<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Negara Lain Belajar Pemberantasan Korupsi di KPK</title><description>Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tamu dari mancanegara yang datang ke KPK untuk mempelajari pemberantasan korupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/07/337/1228061/banyak-negara-lain-belajar-pemberantasan-korupsi-di-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/07/337/1228061/banyak-negara-lain-belajar-pemberantasan-korupsi-di-kpk"/><item><title>Banyak Negara Lain Belajar Pemberantasan Korupsi di KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/07/337/1228061/banyak-negara-lain-belajar-pemberantasan-korupsi-di-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/07/337/1228061/banyak-negara-lain-belajar-pemberantasan-korupsi-di-kpk</guid><pubDate>Rabu 07 Oktober 2015 23:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dara Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/07/337/1228061/banyak-negara-lain-belajar-pemberantasan-korupsi-di-kpk-iZAJpFWpYC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/07/337/1228061/banyak-negara-lain-belajar-pemberantasan-korupsi-di-kpk-iZAJpFWpYC.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>
JAKARTA- Pelaksana Tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki menilai Undang-Undang KPK perlu disempurnakan. Namun, ia tidak setuju jika lembaga antirasuah itu malah dilemahkan. 
&amp;ldquo;Walaupun saya mengatakan undang-undangnya belum baik, tetapi dalam kenyataannya KPK Indonesia justru menjadi bench mark (standar nilai),&amp;rdquo; kata Ruki di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tamu dari mancanegara yang datang ke KPK untuk mempelajari pemberantasan korupsi.
&amp;ldquo;Hampir tiap bulan kita menerima tamu dari mancanegara mempelajari apa itu KPK. Bahkan Malaysia yang dulu kita pernah belajar disana karena mereka duluan, saat ini malah mengikuti pola-pola yang dipakai KPK Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ruki, beberapa anggota KPK diminta untuk menjadi konsultan di negara lain seperti Afganistan dan Pakistan.
&amp;ldquo;Beberapa teman kita diminta datang untuk memberikan guidance, consulting.  Misalnya pak Erry Ryana Hardjapamekas yang menjadi konsultan untuk pembentukan komisi antikorupsi di Afganistan dan Pakistan,&quot;bebernya.
Menurut Ruki, indeks presepsi korupsi yang ada telah membaik walaupun memang belum mencapai hal-hal yang memuaskan.  &amp;ldquo;Mari kita perkuat terus KPK, kritisi terus,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA- Pelaksana Tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki menilai Undang-Undang KPK perlu disempurnakan. Namun, ia tidak setuju jika lembaga antirasuah itu malah dilemahkan. 
&amp;ldquo;Walaupun saya mengatakan undang-undangnya belum baik, tetapi dalam kenyataannya KPK Indonesia justru menjadi bench mark (standar nilai),&amp;rdquo; kata Ruki di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tamu dari mancanegara yang datang ke KPK untuk mempelajari pemberantasan korupsi.
&amp;ldquo;Hampir tiap bulan kita menerima tamu dari mancanegara mempelajari apa itu KPK. Bahkan Malaysia yang dulu kita pernah belajar disana karena mereka duluan, saat ini malah mengikuti pola-pola yang dipakai KPK Indonesia,&amp;rdquo; ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ruki, beberapa anggota KPK diminta untuk menjadi konsultan di negara lain seperti Afganistan dan Pakistan.
&amp;ldquo;Beberapa teman kita diminta datang untuk memberikan guidance, consulting.  Misalnya pak Erry Ryana Hardjapamekas yang menjadi konsultan untuk pembentukan komisi antikorupsi di Afganistan dan Pakistan,&quot;bebernya.
Menurut Ruki, indeks presepsi korupsi yang ada telah membaik walaupun memang belum mencapai hal-hal yang memuaskan.  &amp;ldquo;Mari kita perkuat terus KPK, kritisi terus,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
