<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabut Asap, Ribuan Siswa di Pekanbaru Kembali Diliburkan</title><description>Ribuan siswa Pekanbaru, Riau, kembali diliburkan karena kabut asap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/30/340/1223403/kabut-asap-ribuan-siswa-di-pekanbaru-kembali-diliburkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/09/30/340/1223403/kabut-asap-ribuan-siswa-di-pekanbaru-kembali-diliburkan"/><item><title>Kabut Asap, Ribuan Siswa di Pekanbaru Kembali Diliburkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/09/30/340/1223403/kabut-asap-ribuan-siswa-di-pekanbaru-kembali-diliburkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/09/30/340/1223403/kabut-asap-ribuan-siswa-di-pekanbaru-kembali-diliburkan</guid><pubDate>Rabu 30 September 2015 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/30/340/1223403/kabut-asap-ribuan-siswa-di-pekanbaru-kembali-diliburkan-7ZdMYuJPmt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karena kabut asap, siswa diliburkan. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/30/340/1223403/kabut-asap-ribuan-siswa-di-pekanbaru-kembali-diliburkan-7ZdMYuJPmt.jpg</image><title>Karena kabut asap, siswa diliburkan. (Foto: Antara)</title></images><description>
PEKANBARU - Ribuan siswa Pekanbaru, Riau, kembali diliburkan karena kabut asap. Pihak Dinas Pendidikan Pekanbaru khawatir kabut tersebut menganggu kesehatan siswanya.
&quot;Tadi saya sudah datang ke sekolah, tapi ternyata libur diperpanjang lagi. Kita sangat kecewa. Sudah lama kita tidak belajar di sekolah,&quot; ujar Dian Utami salah satu siswa Kelas IX SMP 16 Sukajadi Pekanbaru, Rabu (30/9/2015).
Salah satu orangtua siswa, Wiwid, mendesak pemerintah membuat kebijakan terbaik untuk siswa. Menurutnya, keputusan meliburkan siswa bukan solusi terbaik.
&quot;Harus ada terobosan yang dilakukan pemerintah untuk siswa agar tetap bisa sekolah. Misalnya, siswa belajar di tempat yang ada oksigennya. Ini sudah lebih sebulan libur sekolah. Kasihan anak-anak,&quot; ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil menuturkan, seharusnya hari ini siswa sudah masuk sekolah. Namun karena kondisi asap semakin tidak menentu, pihaknya terpaksa mengintruksikan kembali sekolah untuk meliburkan siswanya.
&quot;Kita kembali meliburkan siswa. Rencananya siswa kembali masuk pada 2 Oktober mendatang. Itupun menunggu kondisi asap,&quot; katanya. Libur sekolah akibat asap sendiri sudah berlangsung sejak Agustus lalu.

</description><content:encoded>
PEKANBARU - Ribuan siswa Pekanbaru, Riau, kembali diliburkan karena kabut asap. Pihak Dinas Pendidikan Pekanbaru khawatir kabut tersebut menganggu kesehatan siswanya.
&quot;Tadi saya sudah datang ke sekolah, tapi ternyata libur diperpanjang lagi. Kita sangat kecewa. Sudah lama kita tidak belajar di sekolah,&quot; ujar Dian Utami salah satu siswa Kelas IX SMP 16 Sukajadi Pekanbaru, Rabu (30/9/2015).
Salah satu orangtua siswa, Wiwid, mendesak pemerintah membuat kebijakan terbaik untuk siswa. Menurutnya, keputusan meliburkan siswa bukan solusi terbaik.
&quot;Harus ada terobosan yang dilakukan pemerintah untuk siswa agar tetap bisa sekolah. Misalnya, siswa belajar di tempat yang ada oksigennya. Ini sudah lebih sebulan libur sekolah. Kasihan anak-anak,&quot; ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil menuturkan, seharusnya hari ini siswa sudah masuk sekolah. Namun karena kondisi asap semakin tidak menentu, pihaknya terpaksa mengintruksikan kembali sekolah untuk meliburkan siswanya.
&quot;Kita kembali meliburkan siswa. Rencananya siswa kembali masuk pada 2 Oktober mendatang. Itupun menunggu kondisi asap,&quot; katanya. Libur sekolah akibat asap sendiri sudah berlangsung sejak Agustus lalu.

</content:encoded></item></channel></rss>
