<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tangani Pengguna Narkoba dengan Belajar dari Portugal</title><description>Portugal, negara di Semenanjung Iberia itu dinilai berhasil menekan angka pengguna narkoba yang patut jadi contoh buat Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228363/tangani-pengguna-narkoba-dengan-belajar-dari-portugal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228363/tangani-pengguna-narkoba-dengan-belajar-dari-portugal"/><item><title>Tangani Pengguna Narkoba dengan Belajar dari Portugal</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228363/tangani-pengguna-narkoba-dengan-belajar-dari-portugal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228363/tangani-pengguna-narkoba-dengan-belajar-dari-portugal</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2015 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/08/337/1228363/tangani-pengguna-narkoba-dengan-belajar-dari-portugal-xPGeKcdNbw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LBH Masyarakat mengarahkan solusi terhadap tingginya angka pengguna narkoba dengan belajar dari Portugal (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/08/337/1228363/tangani-pengguna-narkoba-dengan-belajar-dari-portugal-xPGeKcdNbw.jpg</image><title>LBH Masyarakat mengarahkan solusi terhadap tingginya angka pengguna narkoba dengan belajar dari Portugal (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan mengatakan, bahwa hukuman mati yang diterapkan Indonesia tidak terlalu efektif dalam memberantas narkoba serta tindak kejahatan lainnya.
&quot;Sebenarnya yang kita bukan mendukung kriminalisasi atau para pemakai serta pengedar narkoba tapi ini jelas hak untuk hidup seorang warga negara,&quot; ujar Ricky ditemui dikawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).
Ricky melihat pada tahun 2015 sudah dua kali eksekusi mati yang dilakukan pemerintah dengan 14 orang terdakwa. Dirinya menilai apa yang dilakukan pemerintah bukan suatu hal yang efektif dalam menurunkan angka kriminalitas.
&quot;Saya teliti dari beberapa media, masih banyak penggerebekan narkoba yang dilakukan BNN (Badan Narkotika Nasional), sekira ada 10 kali penggerebekan. Belum lagi temuan dari Polda soal narkoba,&quot; tutur Ricky.
Selain itu dirinya juga menambahkan, bahwa angka pengguna serta pengedar narkoba di perbatasan Malaysia dan Indonesia, masih belum menurun setelah sebelumnya pemerintah telah melakukan eksekusi mati oleh beberapa pengedar narkoba.
&quot;Di perbatasan Malaysia dan Indonesia ada 24 kasus narkoba pada tahun 2014. Sedangkan sekarang sudah 22 kasus,&quot; jelasnya.
Ricky menawarkan solusi, di mana seharusnya pemerintah Indonesia bisa belajar dari Portugal, untuk melakukan dekriminalisasi terhadap pengguna narkoba dengan sanksi denda, atau pun penyitaan terhadap barang dan benda juga sanksi moral di masyarakat.
&quot;Portugal dianggap berhasil dengan cara dekriminalisasi pengguna narkoba. Pada Tahun 2011, itu ternyata di sana para pemakai narkoba menurun,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan mengatakan, bahwa hukuman mati yang diterapkan Indonesia tidak terlalu efektif dalam memberantas narkoba serta tindak kejahatan lainnya.
&quot;Sebenarnya yang kita bukan mendukung kriminalisasi atau para pemakai serta pengedar narkoba tapi ini jelas hak untuk hidup seorang warga negara,&quot; ujar Ricky ditemui dikawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).
Ricky melihat pada tahun 2015 sudah dua kali eksekusi mati yang dilakukan pemerintah dengan 14 orang terdakwa. Dirinya menilai apa yang dilakukan pemerintah bukan suatu hal yang efektif dalam menurunkan angka kriminalitas.
&quot;Saya teliti dari beberapa media, masih banyak penggerebekan narkoba yang dilakukan BNN (Badan Narkotika Nasional), sekira ada 10 kali penggerebekan. Belum lagi temuan dari Polda soal narkoba,&quot; tutur Ricky.
Selain itu dirinya juga menambahkan, bahwa angka pengguna serta pengedar narkoba di perbatasan Malaysia dan Indonesia, masih belum menurun setelah sebelumnya pemerintah telah melakukan eksekusi mati oleh beberapa pengedar narkoba.
&quot;Di perbatasan Malaysia dan Indonesia ada 24 kasus narkoba pada tahun 2014. Sedangkan sekarang sudah 22 kasus,&quot; jelasnya.
Ricky menawarkan solusi, di mana seharusnya pemerintah Indonesia bisa belajar dari Portugal, untuk melakukan dekriminalisasi terhadap pengguna narkoba dengan sanksi denda, atau pun penyitaan terhadap barang dan benda juga sanksi moral di masyarakat.
&quot;Portugal dianggap berhasil dengan cara dekriminalisasi pengguna narkoba. Pada Tahun 2011, itu ternyata di sana para pemakai narkoba menurun,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
