hidup Walhi, Muhnur Satyahaprabu meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk satu tim untuk menyelidiki kasus tersebut.
&quot;Ini pembunuhan dan kasus pertambangan ilegal ini, kami minta kepada Komnas HAM membuat satu tim untuk terjun ke lapangan (Lumajang) untuk menyelidiki beberapa pelanggaran yang terjadi,&quot; ujarnya, Senin (28/9/2015).
Komnas HAM juga diminta menginvestigasi izin tambang tersebut. Sebab, berdasarkan aduan yang diperoleh, perusahaan tambang tersebut tidak mengantogi izin.
&quot;Kami juga minta Komnas HAM jangan berhenti sampai ke kasus pembunuhan. Menngenai kasus hak lingkungan, yang lahan para petani telah dirampas, apalagi masalah perizinan (juga diinvestigasi),&quot; kata Munhur.
Selain itu, pihaknya juga meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi warga sekitar daerah pertambangan  yang mendapat ancaman. Ancaman itu diduga berasal dari oknum pertambangan pasir tersebut. &quot;Kami juga meminta LPSK melindungi saksi,&quot; tutur Munhur.
Sebelumnya dikabarkan, Salim dijemput oleh sejumlah preman yang disinyalir suruhan seseorang. Kemuian Salim dibunuh dan mayatnya dibuang di tepi jalan dekat area perkebunan milik warga.
&amp;lrm;Sementara korban penganiayaan lainnya, Tosan, juga mengalami luka parah. Ia yang kritis sedang dirawat di rumah sakit di Malang.
Informasi yang dihimpun Okezine, sebelum dipukuli, ia dijemput paksa dari rumahnya. Kemudian Tosan dihajar beramai-ramai di dekat rumahnya sebelum diselamatkan warga dan dilarikan ke rumah sakit.

</content:encoded></item></channel></rss>
