<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Apresiasi Upaya Inalum Cegah Korupsi</title><description>PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) berupaya membantu pemerintah menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berintegritas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228489/kpk-apresiasi-upaya-inalum-cegah-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228489/kpk-apresiasi-upaya-inalum-cegah-korupsi"/><item><title>KPK Apresiasi Upaya Inalum Cegah Korupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228489/kpk-apresiasi-upaya-inalum-cegah-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/08/337/1228489/kpk-apresiasi-upaya-inalum-cegah-korupsi</guid><pubDate>Kamis 08 Oktober 2015 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/08/337/1228489/kpk-apresiasi-upaya-inalum-cegah-korupsi-5O7yCbeEwB.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/08/337/1228489/kpk-apresiasi-upaya-inalum-cegah-korupsi-5O7yCbeEwB.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium  (Persero) terus berupaya membantu pemerintah menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Teknisnya, dengan menerapkan sistem antikorupsi secara konsisten.
&quot;Ini kita dorong untuk menjalankan kegiatan usahanya terhindar dari transaksi dan keputusan bisnis yang terindikasi penyimpangan dari tindakan yang mengarah kepada KKN,&quot; kata Staf Ahli Bid Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial KBUMN, Hambra dalam acara Seminar Nasional; Bekerja Cepat, Cermat dan Tepat Tanpa Korupsi, Kamis (8/10/2015).
Hambra menjelaskan, prinsip dasarnya dalam regulasi inisiatif antikorupsi di lingkungan BUMN, yang mesti dijalankan adalah peningkatan sistem akuntabilitas BUMN melalui penerapan pilar-pilar good corporate governance. &quot;Yakni, adanya transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian dan fairness (GCG) serta adanya implementasi etika kerja dan etika bisnis secara optimal,&quot; jelasnya.
Ia menegaskan, sebelumnya menteri BUMN telah menerbitkan keputusan menteri BUMN No. SK-439/MBU/2013 tentang pembentukan tim penyusunan Roadmap BUMN Bersih. &quot;Jadi, setiap enam bulan sudah dilakukan penilaian BUMN bersih melalui survei persepsi terhadap semua pemangku kepentingan karyawan, pelanggan, rekanan dan elemen masyarakat,&quot; ungkapnya.
Kriteria bersih, lanjut Hambra, yang digunakan dalam penilaian meliputi pelaksanaan pilar transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi dan fairness, sebagai landasan sistem manajemen mulai dari perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban. &quot;Inilah sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan bentuk kecurangan, termasuk tindakan korupsi, menerima dan memberikan gratifikasi,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi PT Inalum (Persero) atas inisiatifnya melakukan pencerahan terkait pencegahan tindak pidana korupsi. &quot;Ini langkah konstruktif yang sangat kami dukung demi terselenggaranya organisasi BUMN yang bersih dan berintegritas serta menjaga martabat bangsa,&quot; kata Wakil Deputi Bidang Pencegahan KPK, Mohammad Janathan.
Janathan berharap, langkah yang dilakukan PT Inalum (Persero) menjadi bukti dan contoh bagi BUMN yang lain, sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang mengarah kepada tindakan korupsi. &quot;Ini harus menjadi contoh yang lain, sehingga dapat membantu memudahkan langkah KPK untuk melakukan pencegahan dari sektor BUMN,&quot; imbuhnya.
Hadir sebagai pembicara Mohammad Janathan (KPK), Hambra (Staf Ahli Bid Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial KBUMN), Hendry Sulainan (Plt Dir Hukum Internasional Kemenhumkam), dan Irjen Pol (Purn) Dikdik Mulyana (Akademisi).</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium  (Persero) terus berupaya membantu pemerintah menjalankan roda pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Teknisnya, dengan menerapkan sistem antikorupsi secara konsisten.
&quot;Ini kita dorong untuk menjalankan kegiatan usahanya terhindar dari transaksi dan keputusan bisnis yang terindikasi penyimpangan dari tindakan yang mengarah kepada KKN,&quot; kata Staf Ahli Bid Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial KBUMN, Hambra dalam acara Seminar Nasional; Bekerja Cepat, Cermat dan Tepat Tanpa Korupsi, Kamis (8/10/2015).
Hambra menjelaskan, prinsip dasarnya dalam regulasi inisiatif antikorupsi di lingkungan BUMN, yang mesti dijalankan adalah peningkatan sistem akuntabilitas BUMN melalui penerapan pilar-pilar good corporate governance. &quot;Yakni, adanya transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian dan fairness (GCG) serta adanya implementasi etika kerja dan etika bisnis secara optimal,&quot; jelasnya.
Ia menegaskan, sebelumnya menteri BUMN telah menerbitkan keputusan menteri BUMN No. SK-439/MBU/2013 tentang pembentukan tim penyusunan Roadmap BUMN Bersih. &quot;Jadi, setiap enam bulan sudah dilakukan penilaian BUMN bersih melalui survei persepsi terhadap semua pemangku kepentingan karyawan, pelanggan, rekanan dan elemen masyarakat,&quot; ungkapnya.
Kriteria bersih, lanjut Hambra, yang digunakan dalam penilaian meliputi pelaksanaan pilar transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi dan fairness, sebagai landasan sistem manajemen mulai dari perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban. &quot;Inilah sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan bentuk kecurangan, termasuk tindakan korupsi, menerima dan memberikan gratifikasi,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi PT Inalum (Persero) atas inisiatifnya melakukan pencerahan terkait pencegahan tindak pidana korupsi. &quot;Ini langkah konstruktif yang sangat kami dukung demi terselenggaranya organisasi BUMN yang bersih dan berintegritas serta menjaga martabat bangsa,&quot; kata Wakil Deputi Bidang Pencegahan KPK, Mohammad Janathan.
Janathan berharap, langkah yang dilakukan PT Inalum (Persero) menjadi bukti dan contoh bagi BUMN yang lain, sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang mengarah kepada tindakan korupsi. &quot;Ini harus menjadi contoh yang lain, sehingga dapat membantu memudahkan langkah KPK untuk melakukan pencegahan dari sektor BUMN,&quot; imbuhnya.
Hadir sebagai pembicara Mohammad Janathan (KPK), Hambra (Staf Ahli Bid Komunikasi Strategis dan Hubungan Industrial KBUMN), Hendry Sulainan (Plt Dir Hukum Internasional Kemenhumkam), dan Irjen Pol (Purn) Dikdik Mulyana (Akademisi).</content:encoded></item></channel></rss>
