<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Asing Soroti Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel</title><description>Tim peneliti dari London akan terjun langsung ke lapangan pada 12 Oktober mendatang untuk segera melakukan pemetaan lahan gambut di Sumsel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/02/340/1224713/peneliti-asing-soroti-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sumsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/02/340/1224713/peneliti-asing-soroti-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sumsel"/><item><title>Peneliti Asing Soroti Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/02/340/1224713/peneliti-asing-soroti-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sumsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/02/340/1224713/peneliti-asing-soroti-kebakaran-hutan-dan-lahan-di-sumsel</guid><pubDate>Jum'at 02 Oktober 2015 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Mewan Haqulana </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/02/340/1224713/kebakaran-lahan-sumsel-jadi-perhatian-dunia-dDRm04w8yt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/02/340/1224713/kebakaran-lahan-sumsel-jadi-perhatian-dunia-dDRm04w8yt.jpg</image><title>foto: Antara</title></images><description>
PELEMBANG - Kasus kebakaran lahan di Sumatera Selatan sepertinya menjadi bencana internasional. Sejumlah peneliti dari berbagai negara berdatangan untuk membantu karena asap dianggap telah mengganggu ekosistem dan iklim dunia.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Alex Noerdin. Namun menurutnya, pemerintah tidak lepas tangan atas kasus kebakaran hutan. Semua elemen baik pemerintah dan masyarakat Sumsel telah berupaya untuk mengatasi.
&quot;Melihat kondisi ini setidaknya ada enam institusi dan lembaga dari Inggris serta beberapa negara lainnya, termasuk Zoological Society of London (ZSL), akan mengembangkan ecoregion pertama di dunia, yakni di Sumsel. Salah satu kegiatan yang dilakukannya ialah restorasi dan pelestarian lahan gambut,&quot; katanya.
Tim peneliti dari ZSL akan terjun langsung ke lapangan pada 12 Oktober mendatang untuk segera melakukan pemetaan lahan gambut. &quot;Kita berharap penanganan lahan gambut ini diprioritaskan,&quot; jelasnya.
Dikatakan Alex, tercetusnya pembentukan ecoregion ini berasal dari pertemuan dunia Forum High Level Round Table Implementasi Restorasi Lanskap, The Bonn Challenge 2.0 di Kota Bonn, Jerman pada 20-21 Maret lalu.
&quot;Pada saat itu kita memaparkan konsep pelestarian lingkungan di hadapan para petinggi dunia, dan mereka menyepakati mendirikan ecoregion di Sumsel,&quot; katanya.
Menurutnya Sumsel tampil apa adanya dengan bencana asap yang melanda Bumi Sriwijaya ini. Tidak ada yang ditutup-tutupi, baik dari segi penyebab, dampak yang ditimbulkan maupun kerugian yang diderita.
</description><content:encoded>
PELEMBANG - Kasus kebakaran lahan di Sumatera Selatan sepertinya menjadi bencana internasional. Sejumlah peneliti dari berbagai negara berdatangan untuk membantu karena asap dianggap telah mengganggu ekosistem dan iklim dunia.
Hal itu disampaikan oleh Gubernur Alex Noerdin. Namun menurutnya, pemerintah tidak lepas tangan atas kasus kebakaran hutan. Semua elemen baik pemerintah dan masyarakat Sumsel telah berupaya untuk mengatasi.
&quot;Melihat kondisi ini setidaknya ada enam institusi dan lembaga dari Inggris serta beberapa negara lainnya, termasuk Zoological Society of London (ZSL), akan mengembangkan ecoregion pertama di dunia, yakni di Sumsel. Salah satu kegiatan yang dilakukannya ialah restorasi dan pelestarian lahan gambut,&quot; katanya.
Tim peneliti dari ZSL akan terjun langsung ke lapangan pada 12 Oktober mendatang untuk segera melakukan pemetaan lahan gambut. &quot;Kita berharap penanganan lahan gambut ini diprioritaskan,&quot; jelasnya.
Dikatakan Alex, tercetusnya pembentukan ecoregion ini berasal dari pertemuan dunia Forum High Level Round Table Implementasi Restorasi Lanskap, The Bonn Challenge 2.0 di Kota Bonn, Jerman pada 20-21 Maret lalu.
&quot;Pada saat itu kita memaparkan konsep pelestarian lingkungan di hadapan para petinggi dunia, dan mereka menyepakati mendirikan ecoregion di Sumsel,&quot; katanya.
Menurutnya Sumsel tampil apa adanya dengan bencana asap yang melanda Bumi Sriwijaya ini. Tidak ada yang ditutup-tutupi, baik dari segi penyebab, dampak yang ditimbulkan maupun kerugian yang diderita.
</content:encoded></item></channel></rss>
