<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Bangun Mercusuar di Wilayah Sengketa</title><description>China telah menyelesaikan pembangunan mercusuar di Laut China Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/10/18/1229624/china-bangun-mercusuar-di-wilayah-sengketa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/10/18/1229624/china-bangun-mercusuar-di-wilayah-sengketa"/><item><title>China Bangun Mercusuar di Wilayah Sengketa</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/10/18/1229624/china-bangun-mercusuar-di-wilayah-sengketa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/10/18/1229624/china-bangun-mercusuar-di-wilayah-sengketa</guid><pubDate>Sabtu 10 Oktober 2015 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Emirald Julio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/10/18/1229624/china-bangun-mercusuar-di-wilayah-sengketa-XWGgXjDumd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pulau Buatan China yang dianggap sebagai langkah awal reklamasi wilayah laut China Selatan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/10/18/1229624/china-bangun-mercusuar-di-wilayah-sengketa-XWGgXjDumd.jpg</image><title>Pulau Buatan China yang dianggap sebagai langkah awal reklamasi wilayah laut China Selatan (Foto: Reuters)</title></images><description>
BEIJING &amp;ndash; China telah menyelesaikan pembangunan dua mercusuar di wilayah sengketa yaitu Laut China Selatan. Wilayah ini terus disorot oleh Amerika Serikat (AS), yang siap mengirimkan kapal perang jika China terus melakukan tindakan reklamasi.
Perayaan telah diadakan pada hari Jumat di dua lokasi yang bertempat di Pulau Spratly, dikatakan Xinhua melalui Reuters. AS dan Filipina sangat menentang pembangunan mercusuar tersebut, dilansir dari Reuters, Sabtu (10/10/2015).
China mengklaim wilayah Laut China Selatan yang dikabarkan karena memiliki Sumber Daya Alam yang berlimpah. Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei tidak pernah diakui oleh China, bahwa lokasi tersebut juga menjadi bagian dari wilayah kedaulatan negara-negara tersebut.
China selalu membela diri dengan mengatakan wilayah Laut China Selatan sejak zaman dulu milik leluhur mereka.
China juga mengatakan pada hari Jumat, bahwa mereka tidak akan terima bila ada pelanggaran di wilayah &amp;ldquo;kedaulatan&amp;rdquo; mereka hanya karena peraturan dari kebebasan untuk navigasi. Alasan ini digunakan AS untuk mengirimkan kapal perangnya untuk berlayar di sepanjang perairan yang berjarak 22 km dari pulau buatan milik China, yaitu Pulau Spratly.

</description><content:encoded>
BEIJING &amp;ndash; China telah menyelesaikan pembangunan dua mercusuar di wilayah sengketa yaitu Laut China Selatan. Wilayah ini terus disorot oleh Amerika Serikat (AS), yang siap mengirimkan kapal perang jika China terus melakukan tindakan reklamasi.
Perayaan telah diadakan pada hari Jumat di dua lokasi yang bertempat di Pulau Spratly, dikatakan Xinhua melalui Reuters. AS dan Filipina sangat menentang pembangunan mercusuar tersebut, dilansir dari Reuters, Sabtu (10/10/2015).
China mengklaim wilayah Laut China Selatan yang dikabarkan karena memiliki Sumber Daya Alam yang berlimpah. Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei tidak pernah diakui oleh China, bahwa lokasi tersebut juga menjadi bagian dari wilayah kedaulatan negara-negara tersebut.
China selalu membela diri dengan mengatakan wilayah Laut China Selatan sejak zaman dulu milik leluhur mereka.
China juga mengatakan pada hari Jumat, bahwa mereka tidak akan terima bila ada pelanggaran di wilayah &amp;ldquo;kedaulatan&amp;rdquo; mereka hanya karena peraturan dari kebebasan untuk navigasi. Alasan ini digunakan AS untuk mengirimkan kapal perangnya untuk berlayar di sepanjang perairan yang berjarak 22 km dari pulau buatan milik China, yaitu Pulau Spratly.

</content:encoded></item></channel></rss>
