<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PDIP Anggap Isu Spanduk Megawati Bentuk Pendangkalan Berpikir</title><description>Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengkritik isu spanduk &quot;Selamat datang Presiden Megawati&quot; di Busan, Korea Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/13/337/1231185/pdip-anggap-isu-spanduk-megawati-bentuk-pendangkalan-berpikir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/10/13/337/1231185/pdip-anggap-isu-spanduk-megawati-bentuk-pendangkalan-berpikir"/><item><title>PDIP Anggap Isu Spanduk Megawati Bentuk Pendangkalan Berpikir</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/10/13/337/1231185/pdip-anggap-isu-spanduk-megawati-bentuk-pendangkalan-berpikir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/10/13/337/1231185/pdip-anggap-isu-spanduk-megawati-bentuk-pendangkalan-berpikir</guid><pubDate>Selasa 13 Oktober 2015 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/10/13/337/1231185/pdip-anggap-isu-spanduk-megawati-bentuk-pendangkalan-berpikir-fEfXDwLnF9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi PDIP (foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/10/13/337/1231185/pdip-anggap-isu-spanduk-megawati-bentuk-pendangkalan-berpikir-fEfXDwLnF9.jpg</image><title>Ilustrasi PDIP (foto: Antara)</title></images><description>
JAKARTA - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengkritik isu tentang spanduk &quot;Selamat datang Presiden Megawati&quot; di Busan, Korea Selatan. Baginya, masih banyak isu krusial yang mesti dibicarakan ketimbang permasalahan yang tak substantif itu.

&quot;Kenapa kita permasalahkan masalah-masalah kecil gitu, tidak subtansial, bikin pendangkalan berpikir,&quot; ungkap Bambang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Bambang mengamini ucapan Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, bahwa tidak ada istilah mantan Presiden dalam Undang-Undang. Penulisan yang benar adalah penyebutan presiden diikuti dengan urutannya menjabat.

&quot;Kan Bu Mega Presiden kelima. Enggak ada (istilah mantan) yang ada presiden ke-4, ke-5, protokolernya begitu,&quot; tegasnya.

Diketahui, Jonru, seorang pemilik akun Facebook mengunggah foto spanduk kontroversial dan menarik perhatian puluhan ribu pengguna medsos.

&amp;ldquo;Presiden Indonesia sudah ganti? Oleh-oleh dari Busan, Korea. Foto dikirim oleh beberapa teman di Twitter. NB: Yang bikin saya penasaran, kok tanggalnya 18 Oktober 2015?&amp;rdquo; tulis Jonru di akun Facebook miliknya, Senin 12 Oktober 2015.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mengkritik isu tentang spanduk &quot;Selamat datang Presiden Megawati&quot; di Busan, Korea Selatan. Baginya, masih banyak isu krusial yang mesti dibicarakan ketimbang permasalahan yang tak substantif itu.

&quot;Kenapa kita permasalahkan masalah-masalah kecil gitu, tidak subtansial, bikin pendangkalan berpikir,&quot; ungkap Bambang di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Bambang mengamini ucapan Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, bahwa tidak ada istilah mantan Presiden dalam Undang-Undang. Penulisan yang benar adalah penyebutan presiden diikuti dengan urutannya menjabat.

&quot;Kan Bu Mega Presiden kelima. Enggak ada (istilah mantan) yang ada presiden ke-4, ke-5, protokolernya begitu,&quot; tegasnya.

Diketahui, Jonru, seorang pemilik akun Facebook mengunggah foto spanduk kontroversial dan menarik perhatian puluhan ribu pengguna medsos.

&amp;ldquo;Presiden Indonesia sudah ganti? Oleh-oleh dari Busan, Korea. Foto dikirim oleh beberapa teman di Twitter. NB: Yang bikin saya penasaran, kok tanggalnya 18 Oktober 2015?&amp;rdquo; tulis Jonru di akun Facebook miliknya, Senin 12 Oktober 2015.
</content:encoded></item></channel></rss>
